Buronan Penipuan Putri Arab Ditangkap di Palembang

Evie Marindo Christina, tersangka kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, Princess Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud. (foto-antaranews)

Palembang, KoranSN

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri menangkap tersangka Evie Marindo Christina (57), yang merupakan buronan kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, Princess Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud.

Informasi yang dihimpun, tersangka Evie Marindo Christina ditangkap, Minggu (23/2/2020) sekitar pukul 03.59 WIB saat sedang berada di salah satu penginapan di kawasan Sukarami Palembang. Usai diringkus, tersangka langsung dibawa petugas ke Bareskrim Polri guna proses hukum lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supariadi mengatakan, penangkapan tersangka tersebut langsung dilakukan oleh Tim Bareskrim Polri.

“Tim Bareskrim Polri yang datang ke Palembang melakukan penangkapan terhadap tersangka, dan memang penangkapan seperti itu bisa dilakukan langsung oleh Bareskrim Polri,” ungkapnya.

Baca Juga :   Buronan Pembunuh DJ Virgiawan Ditangkap

Sementara, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo saat dihubungi, Minggu (23/2/2020) membenarkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil menangkap Evie Marindo Christina, tersangka kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, Princess Lolwah binti Mohammed bin Abdullah Al Saud.

Evie Marindo Christina (57), ditangkap polisi di kawasan Sukarami Palembang Sumatera Selatan.

“Evie akan dibawa ke Bareskrim untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Ferdy Sambo.

Dalam kasus penipuan dan penggelapan terhadap Putri Arab, polisi menetapkan dua tersangka, yakni Eka Augusta Herriyani dan Evie Marindo Christina. Eka telah lebih dulu ditangkap polisi. Sementara Evie sempat lolos dari kejaran polisi sebelum akhirnya tertangkap.

Baca Juga :   Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Palembang, Proses Hukum Kadis PUCK Tunggu Putusan Hakim

Dalam kasus ini, tersangka menawarkan investasi pembangunan villa dan pengadaan tanah di Bali kepada Putri Lolwah. Namun setelah perjanjian disepakati dan dana digelontorkan, realisasinya tidak sesuai dengan kesepakatan. Putri Lolwah pun dirugikan lebih dari Rp 505 miliar dalam kasus ini.

Bila terbukti bersalah, kedua tersangka dijerat dengan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dan atau pencucian uang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3 dan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (ded/Antara)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelaku Pembunuh Guru SD di Banyuasin Ternyata Juga Memperkosa Korban

Banyuasin, KoranSN Patut diacungi jempol, hanya dalam hitungan jam Tim Puma Polres Banyuasin berhasil mengamankan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.