Bupati Askolani: Terima Kasih, Petani dan PPL Banyuasin Luar Biasa

Bupati H Askolani saat menuju ke lokasi panen padi. (foto-ist)

BUPATI Banyuasin H Askolani menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada para petani yang tanpa lelah menggarap sawah-sawah mereka, sehingga Banyuasin berhasil menjadi produsen beras nomor 4 nasional. Nomor satu di Pulau Sumatera dan Nomor 1 di Provinsi Sumatera Selatan.

Orang nomor satu di Banyuasin ini juga, tidak lupa memberikan apresiasi yang tinggi kepada para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selalu setia mendampingi para petani dalam memberikan pengarahan dengan ilmu-ilmu pertanian yang modern, sehingga bisa berhasil seperti saat ini.

“Banyuasin bisa jadi lumbung beras nomor 4 nasional karena kerja keras petani dan PPL di lapangan, maka saya ucapkan terima kasih, kalian luar biasa. Terus semangat untuk kejar target kita sebagai produsen beras nomor 2 bahkan nomor 1 nasional, “kata Bupati Askolani dalam acara Panen Padi IP200 dan Gerakan Percepatan Olah Tanah Dan percepatan Tanam di Desa Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang, Minggu (26/7/2020).

“Penghargaan ini, saya dedikasikan kepada para petani dan PPL se Kabupaten Banyuasin,” ucapnya penuh semangat.

Dikatakan Bupati Askolani, lahan sawah yang dilakukan panen tersebut merupakan lahan hasil optimalisasi program Serasi Petani Bangkit, dimana dalam setahun dua kali panen. Luas tanam IP200 untuk di Desa Sumber Makmur Kecamatan Muara Padang saja seluas 150 hektar, dari luas tanam 6.974 hektar se Kecamatan Muara Padang, dan yang dipanen hamparannya seluas 25 hektar dan yang persiapan untuk di panen masih sekitar 35 hektar.

Baca Juga :   Bupati Aswari Dukung Sensus Ekonomi di Lahat

“Lahan IP200 yang dipanen seluas 150 hektar, semuanya lokasi Program Optimalisasi Lahan SERASI 2019. Artinya lokasi Serasi 2019 di Desa Sumber Makmur semua bisa tanam IP200,” kata mantan pimpinan DPRD Banyuasin dua periode 2009-2018 ini.

Secara keseluruhan tambah Bupati Askolani sudah 60.569 hektar lahan telah di tanam dua kali setahun dari luas tanam tahun 2019 213.218 hektar, Dengan rincian. lahan Pasang Surut IP200 58.007 hektar dan Sawah lebak IP200 2.562 hektar.

“Luas tanam dua kali panen setahun ini terus akan ditingkatkan melalui program Serasi Petani Bangkit, termasuk IP300 yang baru sekitar 36 hektar akan terus diptimalkan dengan sentuhan teknologi tepat guna,” katanya.

Bupati H Askolani, mengatakan dengan program SERASI terbesar di Indoensia, Kabupaten Banyuasin berhasil mengoptimalkan lahan rawa menjadi lahan persawahan padi yang produktif. Banyuasin memiliki luas panen padi 208,598 hektar, sehingga produksi padi sebesar 905.846 ton GKG dan produksi beras sebesar 519.684 ton pada musi tanam 2019.

Potensi ini masih bisa ditingkatkan, luas lahan baku sawah 174.371 hektar dengan luas tanam 2019, 213.813 hektar terdiri dari lahan pasang surut 148.658 hektar, (IP100 90.151 Ha, IP200 58.007 Ha, IP300 36 Ha), lahan rawa lembak 25.713 hektar (IP100 21.279 Ha, IP200 2.562 Ha).

Baca Juga :   KPUD OKU Selatan Distribusikan Logistik Pemilu di DP III

“Ada empat kecamatan potensial yang masih bisa dikembangkan secara optimal, Kecamatan Rantau Bayur, Rambutan, Tungkal Ilir dan Selat Penuguan,” terangnya.

“Target kedepan, luas tanam 213.813 hektar tahun 2019 dan tahun 2020 akan dapat tercapai seluas 263.368 hektar tahun 2020, sehingga luas panen dan produksi akan meningkat menjadi 1.309,598 ton GKG atau setara 750.399 ton untuk menjaga lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

Hadir dalam Panen Raya ini, Kadis Pertanian Provinsi Sumsel, Sekda HM Senen Har, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kab Banyuasin Zainudin, Anggota DPRD Banyuasin Arisa Lahari, Camat Muara Padang Firdaus Har, Kapolsek Muara Padang dan Danramil. (adv/sir)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bank Sumsel Babel Kurbankan 20 Ekor Hewan Kurban

SEBAGAI wujud rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT, pada perayaan Idul Adha 1441 H …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.