Home / Gema Sriwijaya / Datangi Perusahaan, Warga 3 Desa Tuntut Plasma & Ganti Rugi

Datangi Perusahaan, Warga 3 Desa Tuntut Plasma & Ganti Rugi

Warga saat berorasi di camp dan kebun perusahaan. (Foto-Maniso/KoranSN)

Kayuagung, KoranSN

Ratusan warga dari 3 desa di Kecamatan Pedamaran Kabupaten OKI mendatangi kantor dan perkebunan PT Kelantan Sakti di Jalan Sepucuk Kayuagung OKI, Kamis (27/12/2018).

Massa murni berasal dari Desa Pedamaran, Srinanti dan Sukadamai ini menuntut realisasi plasma yang telah dijanjikan pihak perusahaan yang bergerak di perkebunan sawit itu.

Adapun jumlahnya plasmanya 20 persen dari total luas lahan masyarakat yang dikelola perusahaan seluas 2.948 hektar. Janji pemberian plasma perusahaan kepada masyarakat telah tertuang dalam kesepakatan kerjasama antara manajemen perusahaan dengan masyarakat beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.

Sejak berdiri tahun 2008 silam, hingga saat ini perusahaan perkebunan ini telah memanen sawit perdana pada tahun 2017 lalu. Namun sampai saat ini masyarakat yang memiliki lahan belum juga mendapatkan hak mereka berupa plasma.

Ansila (40) selaku Ketua Kelompok Tani Pengentingan Pedamaran yang memimpin aksi massa menegaskan, masyarakat hanya ingin menuntut hak mereka sesuai kesepakatan awal.

Baca Juga :   Proyek Pembaharuan, OPD Muratara Harus Berinovasi

“Kami menginginkan plasma yang telah tertuang dalam kerjasama dengan pihak perusahaan,” teriaknya saat orasi.

“Selain itu, kami juga menuntut untuk pemberian ganti rugi tanam tumbuh lahan yang telah dikelola oleh PT Klantan Sakti karena sampai saat ini belum juga ada ganti rugi,” tambah Ansila.

Lanjut Ansila, sebelum PT Klantan Sakti membuka lahan perkebunan sawit, pada tahun 2003 masyarakat telah bercocok tanam di lahan mereka. Tahun 2008, PT Klantan Sakti datang ke Kabupaten OKI untuk membuka lahan perkebunan dan mengajak masyarakat bekerjasama serta menyerahkan lahan.

“Dengan kesepakatan, PT Klantan Sakti akan memberikan plasma 20 persen dari luas lahan. Ini sama saja perusahaan yang merampas tanah masyarakat apabila tidak ada kejelasan ini plasma dan ganti rugi tanam tumbuh,” jelasnya.

Warga lainnya bernama Depri menambahkan, saat perusahaan panen perdana tahun 2017 lalu, ditaksir setiap bulan pihak perusahaan telah berhasil memanen 3.500 ton buah sawit. Sayangnya, dari hasil panen tersebut masyarakat tidak juga mendapatkan plasma mereka.

Baca Juga :   Sungai Lilin Jadi Sentra Ekonomi, Dodi Reza Kucurkan Rp 34 Miliar

Kedatangan masyarakat di PT Klantan Sakti disambut puluhan personil Polri dan TNI. Dalam aksi kemarin, kondisi Camp perusahaan tampak sepi, hanya ada sejumlah orang mewakili perusahaan yang justru tidak memiliki kewenangan memutuskan persoalan.

Kapolsekta Kayuagung, AKP Nasharudin yang hadir di sana mengatakan, persoalan ini agar bisa diselesaikan bersama-sama. Pihak kepolisian siap mengawal dan memfasilitasi serta memediasi pihak perusahaan dan masyarakat terkait tuntutan plasma dan ganti rugi tanam tumbuh.

Sementara Dedi selaku Perwakilan Humas PT Klantan Sakti mengungkapkan, warga sudah diberi kesempatan berdialog dengan pihak perusahaan. Namun hasil dialog itu belum ada jawaban terkait plasma yang diminta warga.

“Kami belum bisa memutuskan sekarang. Kami ajak warga untuk kembali bertemu dengan jajaran manajemen pada 15 Januari nanti. Warga bersedia kembali bertemu tanggal itu, semoga nanti ada solusi terbaik,” ujarnya singkat. (iso)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pohon Tumbang di Lubuklinggau Timpa Pengendara

Lubuklinggau, KoranSN Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Lubuklinggau, Minggu (21/7/2019) sekitar pukul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.