Buronan Pembacok Muslim di 1 Ilir Ditangkap

Arpani tersangka yang membacok korban Muslim saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menangkap Arpani (31), warga Jalan PSI Lorong Kedukan II Palembang yang merupakan buronan kasus pembunuhan korban Muslim (40), yang terjadi di Jalan Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir Palembang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan didampingi Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi, Minggu (26/7/2020) mengatakan, dengan tertangkapnya tersangka maka para pelaku penembakan dan pembacokan korban semuanya telah berhasil ditangkap. Sebab, sebelumnya tiga pelaku, yakni; Deni Afriadi (36), Mukroni (49), dan Retno Herlambang (21) telah lebih dulu diringkus.

“Untuk tersangka Arpani ini kita tangkap Sabtu sore kemarin (25/7/2020). Kini tersangka telah diamankan di Polda Sumsel guna pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dalam kasus ini tersangka Arpani berperan membacok korban dengan senjata tajam, yang kemudian kepala dan paha korban ditembak oleh tersangka Deni Afriadi yang telah lebih dulu ditangkap.

“Arpani ini adik kandung dari Deni Afriadi. Jadi keduanya kakak adik, motifnya ya seperti yang telah disampaikan sebelumnya, yakni karena pelaku dendam sebab keluarganya sering diancam dan diteror karena kakak tiri tersangka ada hutang senilai Rp 100 juta,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dari hasil pemeriksaan para tersangka diketahui jika sebelum penembakan dan pembacokan korban terjadi, tersangka Deni Afriadi menyuruh adiknya yakni tersangka Arpani mencari keberadaan korban.

“Setelah keberadaan korban diketahui, barulah tersangka Deni Afriadi dan Arpani menyusun rencana hingga menyiapkan senjata api rakitan dan senjata Sajam yang mereka gunakan untuk membunuh korban. Selain itu mereka juga mengajak dua rekannya yang berperan membawa sepeda motor, yaitu tersangka Mukroni (49), dan Retno Herlambang (21). Jadi, kasus penembakan dan pembacokan korban ini sudah direncanakan oleh pelaku,” paparnya.

Baca Juga :   Warga Eks Gafatar Palembang Terpikat Janji Hidup yang Lebih Baik dan Sejahtera

Dilanjutkannya, ketika di TKP keempat tersangka memiliki peran masing-masing. Untuk tersangka Mukroni dan Retno Herlambang yang membawa sepeda motor menunggu di atas kendaraan mereka.

“Sementara tersangka dan Arpani saat di TKP langsung turun dari sepeda motor, lalu keduanya menembak dan membacok korban. Kini para pelaku telah berhasil kami tangkap dan telah diamankan di Polda Sumsel untuk proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.

Sementara tersangka Arpani mengakui jika saat kejadian dirinya membacok korban dengan senjata tajam.

“Hanya sekali saya membacok korban yakni membacok tangannya. Setelah itu kakak saya Deni Afriadi menembak korban,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika dirinya sengaja membawa senjata tajam jenis celurit untuk menjaga diri saat mendatangi korban di lokasi kejadian.

“Sebenarnya kami tidak ada niat membunuh korban. Namun dikarenakan saat kami dekati korban seperti mau mencabut sesuatu dari balik bajunya, makanya saya dan kakak saya melakukan hal itu,” terangnya.

Lanjut tersangka, pembunuhan korban terjadi juga dilatarbelakangi karena ia dan kakaknya kesal kepada korban, yang sering mengancam keluarganya terkait hutang uang Narkoba kakak iparnya.

“Sebenarnya kami tidak tahu menahu soal hutang itu, kami hanya kesal keluarga kami dan ibu saya sering diancam dan diteror. Dari itulah kami mencari dan mendatangi korban. Usai kejadian barulah saya menyesal dan merasa bersalah telah melakukan pembunuhan itu,” pungkas tersangka.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan, jika pihaknya saat ini melakukan penyelidikan terkait pengakuan tersangka yang menembak dan membacok korban Muslim di 1 Ilir yang berlatarbelakang hutang pembelian Narkoba sebesar Rp 100 juta.

Baca Juga :   Helmi Yahya, Percha, Kuryana Aziz, Heri Amalindo & A Wazir Mawardi Diperiksa di RSMH Palembang (Foto)

Menurutnya, untuk empat tersangka penembakan dan pembacokan korban kini semuanya telah berhasil ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel. Dari hasil pemeriksaan memang ada dua tersangka yang merupakan kakak adik mengaku jika pembunuhan korban dilakukan lantaran kesal, karena keluarganya kerap diancam dan diteror terkait hutang pembelian Narkoba.

“Oleh karena itulah saat ini kami melakukan penyelidikan terkait keterangan tersangka tersebut. Dan tentunya info tersebut kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Disingung apakah dalam kasus ini ada keterkaitan bandar Narkoba di Kota Palembang? Dikatakannya, untuk hal tersebut pihaknya juga masih melakukan penyelidikan.

“Dalam penyelidikan ini semua informasi dan keterangan dari tersangka yang telah ditangkap Ditreskrimum Polda Sumsel kami dalami,” tandasnya.

Sedangkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan mengungkapkan, jika pihaknya memang telah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, terkait pengakuan tersangka yang mengaku pembunuhan korban dilatarbelakangi hutang Narkoba sebesar Rp 100 juta.

“Jadi, untuk kasus Narkoba nya kami telah berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, tim gabungan dari Jatanras Polda Sumsel, Sat Reskrim Polrestabes Palembang dan Polsek IT II, Sabtu dini hari (25/7/2020) telah menangkap tiga tersangka dari empat pelaku penembakan dan pembacokan korban Muslim. Adapun tiga tersangka yang ketika itu lebih dulu ditangkap, yakni Deni Afriadi, Mukroni dan Retno Herlambang. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Ahmad Tewas di Atas Tiang Listrik

Palembang, KoranSN Ahmad Sobri (70), warga Jalan Abi Kusno Cs Lorong Anggrek Kelurahan Kemang Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.