Home / Advetorial / Bupati Banyuasin H Askolani Jadi Narasumber Teras Ombudsman

Bupati Banyuasin H Askolani Jadi Narasumber Teras Ombudsman


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Bupati Banyuasin, H Askolani SH MH foto bersama usai menjadi narasumber dalam acara Teras Ombudsman. (foto-ist)

Banyuasin, KoranSN

Bupati Banyuasin, H Askolani SH MH, Kamis (14/3/2019) menjadi narasumber dalam acara Teras Ombudsman di Kantor Ombudsman Perwakilan Sumsel Jalan Radio No 2 Palembang.

Dalam acara yang mengusung topik Potret Pelayanan Publik di Sumsel ini, selain Bupati Banyuasin juga hadir sebagai narasumber yakni Prof Adrianus Meliala (Anggota Ombudsmen RI), Prof Dr Edwar Juliarta MM (Asisten III Pemprov Sumsel) dan M Adrian Agustiansyah SH M. Hum (Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumsel).

Bupati H Askolani mengatakan, salah satu layanan yang menjadi perhatian khusus Pemkab Banyuasin yakni pembuatan e-KTP serta administrasi kependudukan, seperti akta kelahiran dan Kartu Keluarga (KK). Dimana mulai tahun 2019 untuk mempermudah masyarakat mendapat layanan maka semuanya ditempatkan di Kantor Camat hingga warga tidak perlu datang ke Kota Pangkalan Balai.

“Selama ini proses pembuatan e-KTP dan administrasi kependudukan dilayani di Kantor Disdukcapil, ini sangat menyulitkan dan memberatkan masyarakat. Mengingat, letak geografis kita yang tersebar di daratan dan perairan, sangat jauh butuh waktu dan biaya yang cukup mahal. Maka setelah dilantik 18 September, saya langsung panggil Kadisdukcapil Pak Suakani, dan saya tekankan bisa nggak layanan e-KTP langsung dilayani di Kantor Camat, dan Alhamdulillah tahun 2019 semua layanan e-KTP dan administrasi kependudukan bisa dilayani di 21 kecamatan. Bahkan semuanya sudah dibentuk unit layanan lengkap dengan petugasnya,” katanya.

Baca Juga :   Wong Palembang Terima Brevet Hiu Kencana di Kapal Selam RI yang Baru

Tidak hanya itu, untuk mempercepat proses layanan e-KTP ini terang Askolani, Dinas Dukcapil juga menurunkan tim khusus jemput bola untuk melakukan perekaman dan cetak e-KTP ke desa-desa, sekolah-sekolah dan kelompok-kelompok pengajian. Ini juga guna mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu 2019.

Layanan publik lain yang juga menjadi perhatian khusus lanjut Askolani, layanan kesehatan masyarakat. Dimana untuk mendukung program Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera, ada program Banyuasin Sehat, dimana mulai tahun 2019 sudah diterapkan dokter dan para medis keliling ke desa-desa untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Layanan kesehatan ini gratis bagi masyarakat miskin, untuk berobat di Puskesmas masyarakat cukup tunjukan e-KTP, sedangkan untuk rujukan ke RSUD biayanya ditanggung pemerintah dengan bekerjasama dengan BPJS. Jadi asuransi warga miskin di tanggung Pemerintah Kabupaten Banyuasin, seperti pasien atas nama Satria balita yang tidak memiliki anus, itu pengobatannya di Jakarta dan semua biayanya di tanggung Pemkab Banyuasin,” ungkapnya.

Terhadap petugas medis jelas Askolani, dirinya selalu mengingatkan untuk melayani dengan hati. Ia tidak mau mendengar ada keluhan masyarakat karena buruknya layanan.

“Persyaratan administrasi itu nomor dua, yang didahulukan adalah perawatan pasien. Pasien datang ke rumah sakit kurang syarat nggak bawa KTP dan BPJS lalu disuruh pulang, saya nggak mau seperti ini. Layani dulu pasien yang sakit, dan keluarganya baru melengkapi syarat. Dan Alhamdulillah keluhan masyarakat sudah jauh berkurang, kini layanan sudah semakin baik,” jelasnya.

Baca Juga :   Pembukaan Karya Bakti TMMD Khidmat *Buka Akses Jalan Sepanjang 16 KM

Sedangkan terkait pelayanan pendidikan, pada tahun 2019 ini Pemkab Banyuasin menganggarkan Rp 135 miliar untuk menambah insentif para guru honor yang bertugas di daerah terpencil, terluar dan terdepan di berbagai pelosok Kabupaten Banyuasin.

“Ini saya utamakan, karena hampir 60 persen guru yang mengajar di wilayah pedalaman Kabupaten Banyuasin adalah guru honor, kadang PNS nya cuma kepala sekolah, maka saya dorong semangat mereka dengan menambah dana insentif bagi para guru-guru ini,” paparnya.

Selanjutnya yang menjadi perhatian adalah layanan air bersih. Ini juga menjadi persoalan, karena kondisi PDAM Tirta Betuah yang boleh dibilang dalam kondisi sakit dan perlu penyehatan segera. Untuk itu langka yang telah diambil dengan minta pendampingan dari Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM).

“Dan saat ini kami tengah melakukan seleksi terbuka untuk calon Direktur PDAM Tirta Betuah, ini langka tepat untuk mencari sosok profesional yang kita harapkan akan mampu menyehatkan PDAM Tirta Betuah, sehingga bisa melayani masyarakat dengan baik,” tandasnya. (sir/adv)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Festival Anak Yatim dan Dhuafa di Muara Enim Berlangsung Semarak dan Meriah

PELAKSANAAN Festival Anak Yatim dan Dhuafa yang digelar Pemerintah Kabupaten Muara Enim yang dipusatkan di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.