Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar Segera Disidang

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/10), mengenai pengadaan mobil dinas jabatan di lingkungan KPK. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan barang bukti dan lima tersangka dalam kasus suap terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur Tahun 2019-2020 ke penuntutan agar dapat segera disidangkan.

Lima tersangka, yakni Bupati Kutai Timur Nonaktif Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria yang juga istri Ismunandar, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kutai Timur Suriansyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kutai Timur Aswandini, dan Kepala Badan Pendapatan Daerah Kutai Timur Musyaffa.

“Hari ini, penyidik KPK melaksanakan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti tersangka Ismunandar dan kawan-kawan kepada JPU (Jaksa Penuntut Umum). Sebelumnya, berkas perkara para tersangka tersebut telah dinyatakan lengkap (P21),” ucap Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga :   Alami Tabrak Lari Dump Truck, Petani Kritis

Penahanan untuk lima orang itu menjadi kewenangan JPU selama 20 hari, terhitung 27 Oktober 2020 sampai 15 November 2020.

“Ismunandar di Rutan KPK Kavling C1, Encek Unguria Riarinda Firgasih di Rutan KPK Gedung Merah Putih, Musyaffa di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, Suriansyah di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur, dan Aswandini Eka Tirta di Rutan KPK Kavling C1,” kata Ali.

Dalam waktu 14 hari kerja, lanjut dia, JPU akan segera melimpahkan berkas perkara lima orang itu ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Persidangan diagendakan digelar di Pengadilan Tipikor Samarinda.

“Selama proses penyidikan telah dilakukan pemeriksaan sebanyak 69 orang, diantaranya para ASN di Pemkab Kutai Timur dan pihak swasta,” ucap Ali.

Baca Juga :   Ratusan Begal dan Pelaku Kejahatan Jalanan di Palembang Ditangkap

Kelimanya merupakan pihak penerima suap dalam kasus tersebut. Sementara dua tersangka selaku pemberi suap saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Samarinda, yakni Aditya Maharani selaku kontraktor dan Deky Aryanto selaku rekanan.

Dalam tangkap tangan kasus tersebut, ditemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Kembali Panggil Komisaris PT RPI Terkait Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (1/3/2021) kembali memanggil Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.