Senin , Februari 18 2019
Home / Headline / Diduga Dibunuh Suami, Linda Tewas Bersimbah Darah

Diduga Dibunuh Suami, Linda Tewas Bersimbah Darah

Pelayat saat berdatangan ke rumah duka. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Linda Fitria (38), Minggu (10/2/2019) pukul 07.00 WIB ditemukan tewas bersimbah darah di kediamannya di Jalan Sepakat No.101 RT 02 RW 01 Kelurahan Kemang Manis Kecamatan IB II Palembang. Korban diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Febrianto (38) menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Sementara di waktu bersamaan, warga dan pihak keluarga menemukan sepeda motor milik Febrianto di atas Jembatan Ogan Kertapati. Diduga suami korban Febrianto loncat dari atas jembatan tersebut.

Pantauan di lapangan, saat jenazah korban Linda Fitria berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang untuk divisum, tampak tangisan dari pihak keluarga pecah. Kemudian sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah korban usai dilakukan visum oleh dokter forensik. Lalu, jenazah dibawa pihak keluarga menggunakan mobil ambulance RS Bhayangkara Palembang ke rumah duka untuk disemayangkan dan dimakamkan.

Setiba di rumahnya, jenazah Almarhumah disambut tangisan para keluarga dan tetangga sehingga suasana duka menyelimuti kediaman korban Linda Fitria.

Lina (40), kakak perempuan korban Linda Fitria mengatakan, adiknya ditemukan tewas dengan luka tusukan senjata tajam di dalam rumah. Pihak keluarga menduga pelakunya, yakni Febrianto yang tak lain suami dari korban.

“Pagi tadi (kemarin) kami mengetahui adik saya ini sudah meninggal dunia, sementara sepeda motor suaminya ditemukan di atas Jembatan Ogan Kertapati. Kalau kata saksi tukang ojek yang sempat melihat Febrianto di atas jembatan tersebut, katanya dia (Febrianto) loncat ke sungai. Dari itulah hingga kini Febrianto tidak ditemukan keberadaannya,” ungkapnya.

Dijelaskan Lina, dirinya menduga usai membunuh korban lalu Febrianto mengendarai sepeda motor seorang diri menuju Jembatan Ogan Kertapati. Setiba di jembatan tersebut, barulah Febrianto diduga loncat dari atas jembatan.

“Kami juga tidak menyangka kalau kejadian ini terjadi. Memang beberapa minggu terakhir ini, korban dan suaminya sering terdengar ribut mulut masalah rumah tangga. Namun kami pihak keluarga tidak menyangka kalau keributan dalam rumah tangga tersebut berujung seperti ini,” terangnya.

Menurut Lina, kerap terjadinya ribut mulut antara korban dan Febrianto dikarenakan masalah ekonomi.

Baca Juga :   Mualim Warga Jambi Mayat di Dalam Karung, Ditemukan Luka Jeratan & Aniaya

“Anak mereka ini ada tiga, anak pertama perempuan kelas 1 SMA, sedangkan dua anaknya lagi masih kecil-kecil berusia 3,5 tahun dan 2,5 tahun. Dikarenakan sang suami tidak bekerja, makanya mereka sering ribut mulut hingga terjadilan kejadian ini,” jelasnya.

Masih dikatakannya, sebelum menganggur Febrianto merupakan pedagang pempek panggang keliling menggunakan gerobak. Namun sudah sejak sekitar dua atau tiga minggu yang lalu, Febrianto tidak lagi berjualan pempek karena sepi pembeli.

“Jadi, suami adik saya ini tidak kerja hingga mereka mengalami kesulitan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara untuk jenazah Almarhumah Linda Fitria, dimakamkan hari inilah (kemarin) di TPU Puncak Sekuning,” tandasnya.

