BSB Diminta Fokus Tingkatkan PAD Bagi Sumsel

Syaiful Fadli.
Syaiful Fadli.

Palembang, KoranSN

Bank SumselBabel (BSB) diminta untuk fokus meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) bagi Sumsel. Selain itu, BSB juga diminta untuk meningkatkan nilai asetnya agar dapat mencapai kelompok BUKU 3 atau total aset diatas Rp 5 triliun.

Hal ini diungkapkan Anggota Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Sumsel Syaiful Fadli, kemarin.

Pernyataan ini tidak terlepas dari pembahasan dan penelitian terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemprov Sumsel pada PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel dan Bangka Belitung yang sedang dilakukan oleh Pansus III DPRD Sumsel.

Menurut Syaiful, sesuai dengan pengelompokkan bank dilihat dari nilai asetnya, BSB masuk dalam kategori BUKU 2, karena nilai asetnya saat ini sebesar 1,9 triliun.

“Kita ingin mereka fokus dahulu meningkatkan nilai asetnya agar bisa mencapai BUKU 3, dan itu salahsatu indikatornya besaran kontribusi terhadap PAD,” kata Politisi PKS ini.

Baca Juga :   Komisi IV DPRD Sumsel Kunker ke Muratara

Untuk diketahui, berdasarkan nilai aset, bank dikelompokkan menjadi empat (BUKU), yakni BUKU 1 dengan modal inti sampai dengan kurang dari Rp 1 triliun, BUKU 2, Rp 1-Rp 5 triliun, kemudian BUKU 3, Rp 5 – Rp 30 triliun dan BUKU 4, dengan modal inti paling sedikit Rp 30 triliun.

“Bank Jabar salahsatu bank daerah yang masuk dalam BUKU 3. Oleh karena itu, kita studi banding kesana dan Banleg DPRD Jawa Barat,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Syaiful, sebelum memberikan persetujuan terhadap pernyertaan modal ke Bank SumselBabel, pihaknya akan meminta penjelasan terlebih dahulu tentang sumbangsih BSB ke Pemprov Sumsel.

Baca Juga :   Sumsel Kirim 40 Ton Bantuan Logistik Untuk Korban Banjir Bengkulu

“Kita minta Bank SumselBabel melengkapi dahulu data-data yang kita perlukan secara tertulis, agar kita dapat membuat kajian, apakah selama tiga tahun belakangan ini, sumbangsih BSB terhadap Sumsel ini naik, turun atau stagnan, biasa-biasa saja,” ungkapnya.

Jika kinerja BSB semakin membaik dalam waktu tiga tahun belakangan ini, kata Syaiful, bisa saja pernyertaan modal yang biasanya dilakukan per lima tahun sekali, diperpendek, setiap tiga tahun. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Pulang Kampung, Nazaruddin Ajak Masyarakat Musi Rawas Menangkan Paslon Bupati dan Wabup Ramah-Berarti

Palembang, KoranSN Tokoh Masyarakat Kabupaten Musi Rawas yang juga merupakan pensiunan Jaksa dan mantan Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.