Selasa , Oktober 23 2018
Home / Editorial / Cegah Aksi Teror Sejak Dini, Masyarakat Harus Dilibatkan

Cegah Aksi Teror Sejak Dini, Masyarakat Harus Dilibatkan

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-dok/dedy/koransn.com)

KESIGAPAN Tim Datasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror yang menangkap 12 warga Sumsel yang diduga teroris, kembali mengingatkan kita semua bahwa teroris terus ada dan berkembang.

Dari keterangan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, 12 warga yang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Brimob Polda Sumsel tersebut, penangkapannya dilakukan di beberapa daerah yakni; di Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim, OKUS dan OKU. Penangkapan tersebut terkait pengembangan penangkapan terduga teroris di OKUS tahun 2016 lalu. Selain daerah tersebut, ada juga penggeledahan salah satu rumah yang dilakukan Tim Densus 88 di Palembang.

Untuk mencegah meluasnya teroris, masyarakat harus dilibatkan untuk menghalau dan mencegah aksi teror sejak dini. Sinergi masyarakat dengan komunitas dan aparat di daerah, Polda, serta Kodam diperlukan agar aksi terorisme tidak terulang kembali dan bisa dideteksi.

Baca Juga :   Korupsi Tak Terputus Dengan Berbagai Modus

Untuk dicamkan, terorisme saat ini sudah menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan yang luar biasa. Dapat dikatakan faktor yang melatarbelakangi munculnya teroris khususnya di dalam negeri karena peyebaran ideologi yang sangat bertentangan dengan ajaran agama manapun. Karena itu peyebaran ideologi itu harus dilawan, kalau tidak maka bahaya laten teroris akan terus mengancam kehidupan manusia.

Terorisme di dunia bukanlah merupakan hal baru, namun menjadi aktual terutama sejak terjadinya peristiwa World Trade Center (WTC) di New York, Amerika Serikat pada tanggal 11 September 2001, dikenal sebagai ‘September Kelabu’, yang memakan 3000 korban.

Baca Juga :   Pejabat Muba Ditangkap KPK dan Kuatnya Lingkaran Korupsi

Saat itu serangan dilakukan melalui udara, tidak menggunakan pesawat tempur, melainkan menggunakan pesawat komersil milik perusahaan Amerika sendiri,sehingga tidak tertangkap oleh radar Amerika Serikat. Tiga pesawat komersil milik Amerika Serikat dibajak, dua di antaranya ditabrakkan kemenara kembar Twin Towers World Trade Center dan gedung Pentagon.
Untuk kita camkan dan menjadi catatan aparat, saat ini terorisme masih saja menghantui Indonesia. Kita berharap semoga di masa masa mendatang Indonesia diwarnai kedamaian tanpa adanya serangan teror dan pertikaian lagi seterusnya. (Agus Harizal Alwie Tjikmat)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Tata Ulang Median Jalan Pedestrian di Palembang

PROJECT Light Rail Transit (LRT) yang melintasi pusat-pusat keramaian di tengah Kota Palembang diharapkan Pemerintah ...

error: Content is protected !!