Home / Lacak / Buronan Pembunuhan Dilumpuhkan di Kampung Baru

Buronan Pembunuhan Dilumpuhkan di Kampung Baru

Tersangka Polta Jaya (duduk di kursi roda) saat diamankan di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Polta Jaya (34), buronan kasus pembunuhan yang terjadi tahun 2017 lalu, Minggu (7/10/2018) ditangkap pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel saat tersangka sedang berada di kawasan Eks Lokalisasi Teratai Putih atau yang dikenal dengan nama Kampung Baru di Kecamatan Sukarami Palembang.

Dalam penangkapan tersebut, polisi terpaksa melumpuhkan kaki tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Letjen Mukmin Kelurahan Sungai Pangeran Kecamatan IB I Palembang ini, lantaran saat ditangkap tersangka Polta melakukan perlawanan dengan senjata tajam jenis pisau.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, Selasa (9/10/218) mengatakan, tersangka merupakan bursasonan kasus pembunuhan yang selama ini dicari oleh pihak kepolisian. Dimana saat kejadian tersangka menikam korban Haiman menggunakan pisau hingga membuat korban tewas.

Baca Juga :   Tersangka Penganiayaan & Pemerkosaan Diterjang Timah Panas

“Kejadian pembunuhan korban ini terjadi 9 Agustus 2017 lalu pukul 03.00 WIB di salah satu cafe di Jalan Soekarno Hatta Palembang. Ketika kejadian tersangka menusuk punggung korban sebanyak empat kali hingga membuat korban meninggal dunia,” ungkapnya.

Masih dikatakan Yoga, penangkapan tersangka dilakukan pihaknya setelah polisi mengetahui keberadaan tersangka sedang berada di kawasan Kampung Baru sehingga anggota melakukan penyergapan untuk menangkap tersangka.

“Namun saat hendak ditangkap, tersangka ini melawan dengan menggunakan pisau. Sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan tersangka. Kini tersangka sudah diamankan di Polda Sumsel guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” tandasnya.

Sementara tersangka Polta Jaya mengatakan, selama menjadi buronan dirinya melarikan diri dan bersembunyi ke Lampung. Selama pelariannya ia mengaku bekerja serabutan untuk bertahan hidup.

Baca Juga :   5 Saksi Dana Hibah Tak Hadiri Panggilan

“Beberapa hari sebelum ditangkap saya pulang ke Palembang, saya kira polisi sudah tidak ingat lagi kasus saya. Akan tetapi saat saya berada di Kampung Baru, tiba-tiba datang polisi dan langsung menangkap saya,” ujarnya.

Lanjut tersangka, kasus pembunuhan yang dilakukannya tahun 2017 lalu bermula saat korban bertemu dengannya di cafe kemudian korban mendekatinya dan hendak memukulkan botol ke arah kepalanya.

“Permasalahannya hanya salah paham, sebab saat kejadian saya dan korban sedang joget di cafe tersebut. Kemudian tiba-tiba korban hendak memukulkan botol, sehingga membuat saya langsung mencabut pisau dan menusuk punggung korban sebanyak empat kali. Usai kejadian saya langsung pulang ke rumah dan keesokan harinya saya kabur ke Lampung,” tandasnya. (ded)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kepergok, Pencuri Gas Elpiji 3 Kg di Lubuklinggau Nyaris Diamuk Massa

Lubuklinggau, KoranSN Kepergok mencuri dua buah tabung gas elpiji ukuran 3 Kg, seorang anak laki-laki ...