Cek Am dan Cek Pera Jadi Maskot Pilgub Sumsel 2018

Ketua KPU Sumsel, Aspahani didampingi Komisioner KPU Sumsel, Ahmad Naafi saat memperlihatkan karya pemenang lomba Maskot PilGub Sumsel 2018. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Cek Am dan Cek Pera akhirnya resmi menjadi maskot pemilihan gubernur (Pilgub)/wakil gubernur Sumsel tahun 2018 mendatang. Karya dari Beni Karanza itu dipilih oleh tim juri yang ditunjuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel sebagai pemenang.

Salahsatu tim juri yang juga Komisioner KPU Sumsel Ahmad Naafi mengatakan, Cek Am yang disingkat ayo memilih dan Cek Pera yang berarti pemimpin cerdas dan amanah ini berupa ikon jembatan Ampera yang membelah Sungai Musi.

Dikatakan Naafi, secara keseluruhan karya yang masuk sejumlah 48 peserta. Dari jumlah itu, tiga orang dinyatakan gagal di administrasi, dikarenakan tidak memenuhi syarat yang ditentukan KPU dan juga tidak menyertakan tanda pengenal.

“Dari 45 peserta yang lolos, kita mengambil lima peserta tertinggi, yakni karya dari Beni Karanza (Baturaja) dengan Cek Am dan Cek Pera dengan skor nilai 400, kemudian karya dari Iwan Setiawan (Palembang) dengan mang dan bik Limas dengan skor 375, lalu karya M. Firmansyah (Palembang) dengan Si Ampra mendapat skor 350. Di peringkat keempat ada karya dari Wili Hendra (Palembang) dengan Si Gabus mendapat skor 335, terakhir Si Galu dengan tagline payo nyoblos lur, suaro kamu nentuke masa depan Sumsel, karya dari Emilson (Palembang) mendapat skor 330,” beber Naafi saat memberikan keterangan pers di media center KPU Sumsel, Rabu (9/8/2017).

Baca Juga :   BSB Dukung Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat

Lanjut Naafi, penilaian maskot berdasarkan beberapa kriteria, diantaranya memenuhi unsur tiga dimensi, desain mewakili gender, ada unsur penyelenggaraan pemilu, karikatur maskot mengajak untuk memilih, maskot menggambarkan kecerian dan perpaduan warna yang menarik.

“Dengan berbagai pertimbangan itu, kita sepakat bahwa karya dari Beni Karanza menjadi juara pertama, kemudian karya Iwan Setiawan di tempat kedua dan karta dari M. Firmansyah ditempat ketiga,” terang Naafi.

Naafi menambahkan, meski menjadi pemenang, namun Cek Am dan Cek Pera akan mengalami sejumlah revisi atau perbaikan. “Jadi akan ada perubahan dari karya aslinya, seperti untuk busana yang dikenakan, misal tumpal kain di bagian belakang Cek Pera dihilangkan karna aslinya tidak ada tumpalnya. Kemudian tumpal kain dari laki laki (Cek Am) harus ada tumpalnya. Selanjutnya, yang perempuan dibuat lebih feminim, karya aslinya agak terlalu besar, lalu tanjak dan gading laki dan perempuan harus diikat, warna lebih diemaskan untuk lebih netral, serta sepatu diganti dengan sendal trompak dengan motif songket,” beber Naafi lagi.

Baca Juga :   Pembangunan Fly Over Simpang Keramasan Terus Berjalan (FOTO)

Revisi ini kata Naafi, tidak bertentangan dengan aturan yang ada, karena KPU memiliki hak untuk melakukan perubahan.

Untuk diketahui, kelima tim juri yang memberikan penilaian, yakni Ahmad Naafi (komisioner KPU Sumsel), Joko Siswanto (Rektor Universitas Taman Siswa), A. Rapani (perwakilan Pemprov Sumsel), Yudi Sarofi (seniman dan budayawan), dan Rio Permata (desain grafis). (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Diresmikan MenPAN-RB, Palembang Miliki Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (MenPAN-RB), Tjahjo Kumolo hadir …