Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Cemburu Istri Selingkuh, Cinta Tewas Ditusuk Suami dengan Obeng di Kamar Hotel

Cemburu Istri Selingkuh, Cinta Tewas Ditusuk Suami dengan Obeng di Kamar Hotel

Tersangka Ratno Apriyadi (35) yang menjalani reka adegan kasus pembunuhan Istrinya Cinta Amelia (37) di Mapolsek IB I Palembang, Selasa (19/2/2019). Dalam salah satu adegan diperagakan saat Ratno menikam Leher Istrinya dengan obeng. (Foto-Ferdinand Deffriyansyah/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Polsek IB I Palembang, Selasa (19/2/2019) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan korban Cinta Amelia (37), yang dibunuh oleh suaminya sendiri yakni tersangka Ratno Afriadi (35), warga Dusun I Desa Payakabung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir di kamar salah satu hotel di kawasan Cinde Palembang.

Rekonstruksi yang digelar sebanyak 45 adegan di ruang penyidik Sat Reskrim Polsek IB I tersebut mengungkap jika motif pembunuhan korban karena tersangka cemburu, sebab korban selingkuh dengan seorang pria. Bahkan pada rekonstruksi juga terungkap, korban dibunuh dengan ditusuk obeng berkali-kali ke bagian kepala belakang, pipi dan leher.

Dalam adegan pertama rekonstruksi yang dipergakan oleh tersangka, tewasnya korban bermula saat tersangka mengajak korban untuk menginap di salah satu hotel di kawasan Cinde. Lalu pasangan suami istri ini berangkat dari kediaman mereka di Ogan Ilir dengan berboncengan mengendarai sepeda motor.

Setiba keduanya di hotel tersebut, tersangka Ratno Afriadi dan Cinta Amelia memesan kamar. Setelah itu keduanya langsung masuk ke dalam kamar hotel. Tak lama kemudian, disaat korban sedang di kamar mandi, tersangka keluar dari kamar mengambil obeng di sepeda motornya. Lalu tersangka membungkus obeng tersebut dengan kantong plastik dan membawanya ke dalam kamar, selanjutnya kantok plastik itu diletakannya di atas meja.

Kemudian tersangka pamit kepada korban yang merupakan istrinya untuk keluar hotel membeli obat penambah stamina. Usai membeli obat tersebut tersangka pulang kembali ke kamar hotel, lalu tersangka dan korban tidur bersama.

Baca Juga :   Camat & Kades Serahkan Senpi Warga ke Polisi

Tampak dalam adegan ke-15, handphone milik korban berbunyi hingga telphone yang masuk tersebut diangkat oleh korban. Kemudian pada degan ke-16, tersangka terbangun dari tidurnya dan memergoki korban yang saat itu ternyata sedang bertelponan dengan pria lainnya.

Karena kepergok, korbanpun langsung menutup telpon dan menuju kamar mandi. Sementara tersangka memeriksa riwayat panggilan dan SMS di handphone. Lalu di adegan ke-19, tersangka mendekati meja di kamar tersebut dan mengambil obeng di dalam kantong plastik yang sebelumnya telah di persiapkannya.

Di adegan ke-20 dan ke-21, korban keluar dari kamar mandi kemudian korban dan tersangka cekcok mulut lantaran tersangka menanyakan seorang pria yang telah menelphone korban. Tampak pada adegan ke-22 dan ke-23, tersangka emosi dan langsung memukul wajah korban. Akibatnya, korban jatuh ke atas tempat tidur dengan posisi tengkurap.

Lalu pada adegan ke-25 dan ke-26, tersangka mengambil obeng yang sudah dipersiapakannya kemudian menusukan obeng tersebut berkali-kali ke bagian belakang kepala korban. Setelah itu, tersangka membalikan tubuh korban lalu tersangka kembali menusukan obeng tersebut ke leher dan pipi korban berkali-kali hingga mengakibatkan korban tewas bersimbah darah.

Setelah korban tewas, tersangka menutupi jenazah korban dengan selimut. Kemudian tersangka mematikan lampu kamar hotel dan meninggalkan hotel tersebut dengan mengendarai sepeda motor menuju kawasan Jembatan Musi II. Setiba di lokasi ini, tersangka membuang obeng yang digunakannya untuk menikam korban.

Tersangka Ratno Afriadi usai rekonstruksi mengatakan, dirinya nekad membunuh korban karena di belakangnya korban selingkuh dengan seorang pria. Bahkan dirinya mengaku, sudah lama mengetahui kalau korban sering berselingkuh. Dari itulah, dirinya merencanakan untuk membunuh korban dengan mengajak korban menginap di hotel.

Baca Juga :   Rampas Samurai Saat Bentrok, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dibacok

“Sudah lama saya tahu jika istri saya selingkuh, tapi selama ini saya diam saja. Makanya saya mengajaknya ke hotel tersebut untuk membunuhnya. Bahkan saat berada di dalam kamar hotel, korban juga sempat kepergok sedang bertelponan dengan seorang pria hingga kami cekcok mulut lalu wajah korban saya pukul. Setelah itu barulah kepala dan leher korban saya tusuk dengan obeng,” ungkapnya.

Diceritakan tersangka, jika korban merupakan istrinya yang kedua, dimana saat ia menikahi korban dirinya masih berstatus duda sementara korban berstatus janda.

“Awalnya saya berpisah dengan istri pertama. Setelah menjadi duda saya bertemu dengan korban hingga kamipun menikah,” tutup tersangka.

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Masnoni didampingi Kanit Reskrim Ipda Irsan mengatakan, ada 45 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Adapun tujuan dari rekonstruksi, yakni untuk mengetahui fakta kejadian yang sebenarnya saat tersangka membunuh korban.

“Sedangkan untuk motif tersangka membunuh korban yang tak lain istrinya sendiri, karena cemburu. Sebab tersangka sudah lama mengatahui jika korban selingkuh, hingga akhirnya emosi tersangka memuncak lalu nekad membunuh korban dengan menusukan obeng bekali-kali ke bagian kepala dan leher korban,” ungkapnya.

Lanjut Kapolsek, dari hasil olah TKP dan penyelidikan serta berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi, diketahui jika pembunuhan korban sudah direncanakan oleh tersangka.

“Dari itu dalam kasus ini tersangka Ratno Afriadi dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana,” tegas Kapolsek.

Diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan korban tersebut terjadi 18 Januari 2018 silam, usai membunuh korban tersangka Ratno Afriadi sempat menjadi buronan pihak kepolisian hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap, Rabu 23 Januari 2019 saat tersangka sedang berada di kawasan Kabupaten Ogan Ilir. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Polda Gerebek Home Industri Mie Formalin di Ilir Barat I

Palembang, KoranSN Setelah lima tahu beroperasi, home industri pembuatan mie basah yang mengandung formalin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.