Dialog KPPI Sumsel: Perceraian Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Pakar Hukum Pidana Dr Sri Sulastri SH Hum saat memberikan paparan saat menjadi narasumber pada dialog interaktif yang digelar KPPI Sumsel. (Foto-SN/Anton Wijaya)

Palembang, KoranSN

DPD Kaukus Politik Perempuan Indonesia (KPPI) Provinsi Sumsel menggelar dialog interaktif dengan tema “Perlindungan Perempuan Terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga di masa Pandemi Covid 19” digelar di aula DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (25/9/2020).

Hadir sebagai narasumber Direktur WCC Yenny Roslaini Izi, Ketua DPC Peradi Palembang Nurmala SH MH, Pakar Hukum Pidana Dr Sri Sulastri SH Hum, dan Kasubdit IV Polda Sumsel Kompol Rudi Leo.

Direktur WCC Yenny Roslaini Izi mengatakan, kekerasan pada perempuan itu terjadi karena banyak faktor, diantaranya komunikasi yang tidak lagi baik. Sehingga berimbas pada pola pikir untuk apa mempertahankan keluarga.

“Yang menggugat cerai itu rata rata perempuan. Di masa pandemi ini memang terjadi kenaikan tiga kali lipat gugatan cerai,” ujarnya.

Baca Juga :   Safari Jumat di Sekip, Herman Deru Targetkan Rumah Tahfidz Tumbuh Merata di Masjid-Masjid

“Sebagai contoh, dalam satu bulan yang meminta pendampingan untuk gugat cerai yang sebelum pandemi covid 2-3 kasus. Tapi kali ini meningkat lebih dari tiga kali lipat,” katanya.

Sementara Ketua KPPI Sumsel Anita Noeringhati, KPPI Sumsel menginisiasi acara ini dengan mengumpulkan beberapa narasumber untuk sharing terkait kekerasan terhadap perempuan.

”Saya sebagai Ketua KPPI Sumsel mengajak perempuan untuk mandiri,” katanya.

“Jadilah perempuan pejuang dalam rumah tangga dalam mengurus keluarga dan mencari nafkah. Kita perempuan harus kuat dan mandiri,” ujar Ketua DPRD Sumsel ini.

Anita menuturkan, di masa pandemi covid 19 ini, berdasarkan data dari narasumber angka perceraian naik. Itu disebabkan berbagai faktor seperti ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, dan motif perselingkuhan.

Baca Juga :   HD: Forkopimda Sumsel Sepakat Sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Rumah

“Yang menjadi faktor utama perceraian adalah karena faktor ekonomi. Kita berharap dengan adanya diskusi ini, perempuan bisa berpikir untuk menjadi perempuan yang tangguh yang bisa mencari uang sendiri, untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” pungkasnya. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Sehari, 39 Warga Positif Corona 1 Meninggal

Palembang, KoranSN Berdasarkan data dari Kasi Surveillans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel, Yusri jika dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.