Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Didakwa Pasal Berlapis di Persidangan, Terungkap Fakta Prada Deri Pramana Membunuh & Memutilasi Fera di Sungai Lilin

Didakwa Pasal Berlapis di Persidangan, Terungkap Fakta Prada Deri Pramana Membunuh & Memutilasi Fera di Sungai Lilin

Terdakwa Prada Deri Pramana saat dihadirkan mengikuti persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang dalam kasus pembunuhan dan mutilasi. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Prada Deri Pramana oknum anggota TNI yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi korban Fera Oktaria (21), di salah satu penginapan di Sungai Lilin Muba, Kamis (1/8/2019) didakwa Oditur (Penuntut Umum dalam Pengadilan Militer) dengan pasal berlapis.

Hal tersebut terungkap saat Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar SH dan Mayor Chk Andi Putu SH membacakan dakwaan terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang. Selain itu, dalam dakwaan juga terungkap fakta-fakta saat Prada Deri Pramana membunuh dan memutilasi tangan korban Fera.

Mayor Chk Darwin Butar Butar SH saat membacakan dakwaan untuk terdakwa Prada Deri Pramana mengatakan, dalam kasus pembunuhan korban Fera ini pihaknya selaku Oditur mendakwa terdakwa dengan dua pasal, yakni pasal primer dan pasal subsider.

“Adapun pasal yang kami terapkan kepada terdakwa terdiri dari, untuk pasal primer terdakwa didakwa Pasal 340 KUHP, sedangkan pasal subsider terdakwa kami dakwa dengan Pasal 338 KUHP,” tegasnya.

Diungkapkannya, kejadian pembunuhan korban bermula saat terdakwa Prada Deri Pramana mengajak korban Fera Oktaria ke rumah keluarga terdakwa di Sungai Lilin Muba yang saat itu keduanya berangkat berboncengan mengendarai sepeda motor milik korban dari Palembang. Dimana ketika itu, keduanya berangkat malam hari usai korban pulang kerja dari salah satu minimarket di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Palembang.

Menurutnya, dikarenakan keduanya kemalaman dalam perjalanan dan terdakwa mengaku lupa jalan menuju ke rumah keluarganya, lantas terdakwa membawa korban ke salah satu penginapan di kawasan Sungai Lilin.

“Setiba di penginapan tersebut terdakwa memesan satu kamar lalu terdakwa dan korban masuk ke dalam kamar tersebut. Dan diketahui jika kamar penginapan yang merupakan tempat kejadian perkara (TKP) ini, posisi tempat tidur ujungnya menempel ke dinding,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, saat berada di kamar penginapan tersebut terdakwa dan korban melakukan hubungan suami istri. Setelah itu, terdakwa mengambil handphone (HP) korban untuk memeriksa isi HP tersebut, namun saat itu terdakwa tidak dapat membuka kunci HP korban.

Baca Juga :   Polisi Ringkus Pelaku Penyiraman Cuka Para di Kertapati

“Terdakwa dan korban ini memiliki kesepakatan jika kunci HP harus menggunakan kode sandi tanggal mereka jadian berpacaran. Namun saat itu HP korban menggunakan kunci sandi yang berbeda sehingga keduanya pun terlibat cekcok mulut dan akhirnya korban mengatakan kepada terdakwa ‘kau (terdakwa) nih nak lemak bae, berhubungan terus tapi kapan kito nikah. Sekarang ini aku hamil 2 bulan’. Mendengar perkataan korban tersebut membuat terdakwa Prada Deri Pramana emosi lalu menjambak rambut korban dan membenturkan kepala korban sebanyak dua kali,” terangnya.

Masih dikatakannya, akibat benturan tersebut membuat korban terbaring di kasur dengan kondisi lemas, kemudian terdakwa mengambil dua bantal lalu membekap wajah korban.

