Home / Pesta Demokrasi / Debat Cagub dan Cawagub Sumsel Habiskan Dana Rp 600 Juta

Debat Cagub dan Cawagub Sumsel Habiskan Dana Rp 600 Juta

Ketua KPU Sumsel Aspahani didampingi komisioner KPU lainnya saat memberikan keterangan pers terkait debat kandidat yang akan berlangsung di Hotel Novotel. (foto Sn/Anton Wijaya)

Palembang, KoranSN

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menyelenggarakan debat calon gubernur dan wakil gubernur Sumsel tahap pertama, yang akan dilaksanakan Rabu (14/3/2018) malam. Ketua KPU Sumsel Aspahani mengaku, anggaran untuk debat kandidat tersebut kurang lebih Rp 600 juta.

“Anggaran debat ini mencapai Rp 600 juta. Pengeluaran terbesar untuk biaya siaran Tv, kalau soal gedung, biayanya standar penyewaan,” kata Aspahani saat memberikan keterangan persnya di kantor KPU Sumsel, Selasa (13/3/2018).

Aspahani menjelaskan, tema yang diangkat dalam debat, yakni soal reformasi demokrasi, pengentasan masalah ekonomi, hukum, politik dan infrastruktur.

“Untuk panelis, ini orang tv dan akademisi yang betul-betul memiliki kapabilitas seperti dari perguruan tinggi kami ambil dekan. Panelis juga ada yang levelnya nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sumsel Divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi menuturkan, debat kandidat pada 14 Maret ini merupakan debat yang pertama, rencananya debat kedua akan diadakan pada 22 Juni mendatang.

“Para panelis kita ambil dari ahli ekonomi, politik, hukum termasuk ahli infrastruktur, dan juga dari tokoh masyarakat. Debat akan diadakan di Hotel Novotel mulai pukul 19.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB,” kata Naafi.

Naafi menjelaskan, dalam debat kandidat ini, akan ada 6 segmen. Para paslon pada segmen pertama dipimpin moderator tentang tata tertib debat dan akan diberikan waktu untuk memaparkan visi dan misinya kepada publik. Kemudian segmen kedua, moderator akan melempar pertanyaan kepada masing-masing paslon. Sedangkan pada segmen ketiga, para paslon secara bergantian menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh moderator.

Dia menjelaskan, segmen selanjutnya moderator menyiapkan sejumlah pilihan pertanyaan untuk para paslon. Nantinya para paslon akan memilih salah satu pertanyaan untuk dilemparkan kepada paslon lainya.

“Pertanyaan-pertanyaan yang disiapkan merupakan hasil rumusan dari sejumlah akademisi berbagai perguruan tinggi dan profesional baik didaerah maupun nasional. Sesi pertanyaan disiapkan tapi memilih dan diperuntukan untuk siapa hingga clossing statemen,” ungkapnya.

Terpisah, menanggapi debat kandidat yang diselenggarakan di ballroom Hotel Novotel Anggota Komisi I DPRD Sumsel, H. Elianuddin sangat menyayangkan sikap KPU yang terkesan tidak mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Sumsel.
”Sebagai wakil rakyat, saya sangat menyayangkan sikap KPU yang terkesan tidak sensitif dan sejalan, dengan langkah pemerintah yang selalu menggalakkan penghematan. Menurut saya, bila memang mau KPU bisa melakukan penghematan lagi anggaran tersebut. Misalnya lokasi pelaksanaan tidak harus di hotel mewah, tetapi bisa dilakukan ditempat lain yang lebih murah dan representativ, seperti di lantai 3 DPRD Sumsel, yang gratis,” tandasnya. (awj)

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

KPU Muba Distribusikan Logistik Pilgub Sumsel

Sekayu, KoranSN Komisi Pemilihan Umum (KPU) Musi Banyuasin (Muba) mulai mendistribusikan logistik Pilkada Gubernur dan ...

error: Content is protected !!