Home / Headline / Diduga Bunuh Diri, Amir Warga 24 Ilir Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bak Truk

Diduga Bunuh Diri, Amir Warga 24 Ilir Ditemukan Tewas Gantung Diri di Bak Truk

Petugas identifikasi Polresta Palembang saat mengevakuasi jenazah Amir. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Warga Jalan HM Rasyad Nawawi Kecamatan IT III Palembang, Senin (11/3/2019) pukul 10.00 WIB dihebohkan dengan penemuan jenazah laki-laki yang telah membusuk di lapangan mobil bekas milik salah satu daeler mobil yang berada di kawasan tersebut.

Belakangan diketahui identitas korban yakni Amir (57), warga Jalan Letnan Jaimas Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang. Diduga korban tewas bunuh diri dengan gantung diri di bak mobil truk yang berada di lokasi kejadian. Pasalnya, saat ditemukan di leher korban terdapat tali yang diikatkan di bak truk tersebut.

Pihak kepolisian dari Polsek IT II dan Sat Reskrim Polresta Palembang yang yang mendapatkan informasi tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian, dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, saat ditemukan jenazah korban sudah membusuk. Diduga korban meninggal dunia sudah sekitar satu minggu.

“Korban tewas diduga karena bunuh diri. Kami juga telah melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah korban, selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” ungkapnya.

Baca Juga :   Selfie di Lokasi Banjir, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Sementara Kapolsek IT II Palembang, Kompol Milwani mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan jenazah korban di ruang Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dipastikan jika identitas korban yakni Amir, warga Jalan Letnan Jaimas Kelurahan 24 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

“Identitas korban diketahui dari KTP yang ditemukan petugas di saku celana korban, serta dari keterangan pihak keluarga korban. Untuk itu setelah diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara selanjutnya jenazah korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kapolsek.

Sedangkan Wantimin (53), pegawai dealer mobil tempat jenazah korban ditemukan mengungkapkan, jika dirinya yang pertama kali melihat jenazah korban tewas dengan leher terikat tali.

“Lokasi ini merupakan tempat mobil-mobil bekas. Saat itu saya sedang memeriksa semua mobil bekas, namun ketika saya mendekati mobil truk tersebut saya mencium aroma yang tak sedap sehingga saya memeriksanya. Setelah saya cek, ternyata di lokasi itu ada jenazah laki-laki tewas tergantung di bak truk. Dari itulah saya langsung memberitahu warga dan melapor ke pihak kepolisian,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ikat, Injak dan Pukuli Korbannya Hingga Sekarat, Warga Rimba Kemuning Dipelor Polisi

Terpisah, Didi (55) keponakan korban saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, jika dirinya dan keluarga berkeyakinan jika korban yang ditemukan meninggal dunia tersebut adalah keponakannya bernama Amir.

“Jenazah tersebut benar keponakan saya Amir. Almarhum sehari-harinya bekerja sebagai tukang becak. Sebelum ditemukan meninggal dunia, beberapa hari yang lalu korban pergi dari rumah dan tak kunjung pulang, hingga akhirnya kami mendapatkan kabar duka ini,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Amir Bin Madani dikabarkan menghilang dari rumahnya sejak, Sabtu sore (2/3/2019). Hal ini diutarakan Ujang, kakak ipar dari korban Amir.

“Adik ipar ini keluar dari rumah sejak hari Sabtu (2/3/2019), di perkirakan sekitar jam 15.40 WIB, sampai sekarang dia belum pulang,” ungkap Ujang saat itu.

Lanjut Ujang, suami dari adiknya Rasna ini meninggalkan rumah dalam keadaan sakit.

“Amir ini lagi kurang sehat, lagi demam. Baju yang dipakai kemeja biru kotak-kotak dan sepan panjang dasar,” tutup Ujang (ded/pit)


Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Ikat, Injak dan Pukuli Korbannya Hingga Sekarat, Warga Rimba Kemuning Dipelor Polisi

Palembang, KoranSN Kristian Agusti alias Tris (39), tersangka yang menganiaya korbannya dengan cara mengikat tangan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.