Rabu , September 26 2018
Home / Headline / Candra Tewas Usai Dada dan Punggungnya Dibacok Celurit

Candra Tewas Usai Dada dan Punggungnya Dibacok Celurit

Tersangka Aryanto alias Yetok memperagakan saat membacok korban dengan celurit. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Polsek IB II Palembang, Selasa (4/9/2018) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Candra, warga Lorong Jambi Kelurahan 30 Ilir Palembang yang terjadi tahun 2011 lalu. Dalam rekonstruksi tersebut dihadirkan tersangka Aryanto alias Yetok (28), yang tertangkap setelah menjadi buronan selama 7 tahun.

Ada 17 adegan rekonstruksi kasus pembunuhan korban yang diperagakan langsung oleh tersangka Yetok di halaman Mapolsek IB II Palembang, sementara untuk adegan korban diperagakan oleh peren pengganti. Jalannya rekonstruksi tersebut juga disaksikan langsung oleh pihak keluarga korban.

Terungkap dalam adegan rekonstruksi, korban tewas setelah dada depan dan punggung belakang tubuh korban dibacok oleh tersangka menggunakan senjata tajam jenis celurit. Pada rekonstruksi tersebut juga diketahui jika korban dan tersangka merupakan tetangga.

Dalam adegan pertama, terlihat pembunuhan korban berawal saat tersangka yang sedang duduk di dekat warung tak jauh dari kediaman korban sambil minum tuak melihat korban berjalan menuju warung.

Dikarenakan tersangka sudah menaruh dendam lama dengan korban maka saat melihat korban keluar rumah, tersangka langsung pulang untuk mengambil celurit. Kemudian celurit tersebut diselipkan tersangka di pinggangnya.

Usai mengambil celurit, tersangka kembali keluar rumah mendekati korban yang saat itu berada di dalam warung. Ketika keduanya bertemu di warung kemudian tersangka menyampaikan kepada korban terkait dugaan korban yang selalu tidak senang melihatnya.

Baca Juga :   Ngaku Polisi, Perampok Todongkan Pistol Mainan

“Memang sudah lama kami berdua cekceok mulut dan berkelahi, dari itulah saat melihat korban keluar rumah, saya langsung pulang mengambil celurit. Setelah itu korban saya deketi, dan ketika itulah saya sampaikan kepada korban ‘ngapo kau cak dak seneng samo aku’. Mendengar perkataan saya lantas korban mengajak berkelahi sehingga saya mencabut celurit dari pinggang lalu membacokan ke dada depan korban. Setelah saya bacok, korban membalikan tubuh untuk lari, ketika itulah saya kembali membacok punggung belakang korban,” kata tersangka Yetok dalam peragaan rekosntruksi.

Kemudian pada adegan ke-9, tampak saksi pemilik warung dan warga sekitar memegangi tubuh tersangka hingga tersangka tidak kembali membacok korban. Usai kejadian, tersangka pun meninggalkan lokasi.

Lalu, pada adegan ke-10 dan ke-11 terlihat saksi berteriak meminta tolong kepada warga lainnya agar memanggil keluarga korban, sedangkan korban terduduk di lokasi kejadian dengan luka bacokan celurit.

Dalam adegan ke-12, tampak kelurga korban mendatangi lokasi kejadian dan pada adegan ke-13 korban jatuh tergeletak dengan bersimbah darah. Kemudian pada adegan ke-14 dan ke-15 terlihat kelurga korban membawa korban ke rumah sakit dengan mengendarai sepeda motor. Sedangkan pada adegan ke-16 dan ke-17, tampak korban yang dibawa ke rumah sakit meninggal dunia saat di perjalanan.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Dwi Utomo mengatakan, rekonstruksi kasus pembunuhan korban digelar dalam rangka melengkapi berkas perkara yang dalam waktu dekat akan dilimpahkan pihaknya ke kejaksaan.

Baca Juga :   Kurir Narkoba Asal Medan, Selundupkan Sabu di Dalam Anus

“Ada 17 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ini. Adapun motif tersangka membunuh korban karena keduanya memiliki dendam lama. Sebab sebelumnya, korban dan tersangka sering cekcok mulut dan terlibat perkelahian. Dari itulah saat tersangka melihat korban, tersangka langsung pulang mengambil celurit kemudian membacok korban,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolsek, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, pihaknya mendapati bukti jika tersangka sudah merencanakan membunuh korban. Untuk itu, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni; Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 KUHP.

“Dimana untuk ancaman hukumannya yakni pidana penjara seumur hidup atau pidana mati,” tandas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian menangkap tersangka Yetok, Selasa malam (21/8/2018) atau tepat pada malam Takbiran Idul Adha. Tersangka diringkus oleh anggota kepolisian yang lansung dipimpin oleh Kapolsek IB II Palembang, Kompol Dwi Utomo, saat tersangka sedang berada di dekat kediaman tersangka yakni di Lorong Jambi Kelurahan 30 Ilir Palembang.

Kapolsek IB II Palembang, Kompol Dwi Utomo mengatakan, tersangka sudah selama 7 tahun menjadi buronan kasus penganiayaan hingga membuat korban tewas yang kejadiannya pada tahun 2011lalu.

“Dari hasil penyelidikan hingga pada malam takbiran Idul Adha kami mengetahui jika tersangka sedang berada di dekat rumah. Ketika itulah kami langsung melakukan penyergapan dan penangkapan terhadap tersangka,” ujar Kapolsek. (ded)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Pakai Pistol Mainan, Debt Collector di Mura Begal Motor

Musirawas, KoranSN ‘ST’ (39), warga Kelurahan Marga Bakti Kecamatan Lubuklinggau Utara I Kota Lubuklinggau yang ...

error: Content is protected !!