Rabu , Desember 19 2018
Home / Headline / Cinta Segitiga Berujung Maut, Wahyu Habisi Nyawa Edo dengan Balok Kayu di Kertapati

Cinta Segitiga Berujung Maut, Wahyu Habisi Nyawa Edo dengan Balok Kayu di Kertapati

Tersangka Wahyu Apriansyah (duduk di kursi roda) saat diamankan di Mapolda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Wahyu Apriansyah (23), warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Sepakat Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang ditangkap pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. Tersangka dibekuk lantaran telah membunuh korban Edo dengan memukulkan balok kayu berkali-kali ke kepala korban hingga mengakibatkan korban tewas.

Adapun yang melatarbelakangi pembunuhan korban yakni cinta segitiga antara tersangka Wahyu, korban Edo dengan seorang perempuan berinisial ‘RA’, sehingga percintaan mereka berujung maut bagi korban Edo.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, Kamis (11/10/2018) mengatakan, pembunuhan korban terjadi pada 30 Juni 2016 lalu di Jalan Mayjend Yusuf Singadekane Kelurahan Keramasan Kecamatan Kertapati Palembang.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya akhirnya tersangka yang sempat kabur ke Lampung tersebut berhasil ditangkap, Selasa (9/10/2018) kemarin di Jalan RE Martadinata Palembang.

“Jadi tersangka ini sempat kabur dan bersembunyi selama 2 tahun di Lampung. Dari hasil penyelidikan akhirnya kami mengetahui jika tersangka pulang ke Palembang hingga anggota melakukan penyergapan. Namun saat akan ditangkap tersangka melawan dan mencoba melarikan diri sehingga anggota memberikan tindakan tegas dan terukur dengan melumpuhkan kedua kaki tersangka,” kata Yoga saat menggelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Masih dikatakan Yoga, tersangka membunuh korban karena terjadi cinta segitiga antara tersangka, korban dan seorang perempuan. Disaat tersangka melihat korban sedang jalan dengan perempuan tersebut, timbulah rasa cemburu tersangka hingga merencanakan membunuh korban.

Baca Juga :   Transaksi Dengan Petugas Menyamar, Badar Ganja Diringkus

“Saat membunuh korban, tersangka Wahyu mengajak temannya ‘OG’ (DPO) untuk bertemu dengan korban. Disaat mereka bertemu kemudian tersangka mengambil balok kayu lalu memukulkan ke kapala korban berkali-kali sehingga korban tewas di lokasi kejadian. Usai membunuh korban, tersangka merampas dan membawa kabur sepeda motor dan handphone milik korban. Untuk itulah dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 340 KUHP dan Pasal 365 KUHP,” tegasnya.

Diungkapkan Yoga, kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumsel guna dilakukan proses hukum lebih lanjut.

“Dengan tertangkapnya tersangka maka kasusnya masih kami kembangkan, karena saat ini kami masih memburu satu pelaku lagi yakni ‘OG’ yang masih buron,” tutup Yoga.

Sementara tersangka Wahyu Apriansyah mengatakan, jika korban Edo merupakan temannya sendiri. Pembunuhan tersebut terjadi bermula saat dirinya meminta korban menemaninya berkunjung ke rumah perempuan yang sedang didekatinya yakni ‘RA’.

“Awalnya saya kenalan dengan ‘RA’, tak lama kemudian saya meminta korban Edo menemani berkunjung ke rumah ‘RA’. Lalu, berjalannya waktu akhirnya saya dan ‘RA’ resmi berpacaran. Selama kami berpacaran, setiap malam minggu korban memang sering ikut saya ngapel,” katanya.

Masih dikatakan tersangka, dikarenakan korban sering ikut datang ke rumah pacarnya sehingga membuat korban dekat dan sering terlihat mengobrol dengan ‘RA’. Akan tetapi saat itu dirinya tidak menaruh curiga kepada korban Edo, sebab korban merupakan temannya.

Baca Juga :   Pembobol Puskesmas Prabumulih Timur Diringkus

“Namun tiba-tiba saat di jalan saya melihat korban mengendarai sepeda motor membonceng mesra pacar saya. Bukan satu kali saya melihat hal itu, hingga akhirnya korban mengaku jika mereka berpacaran. Usai mendengar pengakuan dari korban inilah timbul niat membunuh korban, adapun tujuannya agar pacar saya tidak didapatkan korban,” ungkapnya.

Lebih jauh diungkapkan tersangka, saat merencanakan membunuh korban dirinya telah membawa pisau yang diselipkan di pinggang, kemudian ia mengajak ‘OG’ untuk menemui korban di tempat kejadian perkara (TKP).

“Setiba di lokasi kami bertemu dengan korban dan saat itulah saya melihat balok kayu sehingga korban tidak jadi saya tujah dengan pisau. Jadi ketika kejadian korban kepalanya hanya saya pukul dengan kayu sebanyak tiga kali lalu korban tewas. Sedangkan teman saya ‘OG’ hanya melihat kejadian itu, seusai korban tewas kemudian HP dan sepeda motornya saya ambil lalu saya jualkan ke kawasan Ogan Ilir seharga Rp 1,3 juta. Setelah itu uangnya saya gunakan untuk ongkos kabur ke Lampung,” jelasnya.

Lanjut tersangka, selama di Lampung dirinya bekerja serabutan hingga ia bertemu dengan perempuan lain dan menikah.

“Saya menikah bukan dengan ‘RA’ tapi dengan perampuan lain yang saya kenal di Lampung. Memang saat kejadian saya ini duda, sementara korban bujangan dan wajahnya tampan dari saya. Mungkin itulah yang membuat mereka pacaran di belakang saya,” tandas tersangka. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Begal Sadis Ditembak Mati

Palembang, KoranSN Tahadi (19), warga Komplek Teratai Putih Kecamatan Sukarami yang merupakan begal sadis di ...

error: Content is protected !!