Darwin Tewas Ditusuk Dari Belakang di Eks Lokalisasi Teratai Putih

Tersangka Rizky Juliansyah alias Depo memperagakan menikam korban dari belakang. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Polsek Sukarami, Selasa (23/1/2018) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan korban Darwin (35), warga Jalan AKBP H Umar Kecamatan Kemuning Palembang yang tewas di kawasan eks lokalisasi Teratai Putih Kecamatan Sikarami Palembang pada 8 November 2016 lalu sekitar pukul 04.30 WIB.

Rekonstruksi yang digelar sebanyak 14 adegan tersebut dilakukan di halaman Polsek Sukarami. Dalam rekonstruksi pihak kepolisian juga menghadirkan tersangka kasus pembunuhan tersebut yakni, tersangka RizkyJuliansyah alias Depo (26), warga Jalan Bambang Utoyo, Lemabang Palembang untuk memperagakan setiap adegan saat membunuh korban.

Terungkap dalam rekonstruksi tersebut, korban Darwin tewas usai ditikam senjata tajam (Sajam) jenis pisau sebanyak dua kali dari arah belakang oleh tersangka Rizky Juliansyah alias Depo.

Dimana pada adegan ke 1 dalam rekonstruksi, tampak kejadian pembunuhan korban berawal saat tersangka dengan kondisi mabuk minuman keras (Miras) beralkohol dan membawa pisau yang diselipkan di pinggangnya datang ke selah satu kafe di kawasan eks lokalisasi Teratai Putih.

Kemudian pada adegan ke 2, tersangka masuk ke dalam kafe untuk menikmati musik yang ada di dalam kafe tersebut. Namun saat berada di dalam, tersangka melihat ke arah korban dengan mata melotot. Korban yang ketika itu sedang joget dan dalam kondisi mabuk Miras merasa tidak suka dengan tatapan mata korban, hingga korban menegur tersangka.

Baca Juga :   KPK Panggil Mantan Kadiv Penjualan PT DI Sebagai Tersangka

Dalam adegan ke 3 usai ditegur oleh korban, tersangka keluar dari kafe lalu duduk di atas sepeda motor di parkiran luar. Pada adegan ke 4, korban kembali mendekati tersangka dan langsung memukul kepala belakang tersangka dengan tangan kosong. Namun saat itu tersangka Rizky Juliansyah alias Depo hanya diam, sementara korban Darwin kembali masuk ke dalam kafe.

Kemudian pada adegan ke 5 dan ke 6, tersangka yang saat itu masih duduk-duduk di parkiran kembali didekati oleh korban Darwin. Kali ini korban mendekati tersangka sembari memegang botol Miras. Dalam adegan ke 7, korban mengayunkan botol seakan mau memukul tersangka sambil mengatakan kepada tersangka, ‘Awak masih kecik’. Setelah itu, korban berbalik badan hendak meninggalkan tersangka.

Di adegan ke 8, tampak tersangka RizkyJuliansyah alias Depo mencabut pisau dari pinggangnya lalu menikam punggung belakang korban sebanyak dua kali dari arah belakang. Akibatnya, korban terjatuh bersimbah darah sedangkan tersangka bergegas melarikan diri dari lokasi kejadian.

Pada adegan ke 9 dan ke 10, korban ditolong warga dan dilarikan ke rumah sakit. Di adegan ke 11, nyawa korban tak tertolong dan korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sementara pada adegan ke 12 dan ke 13 tersangka tiba di rumahnya, kemudian dalam adegan ke 14 tersangka membersihkan darah korban yang menempel di pisau yang digunakannya untuk menikam korban.

Baca Juga :   Selamat Jalan Sang Tokoh Karismatik Drs H M Kafrawi Rahim

Kapolsek Sukarami, Kompol Rivanda melalui Kanit Reskrim Iptu Marwan mengatakan, tersangka RizkyJuliansyah alias Depo ditangkap pihaknya belum lama ini setelah sebelumnya tersangka menjadi buronan usai membunuh korban Darwin di kawasan eks lokalisasi Teratai Putih pada November 2016 lalu.

“Adapun motif pembunuhan ini karena antara korban dan tersangka terjadi selisih paham yang diawali dengan saling menatap mata. Kerena keduanya dalam keadaan mabuk Miras, sehingga terjadilah penikaman tersebut hingga membuat korban meninggal dunia,” jelasnya.

Lanjutnya, dalam kasus ini tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun kurungan penjara.
“Sedangkan untuk rekonstruksi dengan 14 adegan yang kami gelar di halaman Polsek Sukarami, bertujuan untuk melengkapi berkas perkara tersangka yang dalam waktu dekat akan segara kami limpahkan ke jaksa,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Proyek di Bakamla

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa menahan dua tersangka kasus korupsi terkait pengadaan perangkat …