Dendam Lama, Sopir Bus Pusri Kertapati Disiram Cuka Para

Korban saat membuat pengaduan di SPK Terpadu Polresta Palembang. (Foto-Deni/Koransn)

Palembang, KoranSN

Yosepha (26), seorang sopir bus kota jurusan Kertapati-Pusri, Rabu (22/3/2018) mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang guna membuat pengaduan.

Kedatangan warga Jalan Dr M Isa Lorong Quba Kelurahan Duku Kecamatan IT II ini, guna melaporkan ‘YN’, lantaran dengan sengaja menyiramkan air keras atau cuka parah ke bagian muka kirinya.

Menurut penjelasan Yosepha saat membuat laporan, perbuatan yang tidak mengenakan tersebut diduga dilandasi permasalahan dendam lama yang belum tuntas.

Beruntung wajah korban tidak rusak akibat cuka para, karena saat kejadian korban berhasil menghindar sehingga cairan tersebut hanya memercik sedikit dibagian muka kirinya, tepat dibelakang telinganya.

“Penyiraman itu terjadi, saat saya sedang mengemudikan bus seperti biasa untuk mencari penumpang. Ketika bus yang saya kemudikan melintasi Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Lorong Karyawan, terlapor ‘YN’ yang merupakan temannya sesama sopir naik,” jelasnya.

Baca Juga :   Spesialis Pencuri Motor di Prabumulih Diterjang Timah Panas

Dilanjutkannya, terlapor yang setiap harinya juga sebagai pemalak atau kerap kali memungut uang jalur bus kota dan angkot ini duduk menumpangi mobil bus korban dan minta diantarkan ke kawasan depan Plaju.

“Tanpa ada rasa curiga, saya mempersilahkan ‘YN’ naik dan waktu di atas Jembatan Ampera saya langsung didekati seketika itu, terlapor turun di Ampera sambil melempari saya kantong plastik yang ternyata berisi cuka parah. Untungnya, saya bisa menghindar jadi cuma terkena percikannya dan langsung saya bilas muka saya dengan air,” ujarnya dihadapan petugas kepolisian.

Saat itulah, terlapor langsung kabur dan masuk ke dalam warung dikawasan bawah Ampera 7 Ulu dan dikejar korban. Namun, lantaran dipegangi warga membuat korban tak berkutik hingga berinisiatif untuk melapor kejadian ini ke Polresta Palembang.

Baca Juga :   Mualim Warga Jambi Mayat di Dalam Karung, Ditemukan Luka Jeratan & Aniaya

“Saya kenal sama dia memang dulu ada masalah, kemungkinan dia masih dendam pada saya. Saya hanya meminta keadilan pak,” pinta korban.

Kasubag Humas Iptu Syamsul Pitri dikonfirmasi terkait laporan korban ini mengaku laporannya tengah diproses dan diarahkan ke unit Pidum untuk ditindaklanjuti. “Laporan sudah kita terima dan segera akan ditindaklanjuti,” tandasnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Kembali Panggil Komisaris PT RPI Terkait Suap Pengadaan Bansos

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (1/3/2021) kembali memanggil Komisaris PT Rajawali Parama Indonesia …