Senin , Februari 18 2019
Home / Politik dan Pemerintahan / Caleg Sepakat Pemilu Tanpa Politik Uang

Caleg Sepakat Pemilu Tanpa Politik Uang

Caleg DPRD Sumsel Masagus H.A. Fauzan Yayan saat menyampaikan alasannya untuk maju pada pesta demokrasi, 17 April mendatang. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

sejumlah calon legislatif (Caleg) yang maju pada Pemilu, 17 April mendatang sepakat untuk tidak melakukan money politic atau politik uang. Mereka berkomitmen untuk fokus menawarkan program dengan terjun langsung ke masyarakat daripada ‘bermain’ money politic.

Demikian terungkap dalam diskusi Ngomong Politik Sambil Ngopi bertema #yakinkamilebihbaik, yang digelar RmolSumsel, bertempat di Meet Up Cafe, Sabtu (9/2/2019).

Diskusi yang menghadirkan Caleg DPRD Kota Palembang dari Partai Golkar, Yustin Kurniawan Zendrato, Caleg DPRD Sumsel dari PKS, Masagus H.A. Fauzan Yayan dan Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Samuel Hutabarat ini dimoderatori Bagindo Togar Butar-butar, dengan menghadirkan pengamat politik Joko Siswanto.

Menurut Yustin, terkadang masyarakat sendiri yang memancing caleg melakukan money politic, dimana saat caleg berkampanye mereka tidak sungkan untuk menanyakan ada tidaknya uang ‘kompensasi’ bagi mereka.

Yustin sendiri punya cara ampuh untuk menangkal money politic, dengan cara blusukan mendatangi warga secara langsung.

“Dengan blusukan kita sentuh hatinya, memang kita tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada mereka, tapi aspirasi mereka kita tampung dan kalau kita jadi anggota DPRD nanti, aspirasi inilah yang akan kita upayakan,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ishak Mekki: Pilkada Bukan Gagah-gagahan Tapi Butuh Feeling

Menurut Yustin, salah satu fokus pemilih yang akan ia rangkul adalah pemilih pemula, karena pemilih ini lebih melihat kepada visi misi caleg, daripada menerima money politic.

“Pemilih pemula ini kan tidak mau politik uang, jadi salah satu pemilih saya anak-anak muda, karena ini sesuai visi misi saya, meningkatkan pendidikan, terutama pendidikan usia dini,” ujarnya.

Caleg DPRD Sumsel dari PKS, Masagus H.A. Fauzan Yayan sependapat dengan Yustin terkait penolakan politik uang. Ia bersama relawan jamaahnya berkomitmen tidak menggunakan politik uang dalam berkampanye.

“Kita meyakinkan jamaah dan memberikan edukasi politik agar mereka berpikir jangka panjang, lima tahun sekali ditentukan lima menit di TPS,” ujar caleg yang akrab disapa ustadz Yayan ini.

Untuk mensiasati biaya politik yang besar, ustadz Yayan memiliki strategi khusus, melalui metode dakwah secara gratis.

“Untuk biaya operasional saya minimalisir, seperti kalau pengajian hari minggu, orang kawinan, saya menawarkan diri untuk berceramah gratis, tidak usah bayar, itu timbal baliknya, dan saya komitmen saya akan datang sepenuh hati, istilahya kita bedulur, dan ini ikatannya dunia akhirat,” bebernya.

Sementara Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Samuel Hutabarat menegaskan komitmennya untuk tidak melakukan money politic. Menurutnya, politik transaksional atau politik uang tidak mendidik masyarakat.

Baca Juga :   Bahas Harga Getah Karet, Herman Deru Temui Sekjen Kementerian Pertanian

“Komitmen saya, tidak akan melupakan mereka yang telah mendukung saya, dan saya akan menjaga nama baik Sumatera Selatan, ini juga yang membuat saya menjauhi politik transaksional,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk meminimalisir pengeluaran, sejumlah kebutuhan sudah disediakan oleh partai, diantaranya saksi dan alat peraga kampanye (APK).

“Saksi kita difasilitasi oleh partai (Perindo), dan ini bukan masalah, termasuk juga untuk operasional ada yang difasilitasi partai, seperti APK,” ujarnya.

Samuel yakin, money politic tidak akan berdampak besar terhadap keterpilihan caleg, karena masyarakat sudah mengerti caleg yang bagaimana yang patut dipilih.

“Bagi saya masyarakat sudah mengerti kalau ada teman-teman yang money politic, mereka sudah tahu, mana yang cocok untuk dipilih, kalau saya lebih memilih terjun langsung untuk menjaga hubungan yang lebih dekat,” pungkasnya.

Sementara, menurut Pengamat Politik asal Unsri, Joko Siswanto, selain kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional, para caleg juga harus memiliki kecerdasan pendekatan pencintaan ke masyarakat. Dengan memiliki ini, masyarakat yang tersentuh akan membekas di benaknya untuk memilih si caleg

“Sekarang ini, tidak ada gambar di surat suara, hanya nama, jadi sekarang itu yang penting, ada kecintaan kepada si caleg, karena orang itu bisa memilih kalau dia ingat dan kenal dengan si caleg,” ujarnya. (awj)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

TKD Sumsel Jawab Pernyataan Prabowo soal LRT

Palembang, KoranSN Kritik Capres 02 Prabowo Subianto soal light rail transit (LRT) Palembang dalam debat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.