Home / Lacak / Dianiaya dan Diancam Dibunuh, Ayah Laporkan Anak Kandung

Dianiaya dan Diancam Dibunuh, Ayah Laporkan Anak Kandung


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Korban M Tarzani (tengah) saat melaporkan anak kandungnya sendiri ke polisi. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

M Tarzani (73), seorang ayah dua anak ini, kemarin terpaksa melaporkan ‘WPW’ (17), anak kandungnya sendiri ke polisi karena sudah kesal dengan perilaku sang anak yang selalu menganiayanya.

Bahkan tak hanya menganiaya, ‘WPW’ pemuda yang gemar mengkonsumsi minuman keras (Miras) dan mabuk lem tersebut diketahui juga sering mengancam akan membunuh ayah kandungnya tersebut dengan sebilah golok dan parang.

Hal tersebutlah yang membulatkan tekat M Tarzani untuk menyeret anak kandungnya tersebut ke ranah hukum.

Menurut M Tarzani, perilaku kasar anaknya kerap ia alami jika anaknya tersebut sedang mabuk dibawa pengaruh Miras.

“Anak saya ini tak memilik perkerjaan apapun dan anak yang sudah saya besarkan ini, setiap hari selalu mabuk-mabukan. Ketika ia (WPW) pulang ke rumah dalam kondisi mabuk, saya pasti selalu dipukulinya. Bahkan, kemarin ketika saya menasehatinya, anak saya itu mengambil parang dari dapur dan mengancam akan membunuh saya jika saya terus mencoba menasehitanya untuk berhenti mabuk-mabukan,” tutur korban dihadapan petugas SPK Terpadu Polresta Palembang.

Baca Juga :   Jaksa Tolak Eksepsi Terdakwa Dugaan korupsi Dana Hibah Sumsel

Tak hanya di rumah, lanjut korban, kejadian tersebut juga pernah dialaminya saat dirinya hendak menuju ke tempat saudaranya di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Sukarami Palembang.

“Ketika di depan salah satu sekolah dasar, saya berpapasan dengan anak saya yang sedang nongrong mabuk-mabukan sama teman-temannya. Lalu dia memanggil dan memukuli saya yang merupakan ayah kandungnya sendiri. Saat dipukuli saya tidak membalas, karena malu dengan orang-orang yang ada di lokasi,” akunya sedih.

Dijelaskannya, prilaku brutal anaknya tersebut disebabkan karena seringnya mabuk-mabukan dan menghisap lem. “Saya selalu nasihati, tapi anak saya itu tidak terima, malah selalu marah kepada saya,” ujarnya.

Baca Juga :   Ratusan Kendaraan Terjaring Operasi Zebra

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan segera akan menindaklanjutinya. “Laporan korban sudah kita terima dan segera akan diproses guna penyelidikan lebih lanjut,” tegas Kasat. (den)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Puluhan Mahasiswa Datangi Rumah Bandar Arisan Online

Palembang, KoranSN Diduga menjadi korban penipuan arisan online, puluhan korban yang merupakan mahasiswa di Kota ...