Buronan Penembakan di POM IX Ditangkap

Tersangka Akir Akbar saat diamankan di Polda Sumsel. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Akir Akbar (35), tersangka penembakan yang menewaskan Aan Sutrisno (26), di Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang pada Desember 2015 lalu, berhasil ditangkap pihak kepolisian Unit II Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Talang Kerangga Lorong Pribadi 30 Ilir Palembang ini, ditangkap saat berada di perumahan Griya Asri Kelurahan Pulokerto Gandus, setelah sebelumnya lima tahun menjadi buronan pihak kepolisian.

Petugas kepolisian terpaksa memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanan tersangka, lantaran saat ditangkap tersangka berupaya melawan dan hendak melarikan diri.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, Kompol Suryadi didampingi Kanit II Kompol Junaidi, Selasa (29/9/2020) mengatakan, dalam kasus ini tersangka mengeroyok korban bersama adik ipar tersangka, yakni tersangka Fandi yang sudah lebih dulu ditangkap.

Dilanjutkannya, adapun peran tersangka Akir Akbar saat kejadian terjadi, yakni menembak korban dengan senjata api rakitan hingga membuat korban tewas.

Baca Juga :   Ratusan Mahasiswa Gelar Sholat Ghaib di Polda Sumsel, 7 Pelajar SMA dan SMK Diamankan

“Motifnya permasalahan sepele, karena korban tidak senang ditegur tersangka, sehingga terjadilah keributan. Lalu tersangka pulang ke rumahnya mengajak adik iparnya dengan membawa senjata api rakitan lalu menemui korban dan menembak korban,” ujarnya.

Masih dikatakannya, kini tersangka telah berhasil ditangkap pihaknya setelah sempat menjadi buronan.

“Dalam kasus ini kami masih mencari senjata api rakitan yang digunakan tersangka menembak korban. Sebab, usai kejadian senjata api tersebut dibuang oleh tersangka,” tandasnya.

Sementara tersangka Akir Akbar mengatakan, penembakan korban dilakukannya bermula saat ia terlibat selisih paham dengan korban.

“Saat kejadian saya sedang duduk-duduk dengan pacar saya. Di lokasi juga ada korban lagi nongkrong sambil minum Miras dengan temannya. Dikarenakan korban dan teman-temannya ribut maka saya tegur, hingga membuat saya dan korban selisih paham dan korban mengejar saya dengan parang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ketakutan Ada OTT KPK, Plt Kadis PUPR Muara Enim Kembalikan HP Rp 15 Juta dari Kontraktor

Menurutnya, dirinya yang berhasil lolos dari kejaran korban kemudian langsung pulang ke rumah mengambil senjata api rakitan. Setelah itu dirinya mengajak adik iparnya, yakni tersangka Fandi mendatangi korban di lokasi kejadian.

“Saat bertemu dengan korban inilah saya langsung menembakan senjata api rakitan hingga mengenai kepala korban. Akibatnya korban tewas, setelah itu saya dan Fandi kabur ke Riau, Jambi dan Bangka. Untuk senjata api rakitan yang saya gunakan menembak korban sudah saya buang saat berada di Jambi. Selama menjadi buronan Fandi yang tertangkap lebih dulu, sedangkan saya ditangkap saat pulang ke Palembang,” pungkasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Dalami Keterlibatan Juarsah Dalam Kasus OTT Bupati Muara Enim

Palembang, KoranSN Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Ricky BM, Selasa (20/10/2020) mengatakan, jika pihaknya saat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.