Home / Ogan Komering Ulu Selatan / Desa Pulau Beringin dan Sungai Are Masih Terisolir

Desa Pulau Beringin dan Sungai Are Masih Terisolir

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018
Longsor yang memutus akses jalan sinmang Danau dan Sungai Are. (foto-herman/koransn.com)
Longsor yang memutus akses di Sungai Are. (foto-asmidan/koransn.com)

Muaradua, SN

Desa Pulau Beringin dan Sungai Are Kabupaten OKU Selatan hingga kini masih terisolir. Akses menuju dua desa tersebut putus total, akibat banjir dan longsor setelah diguyur hujan beberapa hari belakangan ini.

Warga pun masih khawatir terjadi banjir dan longsor susulan, mengingat intensitas hujan masih tinggi.

“Peristiwa tanah longsor yang membuat akses jalan utama putus akibat hujan deras membuat warga khawatir adanya longsor susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menimpa rumah-rumah warga yang berada di lereng bukit,” kata Juhri, warga setempat, Selasa (29/11/2016).

Sejauh ini kata dia, pemerintah telah menginstruksikan segera membuat jalan alternatif di daerah yang terdampak banjir dan longsor, agar warga tidak kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dan keperluan sehari-hari.

“Namun ratusan rumah warga yang berada di pemukiman dua kecamatan masih khawatir jika terjadi lagi longsor susulan,” kata Juhri.

“Mudah-mudahan longsor jangan sampai terjadi lagi karena dampaknya pasti besar sekali,” katanya lagi berharap.

Dampak banjir juga dirasakan warga Kecamatan Muaradua, pasalnya jembatan gantung penghubung Desa Sukaraja menuju Sandang Haji putus, akibat diterjang air setelah tanggul penahan air jebol, beberpa waktu lalu.

Dampak lainnya, diperkirakan sekitar 35 hektar lahan sawah warga siap panen mengalami gagal panen. Banjir juga merendam pemukiman warga sebanyak 95 rumah berikut persediaan kebutuhan pokok warga, seperti beras, jagung ikut terendam banjir akibat hujan dengan intensitas rendah dan tinggi yang terjadi setiap hari ini membuat sungai yang ada disekitarnya meluap.

“Kami sudah mengumpulkan barang-barang yang mudah dibawa bila banjir datang kita siap mengungsi,” kata Darus, warga desa Sukabanjar.

Menurut dia, khusus di desa Sukabanjar potensi banjir berasal dari sungai Saka. Air yang berasal dari bukit tumpah langsung turun ke sungai dan tempat pemukiman warga akibat luapan sungai.

“Hingga sekarang ini, masyarakat terus merasakan dampaknya, apabila cuaca hujan, air langsung menggenangi pemukiman warga,” katanya.

Dia  berharap, Pemerintah untuk memikirkan penanganan akibat banjir sehingga warga merasa ada perhatian dan merasa terbantu. “Tidak ada ancaman sakit dan kelaparan,” tandasnya.

– Perbaikan Dimulai Tahun 2017

Terpisah, Anggota DPRD Sumsel daerah pemilihan (Dapil) OKU dan OKU Selatan, Sri Mulyadi memastikan akses jalan yang lumpuh   di Desa Tanjung (PUlau) Beringin Kecamatan Buana Pemaca Kabupaten OKU Selatan, akan mulai diperbaiki pada 2017, mendatang.

“Itu jalannya putus akibat bencana tanah longsor. Kami sudah menginventarisir berapa nominal yang dibutuhkan untuk perbaikan yang dimulai 2017 nanti,” kata Sri Mulyadi, ditemui di gedung DPRD Sumsel, kemarin.

Ia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab OKU Selatan untuk menggunakan alat berat berupa eskavator untuk membersihkan jalan dari longsoran yang menutupi akses jalan di OKU Selatan.

“Kita sudah punya satu escavator besar dan mobil pengangkut yang standby di gedung Pemkab OKU Selatan untuk mengatasi masalah seperti longsor maupun bencana lainnya,” kata Sri.

Menurutnya, tanah longsor memang sangat berpotensi terjadi daerah OKU dan OKU Selatan dikarenakan kondisi topografi daerah yang berbukit, ditambah lagi saat ini musim hujan turun dengan intensitas tinggi. (dan/awj)

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Decky Canser

Lihat Juga

BHL PT Perkebunan Mitra Ogan Segel Portal Kebun

Baturaja, KoranSN Ratusan Buruh Harian Lepas (BHL) PT Perkebunan Mitra Ogan Cabang Semidang Aji Ogan ...

error: Content is protected !!