Dibunuh di Diskotik CS Novotel, Yogie Gagal Umrah dan Menikah

Abu Bakar Idrus, ayah dari korban Yogie Randra Sugama. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang Koran, KoranSN

Abu Bakar Idrus (57), ayah dari korban Yogie Randra Sugama (30), yang tewas dibunuh di Diskotik Center Stage (CS) Novotel Palembang, Selasa (16/1/2018) mengungkapkan, dengan tewasnya korban maka rencana korban menunaikan ibadah Umrah dan menikah gegal.

Hal itu dikatakan Abu Bakar Idrus usai aparat kepolisian Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan dan pembunuhan korban di parkiran Diskotik CS Novotel Palembang dan di dalam diskotik.

“Anak saya ini tanggal 14 Januari 2018 kemarin adalah jadwalnya berangkat Umrah. Selain itu, bulan Juni 2018 nanti Almarhum juga akan menikah dengan pacarnya. Dengan adanya kejadian ini maka Almarhum tidak jadi berangkat umrah. Almarhum kesehariannya bekerja di salah satu dinas pemerintahan Sumsel,” katanya.

Masih dikatakannya, jika dirinya tidak tahu jika ternyata saat malam kejadian korban bersama keponakannya Diko berada di lokasi tersebut.

“Anak aku ini pamit dari rumah mau ke rumah keponakan saya Diko untuk menitipkan mobil. Sebab, saat itu jalan di rumah kami sedang diperbaiki. Tiba-tiba pagi harinya kami dapat kabar jika anak saya sudah meninggal dunia dan jenazahnya berada di rumah sakit. Saya terima semua kejadian ini, karena mungkin sudah ajal anak saya,” jelasnya.

Baca Juga :   Pesta Sabu di Pondok, 3 Pemuda Digerebek

Diungkapkannya, dari cerita keponakannya Diko jika sebelum kejadian Almarhum mengajak keluar untuk mencari makanan.

“Tapi mengapa sampai anak saya dan keponakan saya sampai datang ke sini, itu saya tidak tahu persis. Setahu saya anak saya Yogie Randra Sugama tidak pernah ke diskotik. Dengan adanya kejadian yang menewaskan korban maka saya selaku orang tua korban menyerahkan semuanya kepada penegak hukum. Karena mereka aparat hukum yang berwenang,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Yogie Randra Sugama, warga Jalan Sapta Marga Kecamatan Kalidoni Palembang, Minggu 17 Desember 2017 pukul 04.08 WIB tewas usai dikeroyok dan ditikam oleh kawanan pelaku di Diskotik Center Stage Novotel Palembang. Korban tewas setelah dilarikan ke rumah sakit.

Usai kejadian polisi melakukan penyelidikan berdasarkan CCTV yang ada disekitaran lokasi kejadian hingga akhirnya polisi menangkap empat tersangka dari enam palaku di lokasi berbeda. Awalnya Rabu 3 Januari 2018 pukul 01.30 WIB polisi menangkap tersangka Ferdiansyah alias Ferdi di Manak Provinsi Bengkulu, lalu dilakukan pengembangan hingga petugas menangkap tersangka Bambang Asep Suherman alias Raka di Pagaralam.

Baca Juga :   Jadi Bandar Narkoba, Ibu Rumah Tangga Pesta Sabu dengan Dua Nelayan

Dari pengembangan kedua tersangka ini kemudian dibekuk dua tersangka lainnya di Palembang, mereka yakni; tersangka Dermawan Rahmatullah alias Bos Acil dan tersangka M Gusti Prabowo.

Dari keempat tersangka ini diketahui jika dua diantaranya oknum mahasiwa, mereka yakni; Dermawan Rahmatullah alias Bos Acil, oknum mahasiswa jurusan elektro semester V Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dan M Gusti Prabowo oknum mahasiswa Universitas IGM Palembang jurusan Komunikasi semester akhir.

Dengan telah tertangkapnya keempat tersangka kini polisi masih memburu dua pelaku lainnya yang masih buron yakni, Debi alias Deboy dan Manda. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tahan Dua Tersangka Kasus Korupsi Proyek di Bakamla

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa menahan dua tersangka kasus korupsi terkait pengadaan perangkat …