Bupati Askolani Resmi Lamar Sri Fitrianti

Kedatangan H Askolani beserta keluarga besar pada prosesi lamaran di jalan macan kumbang Palembang. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

BUPATI Banyuasin H Askolani Jasi, SH MH resmi meminang seorang dokter Puskesmas, dr Sri Fitrianti, yang berlangsung di kediaman Sri Fitrianti di Jalan Macan Kumbang 1 No 32 A Kelurahan Demang Lebar Daun Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, Kamis (13/6/2019).

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Banyuasin Slamet Sumosentono dan seluruh FKPD Banyuasin, Sekda Sumsel Nasrun Umar bertindak sebagai juru bicara keluarga Askolani, Ketua DPD PDI Perjuangan HM Giri Ramanda, keluarga dan orang tua dari H Askolani.

Prosesi diawali dengan penuturan maksud kedatangan keluarga Askolani oleh Nasrun Umar. Menariknya, kalimat-kalimat lamaran diucapkan dengan cara berpantun, begitu pula balasan lamaran dibalas dengan pantun oleh juru bicara keluarga wanita yakni Kaharudin Azis.

Kemudian kedua juru bicara keluarga saling bertukar tepak sirih yang dibawa masing-masing keluarga untuk dicicipi sebagai tanda lamaran diterima. Setelahnya dr Sri Fitrianti keluar menemui rombongan keluarga dan langsung dilakukan ‘seserahan gegawaan’ (penyerahan mahar).

Lalu pada prosesi bertukar cincin Ibunda Askolani yakni Hudayah memasangkan cincin di jari dr Sri Fitrianti dan pemasangan cincin di jari Askolani dilakukan oleh Maizoh selaku ibunda dr Sri Fitrianti.

“Yang kita rasakan ini suatu kebahagian yang luar biasa, tidak henti-hentinya saya berterima kasih kepada kedua orangtua, mertua, anak-anak, teman, sahabat yang telah mendukung dan merestui, alhamdulilah hari ini prosesnya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan apapun,” kata Askolani usai prosesi lamaran.

Baca Juga :   Jadi Irup HUT Bhayangkara, Askolani Apresiasi Kinerja Polri
Bupati Banyuasin H Askolani Jasi, SH MH saat meminang dr Sri Fitrianti. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Ia mengatakan, setelah proses lamaran, disepakati pelaksanaan akad nikah pada 28 Juni pukul 14.00 WIB di kediaman dr Sri Fitrianti, kemudian pada tanggal 30 Juni digelar resepsi pernikahan di Hotel Whyndam Kabupaten Banyuasin dimulai pukul 08.00 WIB, dan selanjutnya, prosesi ngunduh mantu dilakukan pada tanggal 6 Juli di Pangkalan Balai, Banyuasin.

Pada prosesi ngunduh mantu kata Askolani, akan ditampilkan adat Banyuasin, salah satunya timbang kepala kerbau, tanjidor dan arak-arakan.

“Kepada masyarakat Banyuasin, kami memohon doa dan dukungan atas rencana pernikahan kami tanggal 28 Juni nanti,” ujar Askolani.

Dalam kesempatan itu, Askolani sedikit bercerita tentang pertemuaannya dengan dr Sri Fitrianti. Ia mengaku mengenal Sri sudah sejak lama, saat Sri duduk di kelas 1 SMP. Saat itu, ia maupun almarhumah istrinya, Heryati merupakan teman kerja dari ayahanda Sri Fitrianti.

“Kemudian, ketemu kembali pada saat saya kunjungan kerja di Puskesmas tempatnya bekerja di kecamatan Muara Telang, disana kan ada selfie-selfie, dia malu malu mau selfie dengan saya, tapi saya juga ada terasa di bathin, mungkin kontak dari awal situ, hari demi hari berjalan dengan kesibukan masing-masing, tapi komunikasi tetap lanjut, kami saling bertukar nomor Hp,” ungkap Askolani.

Tak Pernah Pacaran dan Jalan Bareng

Menariknya, dalam kisah cinta Askolani dan Sri Fitrianti ini, Askolani mengaku tidak pernah melalui proses pacaran maupun jalan bareng.

Baca Juga :   Hari Ini Bupati Banyuasin H Askolani Lamar Dokter

“Saya tidak pernah pacaran dengan Fitri, saya bilang pacaran dengaan anak-anak saja, kalau anak-anak setuju saya juga setuju. Saya juga tidak pernah jalan bareng,” ujarnya.

Sementara itu, calon mempelai, dr Sri Fitrianti mengaku sangat bahagia dengan lamaran Bupati Askolani. Ia yakin mampu menyesuaikan diri dengan status Askolani sebagai Bupati Banyuasin.

“Saya sangat bahagia, Pak Askolani ini romantis,” kata Sri yang pernah menjadi juara 2 drag race balap mobil di Kota Palembang ini.

Putra sulung Askolani, M. Syarif Hidayatullah yang hadir dalam prosesi lamaran mengaku sangat mendukung keputusan ayahnya untuk menikah kembali.

“Saya senang dan bangga, kalau ayah saya senang saya senang. Selama ibu wafat, ayah saya susah sekali, selain ngurus keluarga, ayah ngurus rakyat juga,” ujarnya.

Untuk diketahui, istri pertama Askolani, Heryati, wafat pada hari Kamis 18 September 2018. Dari pernikahan tersebut Askolani dikaruniai lima orang anak yakni M Syarif Hidayatullah A.P, Nabila Askolani Putri, Siti Aisyah Askolani Putri, Nadira Askolani Putri, dan Nurul Khoirul Nisa Askolani Putri.

Sementara dr Sri Fitrianti merupakan putri dari pasangan Nur Wahid dan Maizoh, sehari-hari dikenal sebagai seorang dokter yang cukup lama bertugas di Puskesmas Kecamatan Muara Telang Banyuasin. (sir/adv)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pemkab Banyuasin Rekrut 140 PPL

Banyuasin, KoranSN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin merekrut 140 Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), yang merupakan putra …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.