Home / Gema Sriwijaya / BPBD Muratara Gelar Rakorsus Antisipasi Karhutlah

BPBD Muratara Gelar Rakorsus Antisipasi Karhutlah

Tampak suasana silmulasi pemadaman Karhutla. (Foto-Sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar rapat koordinasi khusus (Rakorsus) lintas sektor guna mengantisipasi bencana kabut asap, Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutlah) tahun 2018.

Kepala BPBD Muratara, Zulkifli menegaskan, antisipasi penanggulangan Karhutlah saat ini sudah menjadi taruhan harga di diri bangsa Indonesia.

“Tadi kita sudah bahas bersama mengenai antisipasi penanggulangan bencana kabut asap. Kita harus tanggap Karhutla, karena sebentar lagi kita ada pelaksanaan Asian Game 2018. Zero asap itu tidak bisa ditawar-tawar lagi karena sudah menjadi harga diri indonesia,” katanya, kemarin (11/5/2018).

Menurutnya, jika antisipasi penanggulangan kabut asap gagal dilakukan maka otomatis Indonesia akan dicap buruk oleh seluruh negara Asian.

Zulkifli menegaskan, darurat antisipasi kabut asap dan Karhutlah merupakan intruksi secara langsung dari Presiden RI, Kapolri maupun Panglima TNI.

“Kami selaku tim darat harus bahu membahu dan selalu berkoordinasi untuk memaksimalkan pengawasan. Seluruh kepala desa kami minta segera menghimbau warga agar tidak membakar lahan, karena konsekuensinya akan langsung ditindak,” jelasnya.

Dalam Rakorsus tersebut BPBD, Polri, TNI sempat menggelar simulasi pemadaman bencana kebakaran menggunakan zat khusus Nusantara Gakpo 44.

TNI mempunyai solusi khusus menggunakan alat kimia yang diproduksi ini, karena dinilai lebih ramah lingkungan dan bisa memadamkan api dalam waktu cepat.

Informasi dari BPBD Muratara, selama pemantauan sejak Januari-Maret 2018, di wilayah Muratara masih terjadi kebakaran hutan dan lahan dengan sebaran titik api sebanyak 65 lokasi.

“Artinya, kita masih perlu memaksimalkan pengawasan maupun sosialisasi, karena masih ada warga kita yang melakukan aksi pembakaran lahan,” bebernya.

Sementara itu, Dandim 0604 Mura-Lubuklinggau-Muratara, Letkol Kav Dodi Syamsurizal menuturkan, Nusantara Poam gakpo 44 bisa digunakan sebagai racun api sekaligus penyubur tanaman.

Alat kimia ini sudah diaplikasikan di berbagai daerah di wilayah Indonesia. Kelebihan zat ini tidak memerlukan banyak air, waktu pemadaman relatif singkat, tidak mengandung sulfur dan aman lingkungan.

Selanjutnya, pihaknya menegaskan kepada seluruh masyarakat agar segera meninggalkan cara tradisional dalam membuka lahan dengan cara dibakar. Karena, aksi itu dapat merusak lingkungan dan memberikan dampak negatif lainnya. (snd)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

UPTD KPH Rawas Gelar Sosialisasi Tingkat Tapak Desa

Muratara, KoranSN Dinas Kehutanan Provinsi Sumater Selatan (Sumsel) melalui UPTD KPH Wilayah XIV Rawas menggelar ...

error: Content is protected !!