Home / Lacak / Darmizon Bandar Narkoba di Betung Licin dan Sering Lolos dalam Penyergapan

Darmizon Bandar Narkoba di Betung Licin dan Sering Lolos dalam Penyergapan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Jenazah tersangka saat berada di Rumah Sakit Bhyangkara Palembnag. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Licin dan sering lolos saat disergap oleh pihak kepolisian membuat Darmizon (50), bandar narkoba di Betung Kabupaten Banyuasin menjadi target operasi (TO) Polda Sumsel. Namun karirnya kini berakhir setelah tersangka ditembak mati oleh petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Rabu malam (12/9/2018) pukul 20.00 WIB.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman, Kamis (13/9/2018) mengakui jika sebelumnya pihaknya sudah beberapa kali menyergap tersangka Darmizon untuk ditangkap. Akan tetapi tersangka selalu lolos dari kepungan petugas kepolisian.

“Jadi, tersangka Darmizon yang kami tembak mati ini terkenal licin dan selalu lolos dalam penyergapan. Namun, Rabu malam kemarin saat kami kembali melakukan penyeragapan terhadapnya di kawasan Jalan Lintas Palembang-Jambi Lubuk Lancang Banyuasin, tersangka tidak dapat kabur lagi setelah anggota di lapangan menembak mati tersangka,” katanya.

Baca Juga :   Yan Anton Kembali Diperiksa KPK

Diungkapkan Farman, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya sudah cukup lama Darmizon menjadi bandar narkoba di kawasan Betung Banyuasin.

“Cukup lama Darmizon ini menjadi bandar sabu, sudah bertahun-tahun. Dia selama ini tidak tertangkap, ya karena licin. Makanya kami terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaannya. Dari proses penyelidikan inilah akhirnya tersangka diketahui keberadaannya dan langsung kami sergap, namun saat akan ditangkap dia melarikan diri sehingga kami tindak tegas,” ujarnya.

Masih dikatakan Farman, asal semua narkoba jenis sabu yang dipasarkan oleh tersangka selama menjadi bandar yakni dari jaringan pengedar Aceh, yang awalnya diselundupkan ke wilayah Sumsel hingga sampai ke tangan tersangka.

“Kami menilai tersangka Darmizon ini bandar besar, sebab setiap dia melakukan transaksi jumlah barang buktinya tidak pernah sedikit. Dimana setiap transaksi adapun jumlah sabu yang dijualkan oleh tersangka rata-rata mencapai 1 Kg hingga 3 Kg sabu,” ungkapnya.

Baca Juga :   Selfie di Kolam Galian Soekarno Hatta, 2 Remaja Putri Tewas Tenggelam

Lebih jauh dikatakannya, bahkan dalam penyergapan yang membuat tersangka tewas ditembak mati. Pihaknya mendapati barang bukti 3 Kg sabu yang hendak dijualkan tersangka.

“Barang bukti sabu tersebut kami temukan berada di dalam kemasan Teh Cina, di tas ransel yang saat itu dikenakan oleh tersangka,” ujarnya.

Lanjut Farman, dengan terungkapnya kasus tersebut kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna menangkap pelaku-pelaku lainnya yang merupakan jaringan tersangka.

“Kami terus kembangkan kasusnya, karena kami menilai masih ada pelaku lainnya yang merupakan rekan tersangka Darmizon yang belum tertangkap.

Dari itu walaupun Darmizon sudah tewas tapi kasusnya masih dikembangkan,” pungkas Farman. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …