Diduga Ada Motif Dendam, Dibalik Pembunuhan Pelda Aceng

jasad-korban-hagus-terbakar-di-temukan-di-areal-perkebunan-desa-meranti-kecamatan-kelekar-kabupaten-muara-enim-foto-istimewa
Jasad korban hagus terbakar di temukan di areal perkebunan Desa Meranti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. FOTO-IST/KORANSN

Palembang, KoranSN

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Daniel TM Silitonga, Selasa (25/10/2016) mengatakan, diduga ada motif dendam dibalik kasus pembunuhan disertai mutilasi korban Pelda Aceng, yang jenazahnya ditemukan telah menjadi abu karena dibakar lima tersangka di perkebunan Desa Menanti Kecamatan Kelekar, Kabupaten Muara Enim.

Menurut Daniel, hal tersebut diketahui dari hasil penyelidikan serta pemeriksaan terhadap tiga tersangka yang telah ditangkap dan diamankan di Polres Muara Enim.

“Dari pengakuan tiga tersangka, ‘BW’ alias ‘WW’, ‘ED’, ‘ER’ yang telah ditangkap, selain permasalahan hutan piutang antara korban dengan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’. Korban dibunuh juga karena dua pelaku yang masih buron diduga ada dendam kepada korban, bahkan diduga juga ada masalah lainnya. Tapi itu masih didalami penyidik,” katanya.

Diungkapkan Daniel, jika dirinya telah mengecek lokasi kejadian untuk meneliti lokasi yang dijadikan tempat membunuh korban, tempat tersangka memutilasi korban, serta tempat para tersangka membakar jasad korban.

“Setelah kita cek lokasi kejadian, ditambah dari keterangan tiga tersangka yang telah diamankan. Diketahui jika saat kejadian, awalnya korban datang ke rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ untuk menagih hutang, lalu korban terlibat cekceok mulut dengan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, sehingga korban dipukul dari belakang membuat korban terjatuh. Ketika itulah, lima tersangka termasuk tiga tersangka yang telah ditangkap mengeroyok korban. Dalam pengeroyokan tersebut, ‘BW’ alias ‘WW’ berperan memegangi korban dan empat tersangka lainnya memukuli korban berkali-kali,” terangnya.

Lanjut Daniel, usai dipukuli korban pun terjatuh lemas. Disaat itulah para tersangka membekap korban hingga korbanpun tewas. Untuk lokasi eksekusi pengeroyokan berujung tewasnya korban ini terjadi di dalam rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’.

“Melihat korban tewas membuat kelima tersangka bingung hingga mereka memutilasi tubuh korban. Dimana dalam mutilasi ini tangan, kaki, kepala, dan tubuh korban di potong-potong lalu ditempatkan ke dalam karung,” jelasnya.

Masih kata Daniel, usai memutilasi tubuh korban, para tersangka tidak langsung membakar korban. Awalnya, kelima tersangka
memindahkan potongan tubuh korban terlebih dahulu ke kebun tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ yang tak jauh dari kediman tersangka.

“Usai memindahkan potongan tubuh korban ke kebun, lalu tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ membuang sepeda motor milik korban ke sungai. Setelah itu barulah para tersangka membakar tubuh korban di kebun. Hal tersebut dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak,” ujarnya.

Baca Juga :   Bos Abu Tours dan Pimpinan Cabang Palembang Segera Diperiksa Polda Sumsel

Lebih jauh diungkapkan Daniel, dugaan kasus ini terungkap setelah isteri korban melapor ke pihak kepolisian jika korban menghilang setelah pamit untuk menagih hutang ke kediman tersangka
‘BW’ alias ‘WW’. Kemudian, laporan korban langsung ditindaklanjuti pihak kepolisian hingga kasus pembunuhan dan mutilasi korban terungkap.

“Dikarenakan korban merupakan anggota TNI tentunya kita berkoordinasi dengan TNI. Bahkan TNI menyerahkan penyelidikan kasus ini ke pihak kepolisian, karena pelakunya kan merupakan orang sipil. Dalam kasus ini, ada lima tersangka dimana tiga tersangka telah diamankan sedangkan untuk dua tersangka lainnya saat ini masih dalam pengejaran. Sementara untuk barang bukti berupa; gigi dan tulang tubuh korban yang ditemukan di lokasi pembakaran jenazah korban, kini masih diperiksa di laboratorium,” tandasnya.

