Diduga Bunuh Diri, Tubuh Zakaria Hancur Ditabrak Kereta Api

ilustrasi-tewas
Palembang, KoranSN

Zakaria Karnaen (36), warga Jalan KH Azhari RT 16 RW 004 Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU II, Minggu (10/4/2016) pukul 09.40 WIB tewas usai disambar dan ditabrak Kerata Api Bukit Serelo jurusan Lubuk Linggau, saat melintasi Jalan Keramasan Kertapati.

Korban yang kesehariannya bekerja sebagai Chef di restoran Black Canyon di Palembang Icon ini tewas diduga bunuh diri. Tubuh korban hancur dengan kondisi, usus terburai, tangan dan kaki putus, serta bagian kepala remuk akibat tubuhnya ditabrak kereta api.

Polisi yang mendapati informasi kejadian tersebut langsung mengevakuasi jasad korban ke ruang forensik RSMH Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, usai mendapati informasi polisi langsung datang ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban, serta memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi kejadian.

“Dari keterangan para saksi. Korban terlihat di rel kereta api yang ada di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB. Saat Kerata Api Bukit Serelo jurusan Lubuklinggau melintas, ketika itulah korban terlihat berdiri di atas rel. Kemudian saksi melihat korban, seperti sengaja bunuh diri, hingga kereta api yang tengah melintas menghantam tubuh korban. Untuk itu dugaan sementara korban tewas diduga bunuh diri,” ungkap Maruly Pardede saat dikoonfirmasi.

Baca Juga :   Begal Beraksi di Empat Lawang

Sementara Hendri (30), sepupu korban ditemui di forensik RSMH Palembang mengungkapkan, korban dan isterinya Ningsih baru menikah sekitar 5 bulan. Sejak menikah tiba-tiba sifat korban berubah menjadi tertutup dan pendiam.

“Pagi harinya sebelum kejadian, korban mengendarai sepeda motor untuk mengantarkan isterinya ke tempat mertuanya di kawasan Jakabaring. Setalah itu korban pulang ke rumahnya di Jalan KH Azhari Kelurahan 13 Ulu Kecamatan SU II. Setiba di rumah, korban meninggalkan sepeda motor dan keluar rumah dengan jalan kaki. Hingga akhirnya, korban ditemukan meninggal dunia ketabrak kereta api di kawasan Keramasan,” katanya.

Masih diungkapkannya, jika korban kesehariannya bekerja sebagai Chef di Black Canyon Palembang Icon.

“Semalam terakhir saya bertemu dengan korban di tempat kerjanya, di Black Canyon di Palembang Icon. Disana korban bekerja sebagai Chef. Saat itu tidak ada firasat sama sekali, dan memang semenjak menikah Desember lalu korban sangat tertutup. Saya tidak tahu, apakah korban ada masalah atau tidak. Sebab, korban usai menikah menjadi pendiam dan tidak pernah bercerita,” tandasnya.

Sedangkan Ningsih isteri korban mengatakan, dirinya tidak menyangka jika suaminya meninggal dunia karena ketabrak kereta api.

Baca Juga :   Warga Kertapati Dibacok Hingga Kepala Berlumuran Darah

“Pagi itu, saya meintak anter suami aku ke rumah ibu aku. Lalu, seperti biasanya almarhum pergi untuk bekerja. Tiba-tiba sekitar pukul 11.00 WIB saya dapat kabar kecelakaan itu. Setelah dicek ternyata suami aku telah meninggal dunia,” ujarnya.

Dilanjutkan Ningsih, jika ia tidak memiliki firasat jika suaminya akan pergi secepat ini. Hanya saja, malam sebelum kejadian ia mengaku sulit tidur.

“Memang kami ini baru menikah 5 bulan. Belakangan ini suami saya menjadi pendiam dan tidak pernah bercerita. Setiap pulang kerja dan tiba di rumah, suami saya makan lalu Sholat. Kemudian sekitar pukul 23.00 WIB suami saya tidur dan pagi harinya bekerja seperti biasa. Setahu saya, suami saya tidak ada permasalahan dan musuh, saya juga binggung kenapa suami saya meninggal dunia seperti ini,” tandasnya. (ded)

Publisher : Fitriyanti

Avatar

Lihat Juga

‘D’ Oknum Anggota DPRD Palembang Jadi Bandar 5 Kg Sabu dan Ribuan Butir Ekstasi

Palembang, KoranSN Tim gabungan dari BNN RI, BNN Sumsel dan Polda Sumsel, Selasa (22/9/2020) menangkap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.