Diduga Cemari Lingkungan, PT Santika Akan Dipanggil Dinas LH

Tampak lokasi yang becek dan berrminyak. (foto-ist)

PALI, KoranSN

Akibat tidak memperhatikan lingkungan sekitar ketika beroperasi, PT Santika Pendopo Energy dalam waktu dekat segera dipanggil oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PALI.

Pasalnya, dari inpeksi mendadak (Sidak) beberapa waktu lalu oleh DLH dibantu Dinas Perhubungan Kabupaten PALI di sumur milik PT Santika Pendopo Energy yang terletak di Desa Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi, ditemukan minyak mentah (crude oil) berceceran di dekat pumping minyak. Bahkan, telah mencemari lingkungan sekitar.

Parahnya lagi, minyak mentah yang mengalir hingga ke Jalan Lintas Talang Akar-Simpang Lima akibat diguyur hujan.
Kepala DLH Kabupaten PALI, Mukhlis Nabil BA kepada sejumlah wartawan mengaku beberapa hari lalu bersama Kadishub sudah melakukan Sidak ke beberapa sumur milik PT Santika.

Mukhlis juga mengaku geram karena tumpahan minyak dari sumur bor justru dibiarkan berserakan sehingga meninggalkan cairan hitam yang mengental.

“Perusahaan harus memperhatikan lingkungan sekitar. Tidak ada alasan musim penghujan menyebabkan minyak meluap. Kalau sudah tahu hujan, perusahaan harus melakukan antisipasi agar tumpahan minyak tidak mencemari lingkungan, apalagi sampai tumpah ke jalan atau menggenangi lahan pertanian masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :   Inspektorat Kecewa, Puluhan PNS Bolos di Harpitnas

“Waktu kami sidak kemarin, beberapa karyawan PT Santika beralasan minyak tumpah akibat hujan. Alasan itu tidak bisa kami terima. Apapun terjadi, genangan minyak tidak boleh dibiarkan,” tegas Mukhlis.

Saat Sidak tersebut, meskipun sudah bertemu dengan beberapa karyawan, namun Mukhlis mengungkapkan akan melayangkan surat panggilan kepada PT Santika.

“Kami tidak mau kejadian ini terulang kembali. Apalagi tadi Dinas Perhubungan juga mengeluhkan air yang menggenangi jalan sehingga berpotensi merusak jalan,” terangnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dishub Kabupaten PALI, Sunardin mengaku geram dengan tindakan PT Santika yang tidak memperhatikan lingkungannya. Ia mencontohkan beberapa ruas jalan dari sumur PT Santika menuju jalan raya justru dibiarkan rusak sehingga air menggenangi jalan raya.

Baca Juga :   Bupati Muara Enim : PTBA Andalan Sumsel

Padahal, Pemkab PALI sudah bersusah payah membangun jalan tersebut dari jalan lumpur menjadi jalan aspal.

“Jalan menuju sumur mereka dibiarkan becek tanpa parit, sehingga lumpur dan air menggenangi jalan. Kalau dibiarkan bisa merusak jalan,” ujar Sunardin geram.

Menurut Sunardin, Pemkab PALI sudah mengucurkan dana miliaran rupiah agar jalan yang semula berlumpur bisa mulus beraspal.

“Pak Bupati sudah susah payah membangunnya, puluhan milyar dihabiskan untuk membangun jalan sehingga mulus aeperti ini. Tapi perusahaan justru semaunya. Tidak ada keinginan untuk membantu merawat,” tegas mantan Kabag Humas Protokol tersebut.

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Infrastruktur dan SDM Masih Kendala Pembelajaran Daring

Lahat, KoranSN Sosialisasi dan kunjungan kerja Dewan Pendidikan Sumatera Selatan ke tiga wilayah kabupaten yaitu …