Home / Lacak / Dendam Pasal Pasang Tajur Ikan Motif Mutilasi Karoman di Ogan Ilir

Dendam Pasal Pasang Tajur Ikan Motif Mutilasi Karoman di Ogan Ilir

Kapolda Sumsel Irjen Firli. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dendam lama karena keributan yang dipicu pasal mencari ikan dengan pemasangan tajur ikan menjadi motif pembunuhan dan mutilasi korban Karoman (40) di Kabupaten Ogan Ilir (OI). Demikian dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli, Minggu (21/7/2019).

Menurut Kapolda, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian serta hasil pemeriksaan forensik, maka dua tersangka dalam kasus mutilasi korban telah ditetapkan oleh Polres Ogan Ilir. Adapun kedua tersangka tersebut, yakni tersangka Ibrahim yang kini telah ditangkap dan tersangka ‘AL’ (DPO) yang masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian.

“Kedua tersangka tersebut bersauadara. Sedangkan motifnya yakni dendam lama. Sebab, jauh sebelum kejadian ditemukan korban tewas dimutilasi, antara korban dan kedua tersangka pernah ribut terkait masalah mencari ikan, yakni pasang tajur ikan. Hal inilah yang membuat tersangka dendam hingga akhirnya membunuh dan memutilasi korban. Nah, dengan terungkapnya tersangka dalam kasus ini maka kami himbau agar ‘AL’ yang masih buron untuk segera menyerahkan diri,” katanya.

Dijelaskan Kapolda, penetapan tersangka Ibrahim dan ‘AL’ (DPO) dalam kasus mutilasi korban ini lantaran penyidik telah mendapati bukti cukup, salah satunya bukti petunjuk ilmiah yakni darah korban.

Baca Juga :   Bandar Besar Narkoba di Pagaralam Ditangkap

“Jadi dari hasil penyelidikan, ditemukan darah korban yang menempel di baju dan sepatu tersangka, sehingga tidak ada keraguan bagi kita menetapkan kedua warga tersebut menjadi tersangka dalam kasus mutilasi korban,” terang Kapolda.

Apalagi lanjut Kapolda, tersangka Ibrahim yang kini sudah ditahan di Polres Ogan Ilir telah mengakui perbuatannya. Bahkan tersangka telah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban Karoman.

“Sedangkan untuk bagian kepala dan tangan korban yang dimutilasi sampai saat ini belum ditemukan,” ujarnya.

Disingung terkait peran tersangka Ibrahim dan ‘AL’ dalam kasus pembunuhan dan mutilasi korban Karoman? Dikatakan Kapolda untuk peran tersangka masih didalami pihak kepolisian.

“Namun yang jelas, dalam hukum pidana tersangka yang ditetapkan yakni karena melakukan perbuataan tersebut, turut serta melakukan dan turut membantu melakukan,” tegas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, misteri pembunuhan dan mutilasi korban Karoman di Kabupaten Ogan Ilir terungkap setelah Polres Ogan Ilir menetapkan Ibrahim (23) sebagai tersangka.

Penetapan Ibrahim menjadi tersangka lantaran terbukti terlibat dalam pembunuhan dan mutilasi terhadap korban Karoman, warga Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Ogan Ilir.

Baca Juga :   Berkas Perkara 4 Tersangka Kasus OTT Disdik Sumsel Masih Diperiksa Jaksa

Bahkan dengan telah ditetapkan Ibrahim sebagai tersangka, Rabu lalu (17/7/2019), Polres OI melakukan rekonstruksi kasus mutilasi korban di halaman belakang Mapolsek Tanjung Raja. Selama rekonstruksi, tersangka Ibrahim menjalani 81 adegan pembunuhan dan mutilasi korban untuk melengkapi berkas perkara.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad saat itu mengatakan, Ibrahim ditetapkan tersangka setelah dilakukan

penyelidikan. Dimana dalam proses penyelidikan tersebut polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan status tersangka, sehingga penyidik membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas dan barang-barang bukti guna meyakinkan jika Ibrahim merupakan tersangka dalam kasus ini.

“Dari rekonstruksi sebanyak 81 adegan, tersangka ini terlibat karena ikut membantu membunuh korban. Adapun keterlibatannya, yakni tersangka memberi kode-kode tertentu kepada pelaku lainnya yang belum tertangkap saat aksi pembunuhan dengan mutilasi korban dilakukan,” ujar Kapolres saat itu.

Diketahui, sebelumnya warga Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir digegerkan penemuan mayat tanpa kepala dan tangan tergeletak di kawasan Sungai Arisan Bopeng, Kamis (6/6/2019). Belakangan diketahui jika jenazah itu yakni Karoman, warga di desa tersebut yang hilang sejak malam sebelumnya usai berpamitan dengan keluarga hendak mencari ikan di sungai yang tak jauh dari rumahnya. (ded/man)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polres Empat Lawang Tangkap Pembawa 16 Kg Sabu

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Polres Empat Lawang, Selasa (20/8/2019) sekitar pukul 07.00 WIB berhasil menangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.