Home / Headline / Dada Kiri Perampok Sadis Driver Taksi Online Dijebol Timah Panas Jatanras

Dada Kiri Perampok Sadis Driver Taksi Online Dijebol Timah Panas Jatanras

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat merilis kasus tertangkap dan tertembak mati pelaku Hengki Sulaiman di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Hengki Sulaiman (21), yang merupakan buronan perampokan sadis terhadap driver taksi online, Tri Widyantoro tewas setelah satu butir timah panas senjata api anggota kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel menjebol dada kiri Hengki.

Hal tersebut terungkap saat Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara merilis kasus tertangkap dan tertembak matinya Hengki di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Jumat (13/4/2018).

Dikatakan Kapolda, petugas kepolisian yang melakukan penyergapan terhadap pelaku Hengki di Brebes Jawa Tengah terpaksa memeberikan tindakan tegas, karena saat ditangkap Hengki melakukan perlawanan.

“Akibatnya, satu tembakan bersarang di dada kiri Hengki. Usai tertembak kemudian Hengki dibawa ke rumah sakit, namun setiba di rumah sakit dia tidak tertolong dan meninggal dunia,” tegas Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, tindakan tegas kepada Hengki juga merupakan warning atau peringatan kepada para pelaku kejahatan pencurian dan kekerasan yang sadis di Sumsel.

“Ini seperti janji kami, pelaku kejahatan akan kami sikat, kami tangkap hidup atau mati, ujarnya.

Lebih jauh dikatan Kapolda, jumlah pelaku dalam kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro berjumlah 4 orang dan semuanya sudah tertangkap, yang terdiri dari; dua pelaku atas nama Poniman dan Hengki ditembak mati, satu pelaku atas nama Bayu Irwansyah tertangkap dan satu pelaku bernama Tyas Dryantama menyerahkan diri.

“Setelah menembak mati Poniman dan menangkap Bayu, Alhamdulillah, Tyas menyerahkan diri maka yang bersangkutan kami proses hukum sesuai prosedur yang ada. Tapi, untuk pelaku Hengki sudah dihimbau agar menyerahkan diri namun malah melarikan diri, bahkan saat ditangkap melawan sehingga dilakukan tindakan tegas hingga pelaku Hengki tewas tertembak,” ungkapnya.

Lanjut Kapolda, dalam pelariannya ada empat kabupaten di Jawa Tengah yang menjadi persembunyian Hengki yang diantaranya di lokasi penangkapan yakni di Brebes.

“Disana (Brebes) Hendri menumpang di rumah temannya. Bahkan Hengki mengganti nama menjadi Hendri, namun polisi yang sebelumnya terus menyelidiki dan memonitor keberadaan pelaku akhirnya melakukan penyergapan dan penangkapan,” terang Kapolda.

Diceritakan Kapolda, terungkapnya keberadaan Hengki juga terhendus dari foto rumah di Brebes yang diunggah di akun facebook milik pelaku.

“Foto rumah yang dia posting di facebook tersebut merupakan rumah yang ditempatinya di Brebes. Saat digerebek, benar di sana sedang ada Hengki,” tutup Kapolda.

Untuk diketahui, pihak kepolisian Polda Sumsel, Jumat (30/3/2018) menemukan tengkorak dan tulang yang merupakan jenazah korban Tri Widyantoro di rawa-rawa yang berada kawasan Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.

Bukan hanya menemukan jenazah korban, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yang merampok dan membunuh korban, keduanya yakni; Poniman dan Bayu Irwansyah. Dari kedua pelaku ini, Poniman tewas tertembak polisi lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

Kemudian, Sabtu malam (31/3/2018) pukul 19.30 WIB, tersangka Tyas Dryantama (20), oknum mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menyerahkan diri ke Polda Sumsel dengan diantar oleh ayahnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro ini terjadi pada Kamis 15 Februari 2018 lalu di kawasan perkebunan sawit Tanjung Lago Banyuasin.

“Dalam kasus ini, awalnya polisi menangkap tersangka Bayu kemudian dikembangkan hingga ditangkap tersangka Poniman. Namun saat penangkapan Poniman ini, tersangka melawan hingga tewas tertembak. Sementara untuk tersangka Tyas menyerahkan diri ke Polda Sumsel,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, kasus ini terjadi berawal dari pelaku yang tewas tertembak yakni, Poniman menyuruh Bayu memesan taksi online melalui aplikasi, hingga pesanan tersebut didapatkan oleh korban dengan tujuan Jalan Kapten A Arsyad Way Hitam Palembang menuju Kenten Ujung Banyuasin.

Setiba di lokasi kejadian, para pelaku meminta korban memberhentikan mobil, saat itulah Poniman dibantu pelaku Hengki menjerat leher korban dengan tali tambang dari belakang.

Sedangkan tersangka Bayu memegangi kedua tangan korban, sementara tersangka Tyas membekap mulut korban hingga korban tewas.

“Usai korban tewas, para pelaku membuang jenazah korban ke semak-semak di kawasan Sungsang Banyuasin. Lalu para pelaku membawa kabur mobil korban ke kawasan Kecamatan Lalan Muba. Terungkapnya kasus ini, setelah polisi mendapati handphone (HP) korban yang dijual pelaku di salah satu counter HP di mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Bayu dan Poniman. Dari pengakuan tersangka Bayu ini lah ditemukan jenazah korban yang dibuang para di kawasan Sungsang,” jelas Kapolda.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, saat ditemukan jenazah korban sudah menjadi tengkorak dan tulang. Bahkan ada bagian tubuh korban yang hilang diduga dimakan hewan buas seperti Biawak.

“Yang ditemukan hanya tengkorak kepala korban, tulang paha, tulang pinggul, dan sebagian tangan. Sedangkan untuk bagian tubuh lainnya hilang dimakan hewan buas di sana, sebab lokasi pembuangan merupakan rawa-rawa dan jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Kapolda, dengan ditemukannya jenazah korban yang telah menjadi tengkorak maka dokter forensik melakukan tes DNA untuk memastikan jika jenazah tersebut adalah korban.

“Jadi walaupun keterangan tersangka yang diamankan, baju korban dan mobil milik korban yang kami temukan identik milik korban, tapi kita masih harus melakukan tes DNA untuk memastikan tengkorak dan tulang tersebut adalah korban. Sementara untuk para pelaku dalam kasus ini dikenakan Pasal 365 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP yang ancaman pidananya maksimal pidana mati,” tandas Kapolda. (ded)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

1 Tewas 2 Terluka, Pencuri Mobil Tabrak Kerumunan Warga Kertapati

Palembang, KoranSN Syahril Alamsyah (19), warga Jembatan I Kecamatan Kertapati Kota Palembang nekat menabrakan mobil ...

error: Content is protected !!