Home / Pagaralam / Buron Tiga Tahun, Pembunuh Endik Salon Diringkus

Buron Tiga Tahun, Pembunuh Endik Salon Diringkus

Ilustrasi,boron tiga tahun,pembunuh endrik salon diringkus
Pagaralam,KoranSN
Setelah tiga tahun menjadi buruan dalam kasus pembunuhan akhirnya Dedi Sarito (25), warga Jalan Belakang Obak Kelurahan Beringin Jaya Kecamatan Pagaralam Utara, mengakhiri pelariannya setelah diringkus aparat kepolisian Satreskrim Polres Pagaralam, kemarin (13/4/2016) di Palembang.

Informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, penangkapan kepada tersangka kasus pembunuhan terhadap korban Hendi Gunawan alias Endik bin M Toyib warga Bedeng Jakarta, Kampung Melati, Kelurahan Besemah Serasan Kecamatan Pagaralam Selatan yang sehari-hari bekerja Salon ini, tidaklah gampang.

Lantaran tersangka selama dalam pelarian terus berpindah-pindah menghindari kejaran petugas. Barulah, kemarin tim buser dipimpin kanit Pidum Aiptu Yopi Maswan yang dua hari melakukan pengintaian setelah diketahui keberadaannya di kawasan Tulang Bawang, Kecamatan Perumnas Sako, Palembang langsung diringkus.

Saat itu, tersangka yang sedang berjualan es dawet (cendol, red) sempat hendak kabur, tak ingin buruannya kabur. Petugas pun terpaksa memuntahkan timah panas dari moncong senpi hingga mengenai kaki kiri, tersangkapun langsung tersungkur.

Baca Juga :   Warga Pagaralam Heboh, Air Sumur Mengadung Minyak

Kapolres Pagaralam AKBP Hendra Gunawan Sik Msi melalui Kasat Reskrim AKP Rahmad Kusnedi SKom mengatakan, penangkapan kepada tersangka Dedi setelah melakukan pengembangan di lapangan atas Laporan Polisi No: LP/ B-67 /IV/2013/SUMSEL/Res Pga, tertanggal 25 April 2013 silam.

“Tersangka Dedi sebelumnya sekitar Maret hendak ditangkap namun tidak berhasil karena kabur keluar kota. Namun, pada Rabu setelah melakukan pengintaian selama dua hari dia berhasil kita ringkus saat berjualan di pinggir jalan,” kata Rahmat Kusnedi.

Dibeberkannya, tersangka Dedi merupakan salahsatu pelaku pembunuhan terhadap pemuda yang memilki usaha salon. Perbuatan sadis dilakukannya pada 23 April 2013 silam. Korban dihabisi secara sadis dengan dipukul bagian kepala menggunakan bodem. Dalam keadaan tak berdaya, korban kemudian ditusuk dengan sajam oleh rekan tersangka, yakni Wido. Kedua pelaku kemudian berhasil membawa kabur motor, Hp, uang milik korban.

“Wido pertama kali kita tangkap, rekan tersangka Dedi ini sempat melarikan diri ke Tanggerang, Jakarta. Saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Nusakambangan, setelah di vonis hakim 18 tahun penjara,” ujar Rahmat Kusnedi seraya, tersangka Dedi terancam dijerat Pasal berlapis yakni Pasal; 340, 339, dan 365 KUHP dimana tersangka melakukan pembunuhan berencan dan melakukan pencurian, dengan ancaman seumur hidap, atau minimal 20 tahun penjara.

Baca Juga :   Longsor Timbun Jalan Lematang Indah Pagaralam

Sementara pengakuann tersangka Dedi, selama dalam pelarian dirinya hidup berpindah-pindah dan beralih-alih profesi selama di Palembang. “Setelah membunuh dia (Endik, red) aku lari ke Palembang. Di sano aku bepindah-pindah, aku kerjo di kandang ayam di KM 7, jadi kuli bangunan. Terakhir aku berjualan Es Dawet di Tulang Bawang, Palembang,” ujar tersangka seraya mengatakan, terakhir aku tinggal di daerah Sukamaju Kecamatan Sako, Palembang ini.

Ditanya aksi pembunuhan yang dilakukannya, tersangka Dedi mengaku, dia yang memukul kepala Endik dengan Bodem. “Namun yang  menusuk pisau saya tidak tahu siapa,” kata dia. (asn)

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

Kapolres Pagaralam Resmikan Lapangan Tembak ‘Parama Satwika 98’

Pagaralam, KoranSN Kapolres Pagaralam AKBP Trisaksono Puspo Aji meresmikan Lapangan Tembak ‘Parama Satwika 98’ di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.