Sedangkan Rian (33), adik kandung korban Linda Fitria mengungkapkan, jika kediaman korban bersebelahan dengan rumah orang tuannya M.Syahrif (60). Diketahuinya korban tewas setelah ayahnya M Syahrif menerima telphone dari warga yang memberitahukan, jika sepeda motor suami korban yakni Febrianto ditemukan di Jembatan Ogan Kertapati, dan diduga Febrianto bunuh diri dengan loncat ke sungai dari jembatan.

“Mendapatkan kabar tersebut, kemudian kami ada yang menuju ke Jembatan Ogan Kertapati, sementara ayah bersama beberapa keluarga lainnya mendatangi rumah ayuk saya Linda Fitria di sebelah rumah untuk memberitahukan kabar penemuan motor itu. Akan tetapi, saat berada di dalam rumah, ayah dan paman melihat ayuk saya telah meninggal dunia tergeletak di dalam rumahnya,” ungkapnya.

Dijelaskan Rian, saat ditemukan meninggal dunia di dalam rumah, dua anak korban yang masih kecil sedang tidur di kamar lainnya. Sementara untuk anak pertama korban, tidak berada di rumah karena sedang tidur di rumah kekeknya M.Syahrif.

“Rumah ayah saya M.Syahrif atau kekek dari anak-anak korban ini kan bersebelahan. Jadi sudah biasa kalau malam minggu anak korban yang pertama tidur di rumah kakeknya. Sedangkan terkait kejadian tersebut, diduga korban dibunuh oleh suaminya malam hari lalu pagi harinya barulah jenazah korban ditemukan sudah meninggal dunia. Kemudian untuk suami korban sampai sekarang belum ditemukan, hanya sepeda motornya saja yang kami temukan di atas Jembatan Ogan Kertapati,” tutup Rian.

Baca Juga :   Polda Sumsel Bongkar Perdagangan Satwa Lindung, Dijadikan Bahan Sabu

Kapolsek IB I Palembang, Kompol Agus Hairuddin mengatakan, usai mendapati informasi korban Linda Fitria ditemukan tewas kemudian pihaknya bersama Tim Identifikasi Polresta Palembang mendatangi lokasi kejadian dan langsung melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Setelah itu jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum.

“Hasil dari pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan luka tusukan dan goresan senjata tajam. Sementara untuk suami korban belum ditemukan keberadaannya, hanya sepeda motornya saja yang kami temukan di atas Jembatan Ogan Kertapati. Sedangkan terkait dugaan suami korban loncat dari jembatan diduga usai membunuh korban, itu masih kami selidiki. Namun yang jelas, kami masih mencari keberadaan suami dari korban tersebut. Selain itu, untuk motif kejadian ini juga dalam penyelidikan kami,” tegas Kapolsek.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara saat mendatangi rumah korban mengatakan, di tubuh korban didapati puluhan luka seperti luka goresan dan tusukan senjata tajam.

“Tapi untuk mengetahui jumlah luka tersebut kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Kemudian untuk dugaan suami korban melompat dari atas jembatan yang diduga bunuh diri usai membunuh korban, hal tersebut masih kami selidiki apakah ada korelasi antara tewasnya korban dengan dugaan bunuh diri suami korban ini. Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dengan Kantor SAR untuk melakukan pencarian suami korban yang diduga loncat dari Jembatan Ogan Kertapati tersebut,” tandas Kasat.

Sedangkan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti mengatakan, pihaknya telah memeriksa jenazah korban Linda Fitria. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka tusukan senjata tajam di tubuh korban.

“Ada tujuh luka tusuk senjata tajam di tubuh korban yang terdiri dari luka tusukan di bagian tubuh belakang, punggung dan dada korban. Sedangkan untuk bekas pukulan benda tumpul tidak kami temukan. Jadi dari pemeriksaan visum luar yang mengakibatkan korban tewas, yakni akibat tusukan senjata tajam yang ditikamkan pelaku sebanyak tujuh kali ke tubuh korban,” pungkas dr Indra. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hermalina Menangis Haru Dapat Rumah dari Herman Deru

Palembang, KoranSN Tangis haru Hermalina tumpah saat namanya diumumkan di atas panggung oleh Gubernur Sumatera ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.