Home / Kesehatan / BPJS Kesehatan: Pemindai Sidik Jari Untuk Minimalkan Administrasi

BPJS Kesehatan: Pemindai Sidik Jari Untuk Minimalkan Administrasi

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia

Syukuran Hari Jadi Kota Palembang ke 1336 Tahun

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Posko mudik BPJS Kesehatan Karawang. (Foto-Antaranews)

Jakarta, KoranSN

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi protes Persi terkait pemindai sidik jari yang bertujuan untuk meminimalkan proses administrasi bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional.

“Kita perlu menyiapkan tools kedepan agar pelayanan kepada peserta menjadi lebih mudah, finger print ini kan menjadi bagian dari solusi untuk meminamilisir administrasi yang selama ini masih memiliki variasi di lapangan,” kata Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma’ruf dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (3/6/2019).

Menurut Iqbal, penggunaan alat pemindai sidik jari sudah dilakukan sejak 2018 untuk pasien hemodialisa atau cuci darah. Pada tahun ini penggunaan alat tersebut dikembangkan pada poli mata, poli jantung, dan rehabilitasi medik. Implementasinya dilakukan untuk rumah sakit yang sudah siap dengan alat tersebut.

Baca Juga :   Pria, Orgasme 350 Kali Dalam Setahun Bisa Bikin Umur Panjang

“Kita mendorong RS untuk bisa memastikan pelayanan kepada peserta JKN-KIS bisa berjalan dengan lebih baik,” kata Iqbal.

Dia mencontohkan proses administrasi untuk peserta program JKN masih bervariasi di lapangan tergantung rumah sakitnya, contohnya pihak RS yang meminta pasien menyiapkan fotokopi kartu BPJS Kesehatan yang sebenarnya tidak disyaratkan oleh lembaga penyelenggara program JKN itu.

“Kalau soal Persi, kita menghormati pendapat mereka, tetapi untuk tujuan yang lebih baik dan lebih besar tidak ada salahnya kita bersiap lebih awal. Kerja sama BPJS Kesehatan dengan RS bersifat mutual benefit, tentu semangatnya supaya pelayanan kepada peserta menjadi berjalan lebih baik,” ujar Iqbal.

Sebelumnya Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris dalam pemaparan kinerja BPJS Kesehatan tahun 2018 beberapa waktu lalu telah menjabarkan rencana digitalisasi seluruh program JKN yang dijalankan, termasuk penggunaan pindai sidik jari untuk peserta.

Baca Juga :   Doyan Makan Mie dan Ingin Tetap Sehat, Ikuti 3 Tips Ini

Penggunaan sidik jari dimaksudkan untuk meminimalkan kasus kepesertaan ganda yang bisa mengarah pada penyalahgunaan data peserta JKN, dan kecurangan atau fraud.

Iqbal juga menyinggung rekomendasi hasil audit laporan keuangan BPJS Kesehatan tahun 2018 oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan yang menyarankan untuk melakukan penyempurnaan pengelolaan data untuk pencegahan potensi fraud.

“Jangan lupa salah satu rekomendasi BPKP adalah upaya pencegahan, kalau hemodialisa bisa dijalankan mengapa untuk pelayanan lain tidak dilakukan,” jelas dia.

Iqbal menyatakan bahwa pembahasan mengenai penggunaan sidik jari dengan Persi akan direspon secepatnya.

“Konteks soal finger print jangan lupa juga Persi itu diundang dalam rapat-rapat sebelumnya. Hanya soal waktu saja, tanggapan surat persi dijawab sama BPJS kesehatan,” kata Iqbal. (Antara/ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Sunat Lebih Baik Dilakukan Pagi Hari, Mitos Atau Fakta?

MANFAAT sirkumsisi atau sunat bagi kesehatan tentu sudah tidak perlu diragukan lagi. Selain dianjurkan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.