Diketahui, kasus pembunuhan korban terungkap, berawal dari adanya laporan isteri korban, Jumat 21 Oktober 2016 ke Polres Prabumulih. Korban sendiri diketahui berdomisili di Kelurahan Cambai Kota Prabumulih.

Berdasarkan laporan itu, jajaran Polres Prabumulih bekerja sama dengan Polres Muara Enim dan Polsek Gelumbang, mengingat wilayah Kecamatan Kelekar masih masuk dalam wilayah hukum Polsek Gelumbang.

Selanjutnya, personil gabungan tersebut berhasil mengamankan dua orang tersangka yaitu; ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’, saat berada di Desa Teluk Jaya Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Kemudian, Sabtu 22 Oktober 2016 sekitar pukul 23.00 WIB petugas Polres Muara Enim mengamankan tersangka ‘ER’. Untuk dua pelaku lainnya, ‘HR’ dan ‘PT’ kini masih diburu petugas Polres Muara Enim.

Sebelumnya, Kapolres Muara Enim, AKBP Hendra Gunawan didampingi Kasubag Humas, AKP Arsyad telah mengungkapkan, saat ini pihaknya baru mengamankan tiga tersangka yang terlibat dalam pembunuhan dan mutilasi korban Pelda Aceng.

“Tiga orang tersangka sudah kita amankan. Dua orang tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ diamankan lebih dahulu, kemudian menyusul diamankan satu tersangka lagi yakni, ‘ER’. Sedangkan dua pelaku lain, ‘HR’ dan ‘PT’ (DPO) masih dalam pengejaran. Khusus, pelaku ‘HR’ dari keterangan ketiga tersangka yang sudah diamankan diduga ‘HR’ adalah eksekutor utamanya. Dihimbau kepada dua pelaku itu untuk segera menyerahkan diri ke pihak kepolisian,” ungkap Kapolres baru-baru ini.

Baca Juga :   Diduga Ada Kecurangan, DPC PBB Lahat Melapor ke Bawaslu

Dijelaskan Kapolres, sebelum dibunuh di rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’, korban Pelda Aceng sempat dipukul ‘HR’ dengan sebilah kayu hingga tubuh korban sempoyongan dan terkapar tidak sadarkan diri di lantai rumah. Selanjutnya, barulah, korban dieksekusi dengan dimutilasi menjadi lima bagian.

“Dari pengakuan tersangka yang sudah diamankan, eksekutornya adalah ‘HR’, sedangkan tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan tersangka lainnya hanya turut menganiaya korban namun tidak memutilasi korban. Setelah melakukan mutilasi, lantai di ruang tengah rumah tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ bersimbah darah, lalu dibersihkan oleh tersangka ‘BW’ alias ‘WW’ dan ‘ED’ dengan cara dipel, dimana airnya ditimbah oleh tersangka ‘ED’. Selanjutnya jasad korban yang sudah terpotong menjadi lima bagian dimasukan ke dalam karung dan tempat kotak karet, lalu diangkat menggunakan sepeda motor ke perkebunan yang masuk dalam wilayah Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim. Di lokasi inilah jasad korban dibakar. Sementara untuk sepeda motor korban dibuang tersangka ke Sungai Kelekar,” tandasnya Kapolres.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Arh Syaiful Mukti Ginanjar, sebelumnya juga telah mengkungkapkan, jika korban Pelda Aceng merupakan anggota TNI yang kesehariannya bertugas sebagai staf di Kesdam II/Swj. Pembunuhan korban diduga karena motif hutang piutang.

“Untuk mengungkap kasus pembunuhan korban, kita telah menurunkan Polisi Militer dan Intel untuk membantu penyelidikan yang kini dilakukan Polres Muara Enim. Jadi, kita hanya membantu karena semuanya kita serahkan kepihak kepolisian. Namun untuk melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih buron, kita melibatkan Polisi Militer dari Pomdam dan Intel kita, untuk mengejar kedua pelaku tersebut,” tegasnya.

Masih dikatakan Kapendam, Pelda Aceng merupakan anggota TNI yang selalu menjalankan tugas dengan baik dan selama bertugas korban tak pernah bermasalah.

“Jadi semasa hidupnya, Almarhum merupakan anggota TNI yang selalu bekerja dengan baik dan bagus tak pernah berbuat masalah,” pungkas Kapendam. (ded/yud)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.