Rabu , Februari 20 2019
Home / Politik dan Pemerintahan / Dewan Soroti Kelangkaan Gas 3 Kg dan BBK Naik

Dewan Soroti Kelangkaan Gas 3 Kg dan BBK Naik

Holda. (foto-anton/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kenaikan harga bahan bakar khusus (BBK), jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non PSO serta kelangkaan gas elpiji 3 Kg, khususnya di Kota Palembang menjadi sorotan Komisi III DPRD Sumsel.

Ketua Komisi III DPRD Sumsel Holda mengungkapkan, kenaikan BBM non subsidi tersebut tidak tepat waktu, mengingat saat ini kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terpuruk, ditambah banyaknya bencana alam yang terjadi di Indonesia, mulai dari Lombok Provinsi NTB, Palu, Donggala dan Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Kebijakan (kenaikan BBM) sangat tidak tepat waktu. Selain karena daya beli masyarakat saat ini yang cendurung turun, kita juga sedang dilanda bencana, salah satunya di Palu dan Donggala,” ungkap Politisi Partai Demokrat ini, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga :   Lolos Verifikasi, PSI Sumsel Komitmen Anti Korupsi

Menurut Holda, kenaikan harga BBM non subsidi ini, berpotensi menaikkan harga kebutuhan bahan pokok (sembako), belum lagi dampaknya ke pengusaha kecil menengah (UMKM), karena naiknya harga bahan baku.

“Mudah-mudahan Pemerintah ada solusi lain, selain menaikkan harga BBM non subsidi ini,” ungkapnya.
Sementara menanggapi sulitnya mendapat gas elpiji 3 Kg, Holda mengatakan, pihaknya segera memanggil Pertamina untuk mempertanyakan kondisi sebenarnya terjadi.

“Penggunaan gas elpiji 3 Kg ini sudah sampai ke pelosok, sehingga sangat dibutuhkan masyarakat. Kami akan segera memanggil Pertamina untuk menanyakan hal ini,” ujarnya.

Baca Juga :   Satbanpur Dominasi Lomba Tembak Pistol Antar Satuan Kodam II/Swj

Penelusuran SN, di sejumlah wilayah di Kota Palembang, masyarakat mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas 3 Kg. Bahkan, pengecer yang biasanya menjual gas 3 Kg Rp 20 ribu per tabung, menaikkan harga hingga Rp 22 ribu per tabung.

Millah Laras, warga Jalan Kimerogan Kelurahan Kemas Rindo Kecamatan Kertapati membenarkan sulitnya mendapatkan gas 3 Kg.

“Sudah hampir satu minggu ini kami kesulitan mendapat gas 3 Kg. Kalaupun ada yang jual, harganya juga naik dari biasanya. Kalau biasanya kami beli di warung Rp 20 ribu sekarang dijual Rp 22 ribuan,” katanya. (awj)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Herman Deru : Ambil Kebijakan Dalam Membangun, Kita Sepakat akan Merujuk Data yang Disajikan BPS

Palembang, KoranSN Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membentuk kesamaan persepsi dan pikiran satu data yang ...