Home / Politik dan Pemerintahan / Dewan Soroti Kelangkaan Gas 3 Kg dan BBK Naik

Dewan Soroti Kelangkaan Gas 3 Kg dan BBK Naik


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Holda. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kenaikan harga bahan bakar khusus (BBK), jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO serta kelangkaan gas elpiji 3 Kg, khususnya di Kota Palembang menjadi sorotan Komisi III DPRD Sumsel.

Ketua Komisi III DPRD Sumsel Holda mengungkapkan, kenaikan BBM non subsidi tersebut tidak tepat waktu, mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk, ditambah banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, mulai dari Lombok Provinsi NTB, Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kebijakan (kenaikan BBM) sangat tidak tepat waktu. Selain karena daya beli masyarakat saat ini yang cendurung turun, kita juga sedang dilanda bencana, salah satunya di Palu dan Donggala,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga :   Empat Paslon Teken Deklarasi Kampanye Damai

Menurut Holda, kenaikan harga BBM non subsidi ini, berpotensi menaikkan harga kebutuhan bahan pokok (sembako), belum lagi dampaknya ke pengusaha kecil menengah (UMKM), karena naiknya harga bahan baku.

“Mudah-mudahan Pemerintah ada solusi lain, selain menaikkan harga BBM non subsidi ini,” ungkapnya.
Sementara menanggapi sulitnya mendapat gas elpiji 3 Kg, Holda mengatakan, pihaknya segera memanggil Pertamina untuk mempertanyakan kondisi sebenarnya terjadi.

“Penggunaan gas elpiji 3 Kg ini sudah sampai ke pelosok, sehingga sangat dibutuhkan masyarakat. Kami akan segera memanggil Pertamina untuk menanyakan hal ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Yulizar Dinoto Akui Kemenangan JM-Yus

Penelusuran SN, di sejumlah wilayah di Kota Palembang, masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas 3 Kg. Bahkan, pengecer yang biasanya menjual gas 3 Kg Rp 20 ribu per tabung, menaikkan harga hingga Rp 22 ribu per tabung.

Millah Laras, warga Jalan Kimerogan Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati membenarkan sulitnya mendapatkan gas 3 Kg.

“Sudah hampir satu minggu ini kami kesulitan mendapat gas 3 Kg. Kalaupun ada yang jual, harganya juga naik dari biasanya. Kalau biasanya kami beli di warung Rp 20 ribu sekarang dijual Rp 22 ribuan,” katanya. (awj)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

HD: Watak Keras, Teguh Pegang Prinsip, Memang Tabiat Wong Kito Nian

Jakarta, KoranSN Mengisi agenda akhir pekannya, Sabtu (20/4/2019), Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Ketua TP …