“Dua bantal tersebut dipegang oleh terdakwa dengan tangan kanan, lalu tangan kirinya mencekik leher korban, hingga lima menit kemudian korban pun meninggal dunia,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan Oditur Mayor Chk Darwin Butar Butar SH, usai korban tewas terdakwa mencari cara untuk menghilangkan jenazah korban. Dimana saat itu terdakwa keluar dari kamar penginapan lalu duduk sambil merekok di sekitaran penginapan tersebut, dan saat itulah terdakwa melihat gergaji besi di gudang penginapan hingga terdakwa pun mengambilnya dan membawa gergaji tersebut ke dalam kamar penginapan.

“Saat di dalam kamar penginapan, terdakwa memotong tangan korban dengan gergaji itu, namun saat menggergaji tangan korban ternyata gergaji tersebut patah hingga terdakwa mencari cara lain, yakni keesokan harinya terdakwa keluar dari penginapan lalu membeli gergaji, tas ransel dan koper di kawasan Sungai Lilin. Selain itu, terdakwa juga membeli sebungkus buah salak dan jeruk. Dimana saat kembali ke penginapan, bungkusan buah salak diberikan terdakwa kepada resepsionis penginapan. Sedangkan sebungkus jeruk dibawa dan dimakan terdakwa di dalam kamar sambil menyetel TV dengan suara yang besar. Hal ini dilakukan terdakwa agar tidak ada yang curiga kepadanya,” terangnya.

Baca Juga :   Aniaya Tiga Warga, Amir Dihajar Massa

Dijelaskannya, usai memakan jeruk lalu terdakwa kembali memotong tangan korban dengan gergaji yang sebelumnya telah dibeli terdakwa hingga akhirnya tangan korban sampai ke siku lengan terpotong. Setelah itu, terdakwa hendak meletakan jenzah korban ke dalam koper, namun ternyata korban tersebut kekecilan dan terdakwa pun mencari cara lain untuk menghilangkan jenazah korban Fera.

“Kali ini terdakwa menghubungi temannya bernama Imam, yang mana saksi Imam tersebut saat ini sudah meninggal dunia. Terungkap, disaat terdakwa menghubungi Imam, terdakwa menceritakan kejadian korban yang telah dibunuhnya. Kemudian Imam menyampaikan agar jenazah korban dibakar,” terangnya.

Lanjutnya, usai mendengar saran dari saksi Imam lantas terdakwa membeli korek api kayu, obat nyamuk bakar dan bensin. Kemudian terdakwa meracik obat nyamuk tersebut dengan mengikatkan korek api di bagian obat nyamuk yang ujungnya dibakar. Setelah itu, terdakwa menyiramkan bensin ke tempat tidur, bantal dan sebagian ke jenazah korban. Hal tersebut dilakukan terdakwa agar saat obat nyamuk yang menyala apinya menyambar korek api yang diikatkan maka kamar penginapan yang di dalamnya terdapat jenazah korban terbakar. Akan tetapi, ternyata obat nyamuk tersebut apinya padam disaat terdakwa meninggalkan lokasi.

“Dikatahui saat terdakwa pergi meninggalkan penginapan tersebut terdakwa menuju pasar di kawasan Sungai Lilin, kemudian terdakwa naik bus menuju Serang Banten. Tak lama kemudian terdakwa berhasil ditangkap petugas Deinteldam II/Swj di salah satu padepokan di Serang Banten,” tandasnya.

Untuk diketahui, warga Sungai Lilin Muba, Jumat lalu (10/5/2019) pukul 11.00 WIB dihebohkan dengan penemuan jenazah wanita yang ditemukan tewas dengan tangan dimutilasi di dalam kamar nomor 06 salah satu penginapan yang berada di Jalan PT Hindoli Kelurahan Sungai Lilin Kecamatan Sungai Lilin Muba.

Dari hasil pemeriksaan pihak kepolisian akhirnya, Sabtu (11/5/2019) identitas korban diketahui yakni Fera Oktaria (21), warga Lorong Indah Karya Tangga Takat Kecamatan SU 2 Palembang. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Selain Pagaralam & Lahat, Harimau Juga Ada di 6 Daerah Termasuk Banyuasin dan Muba

Pelembang, KoranSN Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Harimau Sumatera ternyata bukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.