Home / Headline / Buka Pijat Terapi di Palembang, 20 WNA Ilegal Diciduk

Buka Pijat Terapi di Palembang, 20 WNA Ilegal Diciduk

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia



Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Kepala Kantor Kemenkumham Sumsel Sudirman D Hury saat merilis tangkapan 20 warga negara asing. (foto/Ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel menciduk 20 warga negara asing (WNA) ilegal yang membuka pijat terapi di Ballroom Novotel Palembang. Puluhan WNA asal Negara Malaysia, Belgia, RRC dan Hongkong ini diamankan karena melanggar penggunaan pasport wisata yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan usaha komersial.

Ke-20 WNA yang diamankan tersebut terdiri dari 11 pria dan 9 wanita, mereka yakni; Leong Yann Kong alias Cris Lee selaku pimpinan pijat terapi dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey selaku pihak penunjuk jalan hingga para WNA tiba di Palembang.

Sedangkan untuk WNA lainnya berperan sebagai pekerja terapi, mereka yakni; Diong Cha Ying, Chin Guan Chian, Chap Lai Kin, Liew Jung Ting, Muhamad Eddi, Cho Jian Bin, Lee Yoon Shen, Widad, Cheong Siew Kiat, Lim Yoke Yean, Kahirul Azhar, Chan Kai Wen, Fong Chen Kin, Ng Mein Ming, Li On Ki, Hou Chun, Chan Wing Hong dan Lam Hoi Wing.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury, Kamis (10/1/2019) mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari pihaknya mendapati informasi jika ada puluhan WNA yang masuk ke Kota Palembang. Menindaklanjuti informasi tersebut kemudian dirinya melakukan operasi inteligen dengan sandi Musi Bergerak.

“Setelah tim kami turunkan melakukan penyelidikan, hasilnya diketahui jika puluhan WNA ilegal berada di suatu gedung yakni di ballroom Novotel Palembang. Setelah dicek, ternyata para WNA itu melakukan kegiatan usaha komersial, yakni pijat terapi. Dari itulah petugas melakukan pemeriksaan, dan ternyata pasport mereka hanya untuk wisata atau kunjungan, bukan pasport bekerja atau untuk melakukan kegiatan usaha. Dari itulah, 20 WNA tersebut langsung kami amankan,” ujarnya saat menggelar ungkap kasus di Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel Palembang.

Masih dikatakan Sudirman, saat diamankan para WNA itu baru satu hari melakukan kegiatan pijat terapi. Meskipun demikian, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika dalam satu hari tersebut sudah sekitar 100 lebih pasien yang mengikuti pijat terapi.

Baca Juga :   Empat Jam Gudang Sepeda Diamuk Api

“Pimpinan mereka ini Leong Yann Kong alias Cris Lee dan Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey. Dimana dalam melakukan trapi mereka menarik tarif Rp 4,5 juta untuk satu pasiennya. Bahkan para pasiennya bukan hanya warga Palembang saja, melainkan ada juga warga dari Pulau Jawa. Hal dikarenakan, sebelum mereka kami tangkap, para WNA ini sudah berhasil melakukan kegiatan terapi di Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan hingga saat mereka membuka di Palembang, mungkin pasien yang lama juga datang ke Palembang untuk mengikuti pengobatan pijat terapi. Namun baru satu hari mereka di Palembang, kami langsung melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Lebih jauh Sudirman mengatakan, adapun modus para WNA dalam mencari pasien yakni menggunakan sisitem online. Sehingga diamanapun WNA ini membuka tempat praktek maka akan didatangi oleh para pasiennya.

“Kini ke 20 WNA tersebut telah kami amankan untuk diajukan ke proses hukum hingga persidangan. Sebab dalam kasus ini para WNA ini telah melanggar Undang-Undang Imigrasi No. 06 yang ancaman pidananya 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta,” tegas Sudirman.

Bukan hanya itu lanjut Sudirman, untuk penyedia tempat yakni pihak Novotel Palembang juga dapat dikenakan proses hukum. Untuk itulah saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dengan akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Novotel.

“Dalam Pasal 117 UU Imigrasi jelas terungkap, jika pemilik penginapan atau pihak dari hotel yang menampung orang asing, ketika mereka akan dimintai keterangan tidak memberikan keterangan yang benar, dan atau tidak melaporkan bahwa ada orang asing di hotel itu, maka akan dikenakan pidana 3 bulan penjara dan denda ratusan juta. Untuk itulah, kami akan mendalami kasus ini dengan memanggil dan memeriksa pihak Novotel,” tegasnya.

Baca Juga :   Sejumlah Orang di Taman Bawah Ampera Dikejutkan Kedatangan Petugas Sabhara

Sementara Kellie Tan Mey Yean alias Mey Mey mengatakan, jika dirinya hanya berperan mengorganisir para WNA dan juga sebagai penujuk jalan dari Malaysia ke Indonesia.

“Kami semua merupakan teman, dan awalnya kami kumpul di Malaysia. Setelah itu barulah ke Jakarta dan terkahir ke Palembang. Saya ditunjuk sebagai penunjuk jalan, karena sudah sering berwisata ke Indonesia, tapi kalau ke Palembang, saya baru kali ini,” tutupnya.

Terpisah, Manager Front Office Novotel Palembang, Apandi membenarkan, jika beberapa hari yang lalu memang ada penyewaan ballroom namun dirinya tidak mengetahui persisi kegitan yang dilakukan.

“Mereka itu memang ada sewa di sini. Karena mereka WNA, maka tentunya kami melapor ke Imigrasi. Tapi saya tidak wewenang menjawabnya nanti saya koordinasikan dulu,” ungkapnya sembari meminta waktu untuk berkordinasi dengan menagemen.

Tak lama kemudian Director of Sales & Marketing Novotel Palembang, Mira didampingi Manager Front Office, Apandi kembali menemui wartawan. Dikatakan Mira, jika dirinya tidak bisa memberikan komentar.

“Kami tidak mengetahui hal ini. Mohon maaf saya tidak bisa komentar apa-apa, karena kami tidak mengetahui sama sekali dan itu bukan kapasitas kami menjawabnya,” ujarnya.

Disingung terkait Kemenkumham Sumsel akan melakukan pemanggilan terhadap pihak Novotel terkait diamankannya 20 WNA? Diungkapkan Mira, jika dirinya belum mengetahui hal itu.

“Kalau itu kami belum tahu dan kami belum ada kabarnya,” ucapnya.

Sedangkan Marketing Communication Novotel Palembang, Tata saat dihubungi enggan berkomantar terkait diamankannya 20 WNA yang melakukan pijat terapi di Balroom Novotel Palembang.

“Tadi kan sudah ditemui oleh Director of Sales & Marketing yakni Mira. Jadi, sama saja mas jawabannya,” tutupnya singkat. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

5 Komisioner KPU Palembang Ditetapkan Polresta Palembang Jadi Tersangka

  Palembang, KoranSN Polresta Palembang telah menetapkan lima Komisioner KPU Kota Palembang sebagai tersangka terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.