Senin , Februari 18 2019
Home / Wisata / Di PALI Ada Wisata Buah Lengkeng

Di PALI Ada Wisata Buah Lengkeng

Pemilik kebun menunjukkan kebun buah Lengkeng. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Tidak banyak warga yang mengetahui jika di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ada sebuah lokasi wisata buah Lengkeng seluas delapan hektar. Para pengunjung bisa menikmati buah Lengkeng sepuasnya sambil memetik sendiri dengan hanya membayar retribusi sebesar Rp25 ribu.

Lokasi wisata buah itu berada di kawasan Kalimancala, Kelurahan Pasar Bhayangkara, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Pemiliknya, pasangan Samsuar Teguh (68) dan Sutinah Cik Mat (59) yang telah merintis kebun buah itu sejak sekitar 10 tahun lalu dengan menanam buah lengkeng dan berbagai buah-buahan lainnya seperti; durian, jambu jamaica, jeruk dan lainnya.

“Kalau total seluruh tanaman lengkeng sebanyak 730 batang. Tapi, menanamnya bukan sekali tapi berangsur-angsur sampai sebanyak 730 batang itu,” ucap Samsuar saat ditemui di kebun sekaligus rumahnya, Kamis (24/1/2019).

Baca Juga :   Ciptakan Keamanan dan Kenyamanan, Datangkan Investor dan Wisatawan

Diungkapkannya, dari 730 batang yang ditanamnya ada enam varietas buah lengkeng yakni Runway, Aroma Durian, Diamond, Kristal, Pimpong dan Lengkeng Merah.

“Rencananya kami akan menambah varietas lainnya hingga seluruh varietas yang jumlahnya ada sembilan varietas bisa kita tanam semua,” ungkapnya.

Namun, untuk penjualan buah lengkeng itu, dibeberkan Samsuar, jika mereka tidak menjualnya ke pasar. “Para pembeli lah yang datang langsung ke kebun. Jadi kami tidak menjualnya di pasar. Untuk satu kilogramnya kami jual antara Rp20 ribu sampai Rp25 ribu,” bebernya.

Selain tanaman buah lengkeng, dijelaskannya, mereka juga menanam buah-buahan lainnya. Namun, memang lebih dominan tanaman buah Lengkeng sehingga buah-buahan lain tidak terlalu banyak seperti jeruk, jambu jamaica, cempedak dan durian.

Baca Juga :   Pesona di Destinasi Objek Wisata Lembah Cinta Lubuklinggau

“Kalau untuk tanaman durian ada 67 batang terdiri dari 30 batang durian montong dan 37 batang durian lokal. Untuk tanaman jeruk lumayan banyak karena hampir seluruh penjual minuman di Pendopo membeli di kebun kita ini,” jelasnya.

Menurutnya, mereka memilih tanaman lengkeng untuk ditanam, karena harga jual buah lengkeng tetap stabil. Belum lagi, tanaman lengkeng tidak berbuah hanya sekali dalam setahun melainkan terus menerus.

“Kalau dalam setahun itu ada sekitar tiga kali berbuah lebat. Tapi, sifatnya buah lengkeng itu, kalau berbuah tidak seluruh dahan berbuah. Jadi setelah kita panen, tidak lama di dahan yang lain akan berbuah lagi. Istilahnya itu, buah lengkeng tidak berhenti berbuah,” tukasnya. (ans)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Sejengkal Tanah Langka di Desa Bintuhan Kota Agung Lahat

UDARA terasa sejuk walau mentari bersinar terang, bahkan siang hari yang panas tak membuat rasa ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.