Home / Lacak / Buronan Pembunuh Driver Taksi online Bersembunyi di 4 Kabupaten Jawa Tengah

Buronan Pembunuh Driver Taksi online Bersembunyi di 4 Kabupaten Jawa Tengah

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (12/4/2018) mengatakan, selama menjadi buronan hingga tewas tertembak oleh anggota kepolisian, Hengki Sulaiman (21) yang merupakan pelaku pembunuhan dan perampokan sadis driver taksi online Tri Widyantoro, bersembunyi di empat kabupaten di Jawa Tengah.

Diungkapkan Kapolda, empat kabupaten tersebut yakni; Tegal, Kendal, Semarang, Wonosobo dan terakhir di lokasi tertembaknya pelaku yakni di Brebes.

“Jadi di empat kabupaten ini pelaku Hengki selalu berpindah-pindah untuk bersembunyi agar tidak tertangkap oleh anggota kita. Namun, meski pelaku selalu pindah-pindah dalam persembunyiannya, kami terus memonitor keberadaannya. Sehingga saat dilakukan penyergapan di Brebes, Hengki terpaksa diberikan tindakan tegas lantaran mencoba melawan dan hendak melarikan diri,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolda, dirinya berkomitmen untuk para pelaku kejahatan sadis seperti pelaku Hengki dipastikan akan tertangkap anggota kepolisian Polda Sumsel hidup atau mati.

“Saya tegaskan, para pelaku Curas (pencurian dan kekerasaan) yang sadis hingga membuat korbannya tewas maka pelakunya akan kami kejar dan kami tangkap hidup atau mati,” tegasnya.

Lanjut Kapolda, dengan tertangkap dan tewasnya Hengki maka empat pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap driver taksi online, Tri Widyantoro saat ini semuanya sudah tertangkap.

“Sebab, sebelumnya kami sudah menangkap dan menambak mati pelaku Poniman serta menangkap pelaku Bayu Irwansyah. Sementara untuk satu pelaku lagi yakni, Tyas Dryantama belum lama ini sudah menyerahkan diri ke Polda Sumsel,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Proses Hukum Abu Tours Dilimpahkan, Polda Sumsel Hanya Bersifat Membantu

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, terkait proses hukum dugaan kasus penipuan ...

error: Content is protected !!