Home / Ekonomi / Bulog Sumsel Salurkan Beras Harga Rp 9.350/Kg

Bulog Sumsel Salurkan Beras Harga Rp 9.350/Kg

Jajaran Perum Bulog Divre Sumsel Babel saat hendak melepas truk yang membawa distribusi beras. (foto-ist)

Palembang, KoranSN

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik Divre Sumatra Selatan dan Bangka Belitung mulai menyalurkan beras medium Bulog seharga Rp9.350/Kg di wilayah kerja khusus Sumsel. Harga tersebut berbeda dengan di wilayah Bangka Belitung yang dijual Rp 9.850/Kg. Hal tersebut dikatakan Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Bakhtiar AS, kemarin.

Dijelaskannya, harga tersebut berbeda karena sistem pengolahan beras antara kedua provinsi. Di Sumsel, Perum Bulog Divre Sumsel menggandeng 7 mitra dalam pengolahan beras medium menjadi beras yang kualitasnya lebih baik. “Bukan itu saja, bahkan dalam sisi kemasan pun sudah sangat bagus dan disesuaikan dengan merek dari masing-masing mitra,”ujarnya.

Mitra yang digandeng Bulog dijelaskannya, yakni PT Buyung Putra Pangan, PT Belitang Panen Raya, PT Tunas Harapan, PT Usaha Tani, PP Posin, CV Jaya Prima, dan PT Usaha Baru. “Ketujuh mitra ini melakukan pengolahan kembali mutu beras menjadi lebih baik, kemudian dikemas, dicantumkan merek masing-masing. Namun tetap menyesuaikan ketentuan dimana lebel beras medium sesuai HET Rp9.450 per kilogram. Tapi dari pemerintah pusat, imbauan dari Kementerian Perdagangan untuk menurunkan harga jual menjadi Rp9.350,” jelasnya.

Beras yang sudah dikemas dikatakannya, akan dikirimkan dan disebarkan baik ke pasar tradisional melalui rekanan (agen/distributor) mitra, atau melalui operasi pasar. Sejak dulu Perum Bulog sudah melakukan operasi pasar, hanya saja saat ini kemasannya berbeda.

“Mitra harus bisa memastikan bahwa beras medium Bulog ini harus dijual ke tangan konsumen dengan harga Rp 9.350/Kg,”ujarnya.

Dituturkannya, sebagai tahap awal pendistribusian beras medium Bulog akan fokus pada 4 pasar tradisional yakni Pasar 16, Pasar Lemabang, Pasar Cinde dan Pasar KM 5 Palembang. Nanti selanjutnya, barulah beras ini akan disuplai keluar daerah dan tidak menutup kemungkinan hingga ke mal dan supermarket besar.

Mitra ditegaskannya, dilarang menjual melebihi HET dikarenakan beras medium yang dijual Bulog ke mitra diberikan dengan harga cukup rendah yakni Rp 7.300/Kg.

Untuk wilayah Sumsel ditambahkannya, pihaknya memasok beras kepada mitra dengan catatan maksimal 2.000 ton/minggu atau 8.000 ton/bulan. Sementara hingga saat ini, beras yang diminta oleh para mitra baru mencapai 2.555 ton.

“Kita sudah keluarkan 2.555 ton dari Desember hingga saat ini,” ujarnya sembari mengatakan, HET beras medium Bulog di Sumsel dan di Babel berbeda lantaran di Babel tidak melalui mitra.

Untuk pengolahan beras ini, di Babel langsung dilakukan oleh pemda setempat. Lagipula Babel bukanlah sentra produksi beras yang besar seperti di Sumsel.

Sejak Desember hingga sekarang dikatakannya, baru ada 500 ton beras medium yang disuplai untuk program ini. Pihaknya memberikan sekitar 300 ton/bulan untuk Babel. Namun jumlah tersebut bisa bertambah jumlahnya. “Untuk di Babel, kemasannya polos, tidak ada mitra sehingga tidak ada merek,”jelasnya.

Ditambahkannya, alasan disediakannya beras medium Bulog bukan karena harga yang mengalami kenaikan. Khusus Sumsel, beras medium cukup sulit ditemukan. “Untuk harga sebenarnya tidak masalah karena di Sumsel beras medium tercatat masih Rp 9000-Rp 9500/Kg. Masalahnya adalah beras medium ini langka,” pungkasnya. (ima)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Dijodohin, Ayu & Dio Berakhir di Pelaminan

JODOH, Maut dan Rezeki adalah rahasia Allah. Begitulah yang terjadi dengan pasangan Raden Ayu Eka ...

error: Content is protected !!