Rabu , Oktober 24 2018
Home / Kota Musi / BPOM dan Dinkes Palembang Kesulitan Pantau Peredaran Formalin

BPOM dan Dinkes Palembang Kesulitan Pantau Peredaran Formalin

Ribuan tahu formalin dimusnahkan dengan dipendam di TPA Sukawinatan, Kamis (24/5/2018). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang tampaknya kesulitan memantau serta mencegah peredaran formalin di Kota Palembang, sehingga zat pengawet mayat tersebut banyak disalah gunakan untuk bahan pembuat tahu maupun mie kuning basah.

Hal tersebut terungkap saat BPOM Palembang bersama Dinkes Kota Palembang memusnahkan barang bukti 18.000 tahu formalin yang diamankan dari home industri tahu milik tersangka Atet di Jalan Sungai Itam Kelurahan Kemang manis Kecamatan IB II Palembang, di kawasan Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Sukawinatan Palembang, Kamis (24/5/2018).

Kepala BPOM Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan, formalin merupakan zat pengawet mayat yang tidak jual bebas di apotek-apotek. Untuk itulah dalam pemantauan dan pencegahan agar formalin tersebut tidak disalah gunakan hingga dijadikan bahan pengawet tahu harusnya dilakukan oleh instansi terkait.

“Apalagi formalin ini kan juga dijadikan bahan dalam pengelolahan kayu industri. Jadi pemantauannya harusnya dilakukan secara bersama-sama agar formalin kedepannya tidak lagi disalah gunakan hingga dijadikan bahan pembuat tahu dan mie kuning basah,” ungkapnya usai pemusnahan tahu formalin.

Baca Juga :   85 Santri Ikuti Musabaqah Baca Kitab Kuning

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Letizia mengaku heran para tersangka pembuat tahu formalin bisa mendapatkan formalin. Padahal, formalin tidak dijual bebas di pasar.

“Formalin ini kan untuk mengawetkan mayat jadi tidak dijual bebas, bahkan di apotek-apotek juga tidak menjual formalin. Namun masih saja para tersangkanya bisa mendapatkan formalin,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, barang bukti ribuan tahun formalin dimusnahkan dengan cara dipendam ke dalam lubang yang telah disiapkan di kawasan TPA Sukawinatan Palembang.

Terkait pemusnahan tahu formalin tersebut, Kepala BPOM Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan, ribuan tahu formalin tersebut diamankan dari home industri tahu milik tersangka Atet. Selain memusnahkan tahu formalin, dalam pemusnahan tersebut pihaknya juga memusnahkan 21 alat cetak tahu yang terbuat dari kayu serta sejumlah tempat tahu milik tersangka.

Baca Juga :   Kapolda Lantik Kapolres dan Pejabat Utama Polda Sumsel

“Pemusnahan barang bukti yang kami lakukan lantaran dalam waktu dekat kami akan melimpahkan berkas perkara tersangka Atet ke pengadilan. Dimana dalam kasus ini, tersangka Atet kami jerat dengan UU Pangan No 18 Tahun 2012 yang ancaman pidana kurungan 2 tahun penjara dan denda Rp 4 miliar,” ungkapnya.

Masih dikatakan Dewi, dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan pihaknya diketahui jika tersangka Atet yang sebelumnya ditangkap oleh BPOM dan pihak kepolisian, sudah hampir satu tahun memproduksi dan menjual tahu yang mengandung formalin.

“Selama satu tahun tersebut, tersangka Atet memasarkan tahu formalin yang diproduksinya di sejumlah pasar di Kota Palembang. Dengan terungkapnya kasus ini dan diproses hukumnya tersangka Atet maka kami berharap dapat menjadi efek jera agar kedepan tidak ada lagi home industri tahu yang memproduksi tahu dengan formalin,” tutupnya. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Kondisi Sungai Sebelah Camat SU I Hitam Pekat Penuh Sampah

Palembang, KoranSN Sungai mengering dikawasan Seberang Ulu (SU) I yang berada tepat disamping Kantor Camat ...

error: Content is protected !!