Home / Headline / Densus 88 Antiteror Buru Terduga Teroris di Sumsel

Densus 88 Antiteror Buru Terduga Teroris di Sumsel

Pasca serangan teroris di Mapolda Riau, Rabu (16/5/2018) Markas Polda Sumsel melakukan pengamanan ketat untuk mengantisipasi ancaman teror kepada anggota polisi.  (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo, Rabu (16/5/2018) mengatakan, Densus 88 Antiteror Polri saat ini memburu terduga teroris yang diduga masih berada di Sumsel. Hal ini dilakukan terkait ditangkapnya dua terduga teroris Heri Hartanto alias Abu Rahman (38) dan Hengki Satria alias Abu Ansor (39), di kawasan Km 5 Palembang serta aksi sejumlah teror yang terjadi termasuk penyerangan Mako Polda Riau.

Menurutnya, Densus 88 melakukan pengejaran terhadap terduga teroris tersebut bertujuan untuk antisipasi agar aksi teror tidak terjadi di Sumsel.

“Sejauh ini kan baru dua terduga teroris yang ditangkap, yakni; Heri Hartanto alias Abu Rahman dan Hengki Satria alias Abu Ansor. Untuk teman kedua terduga teroris ini masih dilakukan pengejaran oleh Densus 88 Antiteror,” katanya.

Diungkapkan Slamet, sedangkan untuk keberadaan dua terduga teroris yang ditangkap tersebut, saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Densus di Mako Brimob Polda Sumsel.

“Dalam Undang-Undang Tindak Pidana Teroris, pemeriksaan terduga teroris ini dilakukan penyidik selama 7X24 jam. Dari itu dua terduga teroris yang ditangkap tersebut kini statusnya belum tersangka, dan masih diperiksa penyidik di Brimob Polda Sumsel,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Slamet, terkait informasi yang berkembang jika dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang itu memiliki rencana menyerang Mako Brimob Polda Sumsel, itu tidaklah benar.

“Jadi bukan mau menyerang Mako Brimob Polda Sumsel tapi Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Kedua terduga teroris ini ada di Palembang hanya singgah saja,” jelas Slamet.

Lebih jauh dikatakan Slamet, sedangkan terkait aksi teror penyerangan terduga teroris yang terjadi di Mako Polda Riau, Rabu pagi (16/5/2018), belum diketahui apakah pelakunya berkaitan dengan dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Palembang.

“Untuk saat ini belum dapat dipastikan, apakah ada kaitannya aksi teror di Polda Riau dengan dua terduga teroris yang ditangkap di Palembang. Sebab, saat ini masih dalam pemeriksaan oleh penyidik Densus 88 selama 7×24 jam. Jadi, kita tunggu saja hasil pemeriksaannya nanti, termasuk hasil pemeriksaan terkait dosen yang akan ditemui kedua terduga teroris di Palembang serta seorang pegawai BUMN di Pekanbaru yang mendanai ongkos perjalanan kedua terduga teroris tersebut,” paparnya.

Lanjut Slamet, sementara untuk pengamanan di Mako Polda Sumsel saat ini ditingkatkan. Hal ini dilakukan terkait adanya aksi teror penyerangan di Polda Riau serta aksi teror lainnya yang sebelumnya juga terjadi di Surabaya.

“Ya pengamanan Mako kita tingkatkan tujuannya untuk antisipasi,” tutupnya.

Pantauan di lapangan, dengan adanya penyerangan di gerbang masuk Polda Riau membuat pengamanan Polda Sumsel lebih diperketat. Tampak para pejalan kaki, pengendara sepeda motor dan mobil yang masuk ke Mapolda Sumsel dilakukan pemeriksaan.

Diberitakan sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri diback-up Polda Sumsel, Senin sore (14/5/2018) sekitar pukul 17.00 WIB menangkap dua terduga teroris di kawasan Jalan Kolonel H Burlian, Km 5 Palembang. Keduanya diringkus saat sedang naik ojek.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sebelumnya mengungkapkan, dua terduga teroris tersebut yakni Heri Hartanto alias Abu Rahman dan Hengki Satria alias Abu Ansor yang keduanya tercatat sebagai warga Pekanbaru Riau.

“Kedua terduga teroris ini ditangkap Densus 88 diback-up Polda Sumsel. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan, diketahui jika keduanya merupakan pengikut jaringan JAD,” katanya.

Masih dikatakan Kapolda, berdasarkan pengakuan dari kedua terduga teroris yang ditangkap tersebut, awalnya dari Pekanbaru mereka hendak ke Mako Brimob Mabes Polri di Kelapa Dua Depok Jawa Barat untuk membantu para narapidana teroris yang ricuh dengan anggota Brimob, beberapa hari yang lalu. Namun saat di perjalanan ternyata suasana di Brimob Kelapa Dua sudah kondusif hingga terduga teroris ini membatalkan perjalanan.

“Mereka ini awalnya berjumlah 7 orang dari Pekanbaru Riau menuju Brimob Kelapa Dua Depok untuk membantu narapidana teroris yang ricuh di sana dengan jalur darat yakni, menumpangi bus AKAP (Antar Kota Antar Provinsi). Tapi saat di perjalanan mereka mendapatkan informasi jika situasi di Brimob Kelapa Dua sudah kondusif, sehingga mereka membatalkan melanjutkan perjalanan. Ketika itulah 7 terduga teroris ini berpisah, dimana dua diantaranya menuju Palembang,” paparnya.

Masih dikatakan Kapolda, Densus 88 yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan penyelidikan dan akhirnya saat dua terduga teroris ini tiba di Palembang, keduanya langsung ditangkap.

“Saat ditangkap keduanya sedang naik ojek di kawasan Km 5 Palembang. Dari pengakuan keduanya, jika mereka ke Palembang hendak menemui temannya yang merupakan dosen. Namun belum diketahui siapa dosen tersebut dan kini penyidik Densus 88 masih melakukan penyelidikan,” ungkapnya.

Lebih jauh Kapolda menerangkan, hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik terhadap kedua terduga teroris tersebut juga diketahui jika mereka diduga bergabung dengan aliran JAD dan berkeinginan melakukan aksi teror untuk melepaskan para narapidana teroris yang sudah ditangkap oleh Densus 88.

“Ya, kata keduanya mau membebaskan ikwan-ikwan atau teman-teman mereka yang sudah ditangkap oleh Densus 88. Jadi mereka ini mau melakukan Amalia makanya ditangkap dan diamankan, dan kini keduanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di Mako Brimob Polda Sumsel,” tandas Kapolda. (ded)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Pria Kenalan Facebook Perkosa Seorang Gadis di Hotel

Palembang, KoranSN Malang apa yang dialami ‘WWS’ (21), seorang gadis yang bermukim dikawasan Sematang Borang ...

error: Content is protected !!