Butuh Ketelitian Tangkap Bandar Narkoba

GELAR KASUS- Suasana gelar kasus narkoba di Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang KoranSN

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto, Kamis (22/12/2016) mengungkapkan, jika pihaknya membutuhkan ketelitian untuk menangkap bandar narkoba di Sumsel. Hal tersebut dikatakan Tommy, saat disinggung terkait kebanyakan tersangka kasus narkoba yang ditangkap pihaknya hanya berperan sebagai kurir atau pengantar narkoba saja.

“Dalam mengungkap bandar narkoba itu tidak bisa tergesa-gesa, butuh ketelitian. Sebab, apabila kurirnya tertangkap maka jaringanya akan terputus, untuk itulah perlu adanya ketelitian saat melakukan penyelidikan,” kata Tommy saat gelar tiga tersangka kasus narkoba dengan barang bukti 1/2 Kg lebih sabu di Mapolda Sumsel.

Ditanya apakah Sumsel merupakan sasaran empuk para jaringan pengedar narkoba, karena selain telah mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti 1/2 Kg lebih sabu. Sebelumnya jajarannya juga telah mengungkap kasus narkoba dengan barang bukti 1.403 ekstasi?

Diungkapkan Tommy, Presiden Jokowi telah mengatakan jika secara nasional Indonesia saat ini darurat narkoba. Hal tersebut karena jaringan pengedar narkoba telah masuk ke semua daerah di Indonesia, termasuk Palembang dan wilayah Sumsel lainnya.

“Jadi, Palembang dan daerah lainnya di Sumsel saat ini bisa dikatakan darurat narkoba. Untuk itu agar narkoba tidak masuk ke Sumsel saat ini kita telah berkoordinasi dengan instansi terkait, pihak bandara serta pihak pelabuhan. Tujuannya supaya mereka menginformasikan kepada kita apabila ada hal-hal yang mencurigakan masuk ke Sumsel. Selain itu, seluruh jajaran Satres Narkoba telah saya perintahkan agar terus meningkatkan razia serta melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap pelaku-pelaku yang telah menjadi Target Operasi (TO),” paparnya.

Baca Juga :   Polda Sumsel Selidiki Unsur Pidana Kebakaran Lahan di Tol Palindra Ogan Ilir

Lanjut Tommy, peningkatan razia serta koordinasi dengan instansi merupakan antisipasi yang dilakukan. Hal ini dikarena para jaringan bandar narkoba selalu mencari cela dalam menyelundupkan narkoba ke Sumsel.

“Oleh karena itu, saya menilai jika jalur darat, jalur udara serta jalur laut di Sumsel, semuanya daerah rawan penyelundupan narkoba. Itu karena, jaringan pengedar narkoba selalu mencari cela disaat kita sedang lengah. Untuk itulah kita terus meningkatan pengawasan di daerah-daerah rawan tersebut,” jelasnya.

Lebih jauh Tommy mengutarakan, untuk ungkap kasus narkoba dengan barang bukti 1/2 Kg lebih sabu yang telah dilakukan jajarannya, terdapat tiga tersangka yang diamankan.

Mereka yakni; tersangka Marsum Jefri alias Ujang (37), warga Jalan KH Azhari Lorong Keramat RT 05 RW 02 Kelurahan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang. Tersangka ini ditangkap, Selasa (20/12/2016) di pinggir Jalan Sriwijaya Raya Kertapati, dengan barang bukti 500 gram atau 1/2 Kg sabu.

Kemudian, terangka Hendra alias Ahe (29), warga Jalan Karya Baru RT 007 RW 003 Kecamatan Alang-Alang Lebar. Tersangka ditangkap, Sabtu (17/12/2016) di kawasan Jalan Karya Baru dengan barang bukti, satu paket sabu seberat 10,02 gram.

Baca Juga :   Polres Banyuasin Bongkar Pabrik Tahu Berformalin

Sedangkan satu tersangka lainnya yakni, Pirli alias Pir (40), warga Jalan Tanah Mas KM 14 Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin. Tersangka tersebut ditangkap, Rabu (21/12/2016) di Jalan M Santoso Kelurahan 20 Ilir Kecamatan IT I Palembang, dengan barang bukti satu paket sabu seberat 9,10 gram.

“Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya 6 tahun hingga 20 tahun penjara,” tutup Tommy.

Sementara tersangka Marsum Jefri alias Ujang, tersangka Hendra alias Ahe dan tersangka Pirli alias Pir. Ketiganya mengaku, hanya satu kali terlibat kasus narkoba.

Ketiganya mengaku mau mengantarkan sabu tersebut setelah diupah oleh seseorang dengan bayaran Rp 2 juta untuk tersangka Marsum Jefri alias Ujang dan upah masing-masing Rp 500 ribu untuk tersangka Hendra alias Ahe dan tersangka Pirli alias Pir. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Saksi Soal Kontrak dan Penganggaran Mitra Penjualan PT DI

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi mendalami pengetahuan empat saksi, terkait dengan pembuatan kontrak dan penganggaran …