Home / Gema Sriwijaya / Deteksi Malaria, Dinkes Muratara Ambil Sampel Darah Warga

Deteksi Malaria, Dinkes Muratara Ambil Sampel Darah Warga

Tampak petugas dari Dinkes Muratara sedang mengambil sampel darah warga. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Untuk mendeteksi penyakit malaria di tubuh seseorang (MBS), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muratara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengambilan sampel darah warga baik anak-anak maupun orang dewasa.

Pengambilan sampel darah tersebut dilakukan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Muratara terutama di Desa Noman Kecamatan Rupit dan di Kecamatan Nibung, sebab di tahun 2018 daerah tersebut sudah ada warga yang terkena malaria.

Kepala Dinas Kesehatan Muratara dr Mahendra melalui Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit (P2P) Fatahul Rahman mengatakan, di tahun 2018 ini sudah ada dua kasus malaria di Kabupaten Muratara.

“Saat ini baru ada 2 kasus, yang pertama warga Noman Kecamatan Rupit satu orang dan yang kedua warga di Kecamatan Nibung ada satu orang. Makanya hari ini kita mengambil sampel darah dari warga Noman terlebih dahulu, sebab warga disini sudah ada yang terkena penyakit malaria. Setelah itu baru kita ke Nibung,” kata Fatahul, Rabu (5/9/2018)

Baca Juga :   Banjir Rendam Akses Jalan Tungkal Ilir

Ia menjelaskan, tujuan diambilnya sampel darah tersebut untuk memutus mata rantai malaria jangan sampai tidak terdeteksi.

“Pada tahun 2019 nanti, Muratara dan Musi Rawas ditargetkan eleminasi dari malaria. Namun yang paling utama tidak ada lagi perindukan malarianya, kalau di Muratara ini jenis malaria falciparum,” jelasnya.

Ia menjelaskan, ciri- ciri orang yang terkena penyakit malaria itu seperti menggigil tidak secara terus menerus, berkurangnya nafsu makan, suhu panas tapi perasaan menggigil.

“Pada tahun 2019 mendatang kami akan mengadakan fogging untuk malaria. Sebenarnya di tahun 2018 ini, fogging malaria itu sudah berjalan tapi kalau tidak sampai ke Muratara,” bebernya.

Diungkapkannya, di Muratara pihaknya akan mengambil sampel darah warga dari setiap Kecamatan yang ada, di setiap Kecamatan akan diambil satu desa sebagai sampelnya.

Baca Juga :   Syahril Hanafiah: Idul Adha Tanamkan Jiwa Berkurban

“Sekarang ini kita ambil desa desa yang dianggap sudah ada malaria nya, seperti di Kecamatan Rupit ini kita ambil sampelnya di Desa Noman. Karena sudah ada warga yang sudah terkena malaria. Hasilnya nanti akan kita koordinasikan dengan Pustu setempat karena bagi warga yang terdeteksi malaria akan langsung kita beri obat,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Noman Ermiwati membenarkan jika ada dari Dinas Kesehatan Muratara yang datang ke sekolah mereka untuk mengambil sampel darah anak-anak didiknya.

“Mereka mengambil sampel darah untuk mengecek dan mencegah penyakit malaria, nanti anak-anak kita dari kelas 4 sampai kelas 6 yang diambil sampel darahnya,” katanya. (snd)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sidak, Sekda Lahat Januarsyah Temukan Banyak ASN Bolos dan Ruangan Kantor Terkunci

Lahat, KoranSN Tingkat disiplin ASN di Kabupaten Lahat masih jauh dari kata sempurna. Sebab masih …