Dewan PALI Sayangkan Keterlambatan Gaji Guru Honor Enam Bulan

Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI, H Darmadi Suhaimi. (Foto-Anas/Koransn)

PALI, KoranSN

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PALI menyayangkan keterlambatan gaji yang diterima guru honor tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Bahkan, keterlambatan tersebut sudah mencapai waktu enam bulan lamanya.

Hal itu diutarakan oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten PALI, HDarmadi Suhaimi saat dijumpai SN di ruang kerjanya di kantor DPRD Kabupaten PALI,  Selasa kemarin (6/6/2017).

Dia menilai, harusnya ada komunikasi antara Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel dengan Dinas Pendidikan Kabupaten. Sehingga, keterlambatan gaji seperti ini tidak terjadi.

“Ini kan yang jadi korban adalah guru-guru tenaga pendidik yang mempunyai tugas mulia, yakni mencerdaskan anak bangsa. Tetapi, kalau haknya saja dibayar terlambat seperti ini, bagaimana mau sukses proses pendidikan Indonesia,” tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Pria yang kini juga tercatat sebagai Sekretaris DPD PAN Kabupaten PALI itu berharap Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel segera merealisasikan hak-hak guru honor tersebut.

Baca Juga :   Wako : Pemkot Tetap Perhatikan Sarana Prasarana dan Pendidik SMA

“Mari kita samakan persepsi, guru adalah orang yang diminta tugasnya untuk memajukan negeri ini. Kalau haknya saja tidak dipenuhi, maka kasihan mereka. Jangan sampailah mereka selalu menjadi korban dari sistem,” tutupnya.

Sementara itu, Irwansyah, SPd MSi kepala SMA Negeri 2 Talang Ubi membenarkan jika guru honor yang ada di sekolahnya belum dibayarkan gajinya oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel selama enam bulan.

“Untuk membayar gaji guru honor, kami menggunakan dana dari Program Sekolah Gratis (PSG). Namun, sampai hari ini dana tersebut belum cair. Bahkan terakhir kali cair pada Desember 2016 lalu,” ungkapnya saat dijumpai SN di kantornya, Selasa (6/6/2017).

Dirinya juga menjelaskan, biasanya pencairan hanya memakan waktu tiga bulan, tetapi ini sudah enam bulan tidak kunjung cair.

Baca Juga :   Puskesmas Surulangun Tandatangani Komitmen Bersama

Meski demikian, Irwansyah mengapresiasi guru honor di lingkungannya tetap semangat dalam memberikan pelajaran kepada anak didik. Padahal, sudah enam bulan belum terima gaji satu sen pun.

“Kita tetap memberikan semangat kepada guru-guru kita disini. Dan Alhamdulillah mereka (guru honor, red) juga tetap semangat dalam mengajar. Namanya guru, meski belum gajian enam bulan, tetapi tetap memberikan layanan mengajar kepada anak didik,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, saat ini tingkat pengelolaan dan kebijakan SMA/SMK di Sumatera Selatan telah diambil alih oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …