Diduga Dampak Virus Corona, Harga Sembako di PALI Tak Stabil

Salahsatu pedagang di Kecamatan Talang Ubi.(foto-anas/koransn)

PALI, KoranSN

Maraknya penyebaran virus corona atau COVID 19 berimbas kepada tidak stabilnya sejumlah bahan pokok di pasaran.

Salah satunya yang ada toko-toko serta di pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan.

Harga sejumlah komoditi bahan pangan ini beberapa hari belakangan harganya mulai tidak stabil, apalagi mendekati bulan Suci Ramadan.

Beberapa komoditi harganya relatif naik turun dipasaran, antara lain, Gula pasir hingga telor ayam.

Seorang pedagang berada di Jalan Merda Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi, Erwan (50) mengatakan ada empat (4) bahan pokok yang harganya tidak stabil atau naik turun di pasaran.

Gula pasir saat ini di angka kisaran Rp 16.000 – Rp 18.000 dari harga sebelumnya Rp 14.000/Kg. Kemudian, bawang putih sebelumnya Rp 44.000/Kg naik menjadi Rp 60.000/Kg.

Bawang merah dari harga Rp 35.000 naik menjadi Rp 37.000/Kg. Sementara telor naik Rp 24.000 – Rp 26.000/Kg dari sebelumnya Rp 22.000/Kg.

Baca Juga :   Bupati OKI Minta Camat dan Kades Tanggap Karhutla

Sedangkan harga beras Rp 13.000/Kg, minyak sayur Rp 12.000/Kg serta gandum Rp 10.000/Kg.

“Harga beras, minyak sayur dan gandum masih aman tidak ada kenaikan dan penurunan,” ungkap Erwan, Rabu (18/3/2020).

Dirinya mengaku saat ini ketersediaan sejumlah bahan pokok di pasaran, masih relatif aman, apalagi menjelang bulan Ramadhan.

“Pasokannya tergantung dari kekuatan pembeli mas. Kita dak berani nyetok. Karena harganya tidak stabil. Namun masih relatif aman,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten PALI, Ida Martini melalui Kabid Perdagangan,
Ahmad Deni mengakui memang kondisi bahan pokok harganya tidak stabil di pasaran.

Deni mengatakan, dari survei langsung ke pasar, toko yang ada saat ini ketersediaan bahan pangan masih relatif aman. Hanya saja, sedikit kesulitan mendapatkan gula pasir.

Baca Juga :   APBDes Tingkatkan Kesejahteraan Surabaya Timur Banding Agung OKUS

“Yang susah itu gula pasir, karena memang dari ketersediaan Bulog pangannya juga kurang. Namun, kalau yang lain insyaallah masih aman hingga bulan puasa,” jelas Ahmad Deni.

Guna mengantisipasi kelangkaan dan menekan tingginya harga sejumlah komoditi, pihaknya bakal bekerja sama untuk melakukan operasi pasar.

“Nanti kita lakukan operasi pasar atau gelar pasar murah. Namun saat ini banyak pedagang bilang bahwa untuk beras relatif aman. Meski PALI tidak memiliki gudang besar, namun bisa minta suplay banyak, karena pedagang sekali beli beras bisa sampai 10 ton,” jelasnya. (ans)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati Muratara Instruksikan Siswa Belajar di Rumah Hingga 6 April 2020

Muratara, KoranSN Dalam upaya pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.