Home / Wawancara / Dari Pengurus di Desa Hingga Duduki Jabatan Ketua DPRD Banyuasin

Dari Pengurus di Desa Hingga Duduki Jabatan Ketua DPRD Banyuasin

MEMIMPIN RAPAT – Ketua DPRD Banyuasin, H Agus Salam memimpin rapat yang dihadiri unsur TNI dan Polri. (foto-ist)

DALAM perjalanan karirnya banyak kesuksesan yang diraih oleh H Agus Salam. Awalnya, sosok tokoh masyarakat di Banyuasin ini bergabung menjadi anggota Partai Golkar di Mariana dimana saat itu Agus Salam dipercaya menjabat sebagai pengurus Partai Golkar di desanya.

“Dulu Mariana Kabupatennya masih Musi Banyuasin (Muba). Sebelum dipercaya menjadi pengurus partai, saya pernah mengikuti
organisasi masjid, karang taruna. Taklama kemudian, saya ikut menjadi pemuda panca marga hingga akhirnya dipercaya menjabat sebagai Sekertaris Partai Golkar,” terangnya.

Dilanjutkannya, kemudian pada tahun 1998-1999 dirinya dicalonkan menjadi Caleg (Calon Legeslatif) DPRD Muba, tapi saat itu dirinya tidak terpilih, karena dalam pemilihan ia hanya mendapat suara diurutan dua.

“Namun, pada tahun 2002 Kabupaten Muba terjadi pemerkaraan dimana Muba dipisah dengan Banyuasin. Dengan adanya pemekaran inilah, calon anggota DPRD asal Banyuasin yang terpilih dalam pemilahan saat itu kembali ke Banyuasin dan menjadi anggota DPRD. Dikarenakan ketika itu jumlah anggota DPRD kurang maka saya diangkat secara PAW menjadi anggota DPRD Banyuasin,” jelasnya.

Masih dikatakannya, kemudian pada tahun 2004 di Banyuasin kembali dilakukan pemilihan legislatif. Hingga dirinya kembali dicalonkan dan terpilih kembali menjadi anggota DPRD.

“Ketika itulah saya dipercaya menjadi Sekertaris Partai Golkar Banyuasin. Lalu, pada tahun 2009 saya dicalonkan kembali dan akhirnya kembali dipilih menjadi Ketua DPRD Banyuasin,” terangnya sembari mengutarakan jika dalam Pileg tahun 2014 dirinya kembali terpilih menjadi anggota DPRD dan kembali dipercaya menjabat sebagai Ketua DPRD Banyuasin.

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam mengungkapkan jika ia berhadapan dengan 44 anggota DPRD Banyuasin yang minus dengan anggota Partai Golkar.

“Tapi Allmahdulilah, selama menjabat sebagai Ketua DPRD Banyuasin, semua kebijakan pemerintahan daerah yang dibahas di DPRD , kami antar sesama anggota DPRD tidak pernah terjadi otot-ototan,” jelasnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, ia mengaku jika suatu perosalan yang terjadi selalu dihadapinya dengan mencari solusi agar tidak berimbas kepada orang lain. Sebab, bagi dirinya suatu perosalan merupakan pemacu untuk melangkah maju kedepan.

“Menghadapi permasalahan kita haruslah intropeksi diri, mengapa ini bisa terjadi. Bahkan dalam menghadapi suatu permasalahan, saya tidak pernah berprasangka buruk kepada orang lain. Semua persoalan saya hadapi sebagai tantangan, sebab akan ada hikmah yang dapat kita ambil dibalik masalah tersebut,” tandasnya. (dedy suhendra)

Maksimalkan Potensi Perkebunan dan Pertanian

Ketua DPRD Banyuasin, H Agus Salam bersama pejabat di lingkungan Pemkab Banyuasin berfoto bersama.

KETUA DPRD Banyuasin, H Agus Salam mengungkapkan, potensi perkebunan dan pertanian di Banyuasin harus dimaksimalkan oleh pihak pemerintah. Hal tersebut mengingat jika Kabupaten Banyuasin merupakan sumber pertanian seperti karet dan padi.

Untuk itulah sebagai pihak legislatif dirinya meminta agar pemerintah dapat secara proaktif memaksimalkan potensi perkebunan dan pertanian yang ada di Banyuasin.

“Seperti bidang perkebunan karet, harus dimaksimalkan. Sebab untuk pembiayaan penanaman dan perawatan, mulai dari pembibitan saja tentunya para petani harus mengeluarkan biaya besar. Ini yang harus menjadi perhatian karena petani karet di Banyuasin memiliki potensi dan harus dikembangkan kedepannya,” kata politisi Partai Golkar yang juga tokoh masyarakat Banyuasin ini.

Selain itu, lanjut Agus Salam, para petani beras di Banyuasin pun harus dimaksimalkan potensinya. Karena Banyuasin merupakan kabupaten penghasil beras yang besar.

“Jadi pemerintah harus memaksimalkan petani beras, bagaimana caranya para petani ini dibantu. Jangan sampai nanti saat panen datang maka berasnya menjadi milik orang Lampung,” ujarnya. (dedy suhendra)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Askolani Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat

DENGAN motto hidup “Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat”,  H Askolani SH MH yang kini menjabat sebagai ...

error: Content is protected !!