Bupati-Dewan Tandatangani RPJMD 2017-2022

Bupati Muba, H Dodi Reza Alex menghadiri rapat paripurna masa persidangan III rapat ke 38 dalam rangka Pembacaan Hasil Pembahasan Panitia Khusus DPRD Muba terhadap Raperda RPJMD Muba tahun 2017-2022. (foto-ist)

Sekayu, KoranSN

Panitia Khusus (Pansus) DPRD Musi Banyuasin (Muba) menerima dan menyetujui Raperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2017-2022, untuk kemudian ditetapkan menjadi Perda sebagai pedoman dan arah kebijakan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Muba. Persetujuan itu, dilanjutkan dengan penandatanganan bersama antara Bupati Muba, Dodi Reza Alex dan pimpinan DPRD Muba.

Persetujuan tersebut disampaikan oleh juru bicara masing-masing Pansus, yakni dari Pansus I, Merry, Pansus II disampaikan oleh Amir Husin, dan Pansus III oleh Bahrul dan Ahmadi, pada rapat paripurna masa persidangan III rapat ke-38, Senin (16/10/2017).

“Keberhasilan pelaksanaan RPJMD pada setiap perangkat daerah Kabupaten Musi Banyuasin bergantung kepada partisipasi, sikap mental, semangat, ketaatan, disiplin serta kejujuran aparat dukungan dari pimpinan daerah dan seluruh perangkat daerah Kabupaten Musi Banyuasin juga menentukan keberhasilan pelaksanaan RPJMD,” kata juru bicara Pansus I, Merry.

Baca Juga :   Waspada! Masih Ada Tahu Berformalin di Banyuasin

Menurutnya, untuk mewujudkan RPJMD tersebut perlu dilakukan solusi dan inovasi serta terobosan-terobosan dalam program dan kegiatan yang harus dilakukan oleh perangkat daerah dalam mewujudkan Muba Maju Berjaya 2017-2022.
Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex mengatakan penyusunan RPJMD menggunakan 4 pendekatan, yaitu pendekatan teknokratis, partisipatif, dokumen top down dan bottom up serta pendekatan politis.

“Pendekatan teknokratis merupakan proses penyusunan RPJMD ini melalui suatu metode dan kerangka berfikir ilmiah guna memperoleh pengetahuan secara sistematis terkait perencanaan pembangunan berdasarkan data dan informasi serta analisa ilmiah,” terangnya.

Ditambahkannya, khusus indikator makro kinerja daerah yang setiap tahunnya dievaluasi oleh Gubernur Sumsel meliputi pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, indeks pembangunan manusia dan tingkat pengangguran terbuka telah diproyeksikan dalam RPJMD.

“Dari keempat indikator makro tersebut tingkat kemiskinan di Muba harus mendapat perhatian khusus kedepannya karena angkanya dibawah capaian rata-rata provinsi,” ucapnya.

Baca Juga :   PWI Muara Enim Gelar Lomba Mancing

Diakhir sambutannya Dodi mengucapkan terhadap masukan baik berupa saran, kritikan, usulan maupun himbauan bagi pemerintah kabupaten Muba yang menjadi pertimbangan untuk melakukan perbaikan sehingga saat diimplementasikan dapat lebih fokus, tepat sasaran, efektif dan efisien maka Muba Maju Berjaya 2022 dapat diwujudkan bersama.

“Terima kasih kepada pimpinan DPRD, fraksi-fraksi dan pansus yang telah banyak memberikan pandangan, pemikiran dan masukan dalam rapat-rapat pembahasan sehingga hari ini RPJMD dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah,” tutupnya. (tri)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati OKI, Mahasiswa dan Petani Cari Solusi Konflik Lahan & Bansos Covid-19

Kayuagung, KoranSN Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H Iskandar SE menggelar dialog dengan perwakilan mahasiswa …