Delapan Napi Rutan Pakjo dan Merah Mata Positif Narkoba

TES URINE- Petugas Polda dan BNNP Sumsel saat melakukan tes urine kepada narapidana Rutan Pakjo Palembang
TES URINE- Petugas Polda dan BNNP Sumsel saat melakukan tes urine kepada narapidana Rutan Kelas I Pakjo Palembang. FOTO-DEDY /KORANSN

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian dari Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumsel bersama BNNP Sumsel, Selasa (19/4/2016) pukul 15.00 WIB melakukan razia di sel tahanan Rutan Kelas I Pakjo Palembang.

Selain di lokasi, Senin malam (18/4/2016) petugas juga melakukan razia di Rutan Merah Mata Palembang.

Dalam razia di dua lokasi tersebut, petugas pun melakukan tes urine, hasilnya delapan narapidana (napi) kasus narkoba terdiri dari; empat napi di Rutan Pakjo dan empat napi di Rutan Merah Mata, postif menggunakan narkoba.

Pantauan di lapangan, dalam razia tersebut 14 personel Sat Brimob Polda Sumsel bersenjata laras panjang turut dikerahkan. Bahkan dalam menyisir di sel-sel tahanan dan sejumlah tempat di dalam Rutan, polisi menurunkan satu ekor anjing pelacak dari Unit Satwa K9 Polda Sumsel.

Untuk razia di Rutan Pakjo Palembang, petugas gabungan dari Polda dan BNNP Sumsel berhasil mengamankan sisa-sisa sabu yang berada di dalam plastik klip putih dan peralatan penghisap sabu. Sisa sabu dan alat komsumsinya tersebut ditemukan petugas terselip di sudut luar sel tahanan narkoba. Petugas juga mengamankan 25 unit handphone (HP) secara terpisah di luar ruangan sel tahanan.

Ketika ditemukan puluhan HP tersebut dalam kondisi terbungkus plastik, kemudian di pendam pasir di depan ruangan tahanan. Sedangkan untuk razia yang dilakukan di Rutan Merah Mata, petugas tidak mendapati HP, sabu, serta peralatan penghisab sabu.

Kasubdit I Ditres Narkoba Polda Sumsel AKBP Parlindungan Lubis mengatakan, razia yang dilakukan di Rutan Pakjo dan Rutan Merah Mata dalam rangka Operasi Bersih Narkoba (Bersinar) 2016. Selain melakukan razia, dalam kegiatan tersebut pihaknya juga melakukan tes urine terhadap para napi.

“Dari kedua tempat, delapan napi hasil tes urineya postif. Terdiri dari; empat napi di Rutan Pakjo dan empat napi di Rutan Merah Mata. Kini kita masih mendalaminya karena dalam penggeledahan yang dilakukan, tidak ada barang bukti yang tertangkap tangan. Hanya saja, saat penggeledahan di Rutan Pakjo kita mendapati sisa-sisa sabu di plastik klip putih dan peralatan penghisap sabu. Namun, barang-barang ini didapati berada di luar sel tahanan bukan di napinya, dari itulah kita perlu pendalaman,” katanya.

Baca Juga :   Polisi Tangani Teror di Rumah Bupati Kediri

Selain itu, lanjut Parlindungan Lubis, dalam penyisiran di Rutan Pakjo Palembang pihaknya juga mendapati dua bilah senjata tajam (sajam) jenis pisau serta 25 unit HP.

“Untuk sajam dan HP, semuanya ditemukan di luar sel tahanan atau di halaman di depan tahanan narkoba. Bahkan semua HP yang kita temukan itu di tempat terpisah, ada yang di pendam dan juga ada yang dibungkus dengan palstik hitam, lalu diselipkan di halaman depan sel tahanan. Kalau untuk penggeledahan di Rutan Merah Mata kita tidak mendapati barang bukti, namun hasil dari tes urine yang dilakukan empat napi di Merah Mata positif pengguna narkoba,” paparnya.

Masih diungkapkannya, untuk para napi yang tes urinnya postif, karena para napi tersebut tidak ada yang tertangkap tangan memiliki barang bukti, maka delapan napi tidak dibawa ke Mapolda Sumsel.

“Sambil melakukan pendalaman, delapan napi tersebut masih tetap di dalam Rutan dan dalam pengawasan pihak Kemenkumham Sumsel,” ucapnya.

Sementara Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel, AKBP Minal Alkarhi menambahkan, dengan ditemukannya sisa-sisa sabu dan alat hisap di dalam Rutan Pakjo, membuktikan jika meskipun berada di tahanan para napi tetap berupaya dengan menggunakan segala cara agar dapat mengkonsumsi narkoba.

“Dengan adanya barang bukti itu saya tidak mengatakan ada jaringan narkoba di dalam Rutan. Tapi dengan adanya barang bukti, ini membuktikan memang ada narkoba yang dapat masuk ke dalam Rutan, artinya meskipun napi itu sudah ditahan tapi jaringannya belum terputus hingga mereka masih dapat menggunakan narkoba meskipun berada di tahanan,” ujarnya.

Lanjut Minal Alkarhi, razia dalam rangkan Operasi Bersinar yang dilakukan BNNP dan Polda Sumsel merupakan kegiatan pencegahan agar kedepan tidak ada lagi narkoba yang dapat masuk ke Rutan maupun ke Lapas yang ada di Sumsel.

Baca Juga :   Kejari Sebut Dugaan Kerugian Pengelolaan Aset DKP Parigi Moutong Capai Rp 2 Miliar

“Terkait bisa masuknya narkoba ke dalam Rutan, kami menilai karena saat ini jumlah petugas keamanan di Rutan dan Lapas kurang memadai sehingga para napi dapat dengan mudah membawa masuk narkoba menggunkan segala cara,” tandasnya.

Sedangkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumsel Juliasman Purba menegaskan, dengan didapati delapan napi yang postif menggunakan narkoba maka kedelapan napi tersebut ditempatkan pihaknya di ruang isolasi.

“Data nama-nama kedelapan napi yang positif saya tidak ingat. Tapi, salah satu dari mereka bernama Salimudin terpidana kasus narkoba asal Aceh. Terkait dapat masuknya narkoba ke dalam Rutan itu dikarenakan petugas kita memang jumlahnya sedikit. Dimana untuk setiap harinya, para napi hanya dijaga dan diawasi oleh 11 sipir, dari itulah dalam setiap harinya petugas kita tidak bisa mengecek secara keluruhan para napi,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, jika dirinya tidak main-main kepada para napi bahkan oknum petugas sipir jika ada yang terbukti terlibat jaringan narkoba.

“Jika terbukti pastinya ada tindakan tegas karena kita tak akan membiarkan jika ada jaringan narkoba di dalam Rutan maupun Lapas yang berada di Sumsel ini. Kita sangat mendukung razia yang dilakukan BNNP dan Polda Sumsel bahkan razia seperti ini tidak hanya disini saja, karena kita tetap melakukan razia agar Rutan dan Lapas betul-betul bersih dari narkoba,” tandasnya. (ded)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Ketua KPK Harap Tidak Ada Lagi Korupsi Sektor Agraria

Jakarta, KoranSN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengharapkan tidak ada lagi tindak pidana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.