Home / Headline / Didi Pembunuh Aan di Hotel Rian Cottage Sukarami Menyerahkan Diri Usai Kabur ke Lahat

Didi Pembunuh Aan di Hotel Rian Cottage Sukarami Menyerahkan Diri Usai Kabur ke Lahat

Tersangka Faridi alias Didi saat digiring pihak kepolisian di Mapolsek Sukarami Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Faridi alias Didi (37), warga Sekojo Kecamatan IT II Palembang buronan kasus pembunuhan korban Aan Yohinzer (35), yang terjadi di Hotel Rian Cottage Jalan Perindustrian II Sukarami Palembang kini telah diamankan di Polsek Sukarami Palembang.

Tersangka diamankan usai menyerahkan diri diantarkan oleh keluarganya, setelah sebelumnya pelaku kabur dan bersembunyi di Kabupaten Lahat.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Hermansyah, Rabu (6/11/2019) mengatakan, dari hasil oleh TKP dan penyelidikan kejadian pembunuhan korban Aan Yohinzer yang terjadi, Minggu lalu (27/10/2019), saat itu pihaknya mendapati barang bukti yang kuat jika pelakunya yakni tersangka Faridi alias Didi.

“Namun saat dilakukan penyergapan di kediamannya ternyata saat itu tersangka Faridi alias Didi sudah lebih dulu melarikan diri, pergi dari rumahnya,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kanit, dengan kaburnya tersangka maka ketika itu pihaknya langsung menerbitkan DPO untuk tersangka, dan melakukan penyelidikan keberadaan persembunyian tersangka.

“Saat itu kami juga menghimbau tersangka melalui keluarganya agar tersangka segera menyerahkan diri, sebab kami terus melakukan pengerjaran,” ujarnya.

Dilanjutkan Kanit, akhirnya pada Senin kemarin (4/11/2019), tersangka Faridi alias Didi menyerahkan diri ke Mapolsek Sukarami.

“Kini tersangka dan barang bukti telah kami amankan di Polsek Sukarami. Dan dalam kasus ini tersangka Faridi alias Didi kami jerat dengan Pasal 338 KUHP Subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman pidananya 15 tahun kurungan penjara,” tandas Kanit.

Baca Juga :   Ribuan Warga Blokade Jalan Sematang Borang

Sementara tersangka Faridi alias Didi mengaku, jika dirinya membunuh korban dengan menusukan obeng yang sudah dimodifikasi seperti pisau ke tubuh korban.

“Kejadian itu terjadi saat saya dan korban bertemu di dalam Room Karaoke Nomor 231 Hotel Rian Cottage. Dan di dalam room tersebutlah korban saya tikam dengan obeng yang sudah saya modifikasi hingga akhirnya korban tewas. Usai membunuh korban saya kabur dan bersembunyi di rumah keluarga yang berada di Lahat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Aan Yohnizer (35), warga Jalan Rimba Kemuning Kelurahan Ario Kemuning Kecamatan Kemuning Palembang, Minggu pagi (27/10/2019) pukul 08.15 WIB, tewas usai ditikam oleh pelaku di dalam Room Karaoke Nomor 231 Hotel Rian Cottage, yang berlokasi di Jalan Perindustrian II Sukarami Palembang.

Zuliza (43), kakak korban saat itu mengatakan, jika korban dan dirinya bekerja di Hotel Rian Cottage tersebut sebagai sopir. Saat kejadian ia bersama korban sedang duduk bersebelahan di ruang karaoke sembari mendengarkan musik.

“Tiba-tiba datang ‘DI’ (tersangka Faridi alias Didi) masuk ke ruang karaoke dan duduk di bersebelahan dengan adik saya Aan. Karena suara musik di ruangan tersebut besar, jadi saya tidak mendengar apa yang dibicarakan adik saya dan pelaku, lalu tiba-tiba korban bergulat dengan pelaku dan saat itulah adik saya perutnya ditusuk ‘DI’,” katanya kala itu.

Baca Juga :   Kasus OTT Banyuasin, Yan Anton Cs Janji Ungkap Perkara Korupsi Lainnya

Terpisah, Erlan Aspiudin selaku pemilik Hotel Rian Cottage mengatakan, jika Hotel Rian Cottage beserta karaoke tersebut merupakan miliknya. Namun hotel beserta karaoke tersebut sudah sejak lama dipercayakannya dikelolah oleh orang lain.

“Jadi, saya tidak langsung yang mengelolah Hotel Rian Cottage dan karaoke itu. Adapun pengelolahnya yakni Linda,” kata Erlan saat dihubungi Suara Nusantara, Minggu sore (27/10/2019).

Sedangkan terkait adanya penikaman terhadap korban Aan Yohnizer hingga membuat korban meninggal dunia, Erlan mengaku tidak mengetahui persir kejadian tersebut. Namun dirinya selaku pemilik hotel memang sudah mendapat informasi dan laporan kejadian tersebut.

“Korban itu bukan pegawai saya, dan juga bukan pegawai di hotel saya. Korban berada di hotel karena masih keluarga dari pengelolah hotel sehingga selama ini korban memang sering nongkrong di sana,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkan, bahkan dari informasi yang diterimanya jika antara korban dan pelaku masih ada hubungan keluarga.

“Jadi keduanya itu masih sama-sama keluarga. Kemungkinan saat kejadian mereka salah paham, lalu pelaku nakut-nakuti nujah (menusuk), namun ternyata terjadi kejadian yang berbahaya tersebut. Dengan adanya kejadian ini, saya selaku pemilik hotel dan karaoke menyerahkan pristiwa ini ke pihak kepolisian. Dan kalaupun polisi mau memanggil saya jadi saksi, saya siap diambil keterangan. Tapi yang jelas terkait kejadian itu saya benar-benar tidak tahu kejadiannya seperti apa,” pungkasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Posting Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Banyuasin Dilaporkan ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Forum Persatuan Pecinta Habib dan Ulama Kota Palembang, Jumat (15/11/2019) melaporkan ‘DS’, warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.